Kunjungan ke Kelompok Tani Kebon Raren Desa Seri Tanjung Kabupaten Ogan Ilir yang dilaksanakan di kebun salah satu anggota kelompok tani yang memberikan informasi bahwa tanaman karetnya terkena gejala penyakit Jamur Akar Putih (JAP). Tindak lanjut dari BPP Tanjung Batu adalah dengan mengamati lansung kelapangan dan memberikan informasi tentang cara penanggulan penyakit JAP yaitu : (1) Mencegah timbulnya JAP pada saat melakukan persiapan dengan menghilangkan tunggul- tunggul atau organ-organ tanaman berkayu secara tuntas. Namun penerapan cara ini akan mengakibatkan rusaknya struktur tanah serta erosi pada areal yang miring (2) Menanam penutup tanah jenis Leguminose yang tumbuh menjalar minimal satu tahun lebih awal dari penanaman karet. Hal ini bertujuan disamping mencegah erosi, juga untuk meningkatkan kegiatan mikroorganisme dalam mempercepat pelapukan kayu. Untuk meningkatkan jasad renik ini dapat dipacu dengan cara menaburkan belerang cirrus pada lubang tanam. (3) Pengendalian secara preventif dilakukan sejak tanaman berumur 6 bulan di lapangan yaitu dengan menaburkan biofungisida di sekitar pangkal batang hingga radius 50 cm. Aplikasi dilakukan setiap 6 bulan sekali selama tanaman belum menghasilkan (TBM). (4) Pengendalian secara kuratif dilakukan dengan mengaplikasikan bahan kimia (Fungisida) pada tanaman yang telah menunjukkan gejala penyakit, aplikasi ini dapat dilakukan dengan cara penyiraman menggunakan fungisida berbahan aktif triadimefon, triadimenol, heksakonazol sedangkan untuk pelumasan digunakan fungisida dengan bahan aktif PCNB atau tridemorph.