Loading...

KUNJUNGAN KERJA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA KAB.BANTAENG PROV. SULAWESI SELATAN

KUNJUNGAN KERJA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA  KAB.BANTAENG PROV. SULAWESI SELATAN
Tanggal 2 Oktober 2011 Menteri Pertanian Bpk. DR. Ir. Suswono, M.MA melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Bantaeng tepatnya di Desa Bontolojong Kecamatan Ulu ere. Kunjungan tersebut diawali dengan panen bawang merah varietas super pilip di tempat pembenihan bawang hasil dari LM3, hortikultura memang merupakan andalan dari desa tersebut. Untuk bawang merah sudah dapat mencapai 9 sampai 10 ton/hektar untuk sekali panen dengan masa tanam 2 - 3 bulan. Setelah melakukan panen bawang Menteri Pertanian memberikan bantuan secara simbilis kepada Poktan dan Gapoktan di desa tersebut adapun bantuan yang diberikan berupa Traktor roda 2 sebanyak 1 unit, Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO) 1 paket, Dana bantuan PUAP Rp 100.000.000, dan Air Irigasi sebanyak 1 unit. Acara dilanjutkan dengan pemberian arahan dari Bapak Menteri Pertanian, dalam arahannya Bapak Menteri Pertanian menegaskan tentang tantangan pertanian dalam menghadapi perubahan iklim dan mengajak petani untuk memenuhi target 10 juta ton beras serta bangsa Indonesia kedepan diharapkan mampu membantu kebutuhan pangan bagi Negara lain. Selain itu Menteri Pertanian juga mengajak petani untuk : 1) Memanfaatkan dana PUAP sebaik-baiknya dan jika masih kurang bisa memanfaatkan KUR; 2) Pelaku usaha pertanian untuk mengkonsultasikan kepada Dinas setempat bila menemui masalah; 3) Kepada Poktan dan Gapoktan untuk mengembangkan kewirausahaan; 4) Kepada penyuluh untuk mendampingi petani dengan sunguh-sunguh; 5) Kepada petani untuk memperkuat kelembagaannya agar tidak mudah dipermainkan tengkulak; dan 6) Kepada Pemerintah Daerah selalu memberikan dukungan untuk menciptakan pasar (contoh: dengan membuat pasar tani). Setelah memberikan arahan acara dilanjutkan dengan diaolog para petani, adapun yang petani harapkan dari Pemerintah adalah: 1) Memberikan bantuan pembuatan pipanisasi, sumur dalam, lantai jemur dan gudang; 2) Untuk memperbanyak benih sendiri agar tidak mudah terkena hama; 3) Pendampimgan PUAP ditingkatkan; 4) Mengadakan Studi banding untuk para petani; 5) Bantuan modal agar di tambah; dan 6) Membuat sanggar tani.