Loading...

KUNJUNGAN KERJA MENTERI PERTANIAN 2013

KUNJUNGAN KERJA MENTERI PERTANIAN 2013
Dalam upaya menjamin ketahanan pangan nasional, tantangan dalam penyediaan pangan cukup besar karena sumberdaya lahan dan air pemanfaatannya semakin kompetitif dengan penggunaan untuk kegiatan ekonomi lainnya yang akan menyebabkan kecenderungan berkurangnya luas dan mutu lahan produktif. Sehingga pertumbuhan permintaan pangan nasional lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan penyediannya. FAO telah memberikan peringatan kepada seluruh negara, untuk memperkuat ketahanan pangan di negara masing-masing karena pangan dapat menjadi masalah di masa mendatang yang bisa menyebabkan komflik antar negara. Hal tersebut yang disampaikan Menteri Pertanian, Ir. Suswono, MMA pada Kunjungan Kerja ke tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah (7-8 Juni 2013). Beliau juga menghimbau masyarakat Indonesia untuk ikut merespon peranan ketahanan pangan sejak dini , agar ketahanan pangan nasional tetap berbasis pada kemandirian dan kedaulatan pangan, yang berarti Indonesia harus mampu mencukupi kebutuhan pangan dari dalam negeri sendiri. Di tahun depan, pemerintah telah menargetkan surplus 10 juta ton beras. "Target tersebut memerlukan kerja keras yang luar biasa" ujar Menteri Pertanian. "Tentu saja target tersebut dapat diwujudkan apabila kerusakan-kerusakan irigasi yang mencapai 52% dari kerusakan ringan hingga berat dapat dibenahi, untuk membenahi itu semua dibutuhkan dana hampir 21 triliun rupiah, dengan terselesaikannya permasalahan irigasi tersebut akan membantu meningkatkan produksi gabah kering panen sebanyak 9,1 juta ton. Seandainya jika setiap tahun Indonesia bisa mencapai surplus bahan pangan, maka pada tahun 2045 nanti Indonesia tidak perlu takut atas kenaikan jumlah penduduk yang bisa mencapai 9 miliar orang yang mengakibatkan kenaikan kebutuhan pangan sebanyak 70% dari jumlah yang sekarang" lanjut Menteri Pertanian. Di kunjungan kerja ini, pemerintah pusat juga memberikan bantuan-bantuan kepada tiga kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Bantuan yang diterima Kabupaten Pemalang berupa bantuan pengembangan usaha sektor agribisnis pedesaan, beberapa unit pengolahan pupuk organik, dan alat pengolahan hasil pertanian hortikultura. Kabupaten Pekalongan menerima bantuan berupa alsintan yang terdiri 15 unit traktor, tuap untuk 9 poktan, dan upoh untuk 8 poktan. Sedangkan Kabupaten Btang menerima bantuan berupa jaringan irigasi, bantuan optimasi lahan, SRI, Traktor Roda Dua, UPJA Mandiri, Gerobak Motor, dan Mobil box berpendingin. Bantuan-bantuan ini diberikan guna mempertahankan dan meningkatkan produksi mereka di tahun-tahun berikutnya. Di kesempatan yang sama, masyarakat dan kelompok tani yang hadir diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Menteri Pertanian untuk menyampaikan keluhan dan juga masalah yang mereka hadapi selama ini. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi umumnya adalah permasalahan teknis di lahan, seperti jaringan irigasi lahan tepi laut, dimana air irigasi yang dialirkan ke lahan bercampur dengan air laut yang mengandung garam. Masalah-masalah lainnya seperti kendaraan dinas yang sudah tidak optimal digunakan, SDM penyuluh pertanian yang sudah mulai berkurang, pengadaan bantuan untuk meningkatkan kinerja penyuluh, penanganan hama, penyediaan pupuk bersubsidi, pengadaan bahan pakan ternak, serta relokasi kandang. Hal ini seperti yang dikemukakan penyuluh pertanian Kecamatan Ulujambi Kabupaten Pemalang, Bapak Supriyatna. Selain berdiskusi dengan para kelompok tani dan para penyuluh, Menteri Pertanian juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi petani dan lapangan, memantau langsung serta bertanya kepada para petani mengenai kondisi lahan dan kegiatan mereka.