Loading...

KUB MAJU MAKMUR DIENG WONOSOBO

KUB MAJU MAKMUR DIENG WONOSOBO
KUB " MAJU MAKMUR " PELESTARI KOMODITAS UNGGULAN KAWASAN DIENG " Purwaceng " yang memiliki nama latin pimpinella pruatin menjadi pesona dan incaran kaum adam acap kali singgah di Kawasan Wisata Dieng. Jenis tanaman herba tahunan yang bersifat aromatic dan memiliki khasiat afrodisiak ( obat kuat ) ini mengandung senyawa diuretic yang mampu melancarkan air seni, peredaran darah, menambah vitalitas, menghangatkan dan menyehatkan badan. Selain itu tanaman purwaceng dipercaya oleh masyarakat Dieng sebagai penambah gairah seks kaum pria. Berkaitan dengan tanaman purwaceng, salah satu kelompok yang meracik purwaceng menjadi jamu tradisional adalah Kelompok Usaha Bersama ( KUB ) " MAJU MAKMUR " dari Desa Sikunang Kecamatan Kejajar. Kiprah KUB " MAJU MAKMUR " tidak hanya meracik jamu purwaceng saja tetapi juga melestarikan dan mengembangkan tanaman purwaceng bahkan tanaman carica dan terong belanda ( kemar ). Kelompok yang beranggotakan 20 orang yang terdiri dari 15 orang wanita dan 5 orang pria ini mulai merintis usaha pengolahan komoditas unggulan kawasan dieng tersebut setelah mendapat pelatihan pengolahan purwaceng, carica , terong belanda dan daun mint dari TP PKK Kabupaten Wonosobo yang bekerja sama dengan Kelompok Interaktif Masyarakat ( KIM ) Kawasan Dieng pada tanggal 4 April 2006 lalu.. Ternyata dengan mengikuti pelatihan tersebut KUB " MAJU MAKMUR " seperti mendapatkan pencerahan dan langsung malakukan upaya untuk melakukan pelestarian dan pengembangan tanaman unggulan yang sangat langka tersebut secara intensif maupun ekstensif. Hasil usaha pelestarian dan pengembangan tanaman tersebut sangat menggembirakan, khususnya untuk tanaman purwaceng langsung dilirik oleh perusahaan jamu PT SIDO MUNCUL dan melahirkan kerja sama meskipun masih dalam skala kecil. " Dalam meracik jamu purwaceng ini tidak sembarang orang bisa melakukan karena membutuhkan ketrampilan dan pengetahuan khusus , " tutur Uswatu Khasanah ( 30 ) Ketua KUB " MAJU MAKMUR " . Pengetahuan dan resep yang dimiliki Uswatun merupakan warisan mertuanya, namun sekarang ini dari hasil kreasinya KUB " MAJU MAKMUR " telah meracik jamu purwaceng menjadi beberapa jenis, antara lain Purwaceng daun kering, purwaceng serbuk dan purwaceng siap minum yang sudah memiliki merk dagang ˜ PRASASTI ˜ terdaftar dengan kemasan yang menarik. Pelestarian dan pengembangan tanaman unggulan langka tersebut tidak hanya memprioritaskan pada tanaman purwaceng tetapi juga carica ( papaya dieng ) yang telah dikembangkan melalui beberapa home industry dan telah menjadi " ICON " oleh-oleh dari Kabupaten Wonosobo. Tanaman lain yang hanya tumbuh di Bogor, Medan dan Dieng yaitu terong belanda ( kemar ) semakin dikembangkan oleh KUB MAJU MAKMUR , hal ini karena hasilnya sekitar 3 kg/pohon dengan harga Rp. 4.000,-/kilo serta masa panen yang relative rutin dalam seminggu dan semakin meningkat hasilnya seiring bertambahnya umur tanaman . Jika dibandingkan dengan tanaman kentang yang merupakan komoditas primadona masyarakat dieng tak kalah hasilnya , tetapi masyarakat Dieng umumnya belum begitu tertarik untuk menggantikan komoditas kentang dengan terong belanda. Padahal jika ditilik dari upaya perbaikan konservasi lahan , tanaman terong belanda sangat cocok, karena selain pemeliharaan yang mudah, murah juga organic. Produksi pengolahan terong belanda ( kemar ) meliputi syrup, selai dan carica in syrup terong belanda ( kemar ). Untuk produksi syrup baru mencapai 200-300 botol / bulan, selai sekitar 200 botol/bulan dan carica in syrup mencapai 1.000 botol. Kendala yang masih dihadapi oleh KUB " MAJU MAKMUR " adalah pasokan bahan baku yang terkadang sangat kurang. " Dalam rangka menjajagi pasar di luar kabupaten maka kami selalu mengikuti berbagai pameran baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Bahkan kami bersama UKM pengrajin makanan khas Wonosobo juga mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba tingkat Nasional Produk unggulan khas daerah dan mendapat Juara meskipun belum juara pertama, " ucap Uswatun lanjutnya bangga. Melihat kegiatan yang telah dilaksanakan oleh KUB " MAJU MAKMUR " dalam melestarikan , mengembangkan dan mengolah tanaman unggulan Kawasan Dieng sedemikian gigihnya maka bebarapa watu lalu Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Wonosobo selaku dinas teknis pada tahun 2009 telah memberikan bantuan kepada KUB MAJU MAKMUR berupa almari pendingin ( cooler ) sebagai kelengkapan peralatan penyimpan hasil produksi serta dilaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon carica di desa Sikunang , Sembungan dan sekitar Telaga Cebong. Harapan kedepan kiprah KUB MAJU MAKMUR bisa menjadi setetes embun yang mampu membasahi relung hati masyarakat Kawasan Dieng untuk melestarikan dan mengembangkan tanaman unggulan tersebut selain menjaga lingkungan dari kerusakan akibat pengolahan rutin tanaman semusim. (SF Nuraini )