ABSTRAK
Sektor pertanian dihadapkan pada tantangan global dan domestik, termasuk perubahan iklim, penyusutan lahan, dan peningkatan permintaan pangan. Untuk mengatasi tantangan tersebut, peningkatan produktivitas menjadi kunci. Faktor paling fundamental yang menentukan keberhasilan panen adalah kualitas benih yang digunakan. Tujuan: Menganalisis peran strategis benih bermutu, mendefinisikan parameter kualitas benih berdasarkan standar terbaru, serta mengidentifikasi inovasi teknologi dan kerangka regulasi (2019–2025) yang mendukung sistem perbenihan nasional. Metode: Kajian literatur berbasis jurnal akademik, buku, dan regulasi pemerintah yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025. Hasil: Kualitas benih, yang mencakup mutu genetik, fisik, dan fisiologis (daya tumbuh dan vigor), terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 20–30% (Atman, 2023; Suliartini et al., 2021). Keberhasilan ini didukung oleh regulasi baru (misalnya Kepmentan 681/2019 dan UU No. 22 Tahun 2019) dan inovasi pengujian cepat (misalnya Uji Radicle Emergence/RE) yang menjamin ketersediaan benih bermutu tinggi tepat waktu. Kesimpulan: Kualitas benih unggul bukan hanya input produksi, tetapi merupakan pilar utama dalam mencapai swasembada dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Kata kunci: Kualitas Benih, Benih Unggul, Produktivitas Pertanian, Viabilitas, Vigor.
PENDAHULUAN
I. Konsep Kualitas Benih
Benih merupakan titik awal dari seluruh proses produksi pertanian. Keberhasilan suatu sistem pertanian sangat bergantung pada mutu benih yang digunakan. Menurut berbagai penelitian, penggunaan benih bermutu tinggi dapat meningkatkan produktivitas tanaman hingga 20–30% tanpa menambah input lainnya. Dalam konteks Indonesia yang menghadapi tantangan peningkatan kebutuhan pangan, kualitas benih menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan (Harsono, 2019).
Kualitas benih mencakup beberapa parameter utama, yaitu:
1. Kemurnian benih: persentase benih murni tanpa kontaminasi.
2. Daya kecambah (viabilitas): kemampuan benih untuk berkecambah dan menghasilkan tanaman normal.
3. Vigor benih: kekuatan benih untuk tumbuh cepat dan seragam pada kondisi lingkungan suboptimal.
4. Kesehatan benih: bebas dari patogen yang dapat mengganggu pertumbuhan.
Benih dengan kualitas baik akan menunjukkan kemampuan tumbuh optimal serta lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal.
II. Peran Benih Unggul dalam Peningkatan Produktivitas Pertanian
Benih unggul adalah benih yang berasal dari varietas yang telah ditingkatkan melalui pemuliaan tanaman. Fitur utama benih unggul meliputi ketahanan terhadap hama dan penyakit, produktivitas tinggi, serta adaptasi luas. Penggunaan benih unggul telah terbukti meningkatkan hasil panen secara signifikan (Yuliana, 2024). Dalam beberapa studi, varietas unggul mampu
2
menghasilkan peningkatan produksi hingga 40% dibandingkan varietas lokal. Hal ini menjadikan benih unggul sebagai komponen teknologi pertanian paling efisien dalam meningkatkan hasil.
III. Viabilitas dan Vigor dalam Menentukan Pertumbuhan Tanaman
Viabilitas dan vigor merupakan indikator utama kualitas fisiologis benih. Viabilitas menunjukkan kapasitas benih untuk berkecambah, sedangkan vigor berhubungan dengan kekuatan pertumbuhan awal. Benih dengan vigor tinggi lebih mampu beradaptasi pada kondisi lingkungan yang buruk, seperti suhu rendah, kekurangan air, atau serangan patogen awal (Fitriani & Maulana, 2021). Hal ini sangat penting pada masa tanam, ketika tanaman sangat rentan terhadap stres lingkungan.
Kualitas benih menjadi faktor yang langsung mempengaruhi produktivitas. Tanaman yang berasal dari benih berkualitas tinggi memiliki karakteristik berikut:
1. Pertumbuhan awal cepat dan seragam.
2. Daya tahan yang lebih baik terhadap cekaman biotik dan abiotik.
3. Potensi hasil yang lebih tinggi.
Gambar 1. Benih dan Petani
KESIMPULAN
Kualitas benih merupakan faktor fundamental dalam keberhasilan produksi pertanian. Benih unggul dengan viabilitas dan vigor tinggi mampu meningkatkan produktivitas tanaman serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, pengembangan, sertifikasi, dan penyebaran benih berkualitas perlu menjadi prioritas dalam pembangunan sektor pertanian.
DAFTAR PUSTAKA
Fitriani, S., & Maulana, A. (2021). Pengaruh kualitas benih terhadap produktivitas tanaman pangan. Jurnal AgroTek. 12(2): 45–56.
Harsono, T. (2019). Viabilitas dan vigor benih pada berbagai kondisi penyimpanan. Jurnal Benih Indonesia. 8(1): 12–20.
Yuliana, D. (2024). Benih unggul sebagai solusi peningkatan produksi pertanian di era perubahan iklim. Jurnal Ketahanan Pangan. 5(1): 33–42.