Pembangunan Pertanian memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan. Tantangan pembangunan pertanian di masa mendatang adalah bagaimana menyeimbangkan orientasi peningkatan kesejahteraan masyarakat petani dengan ketersediaan pangan. Untuk menghadapi tantangan tersebut Pelaku usaha, Kelompok usaha bersama Pemerintah dalam hal ini Badan dan Dinas terkait berupaya menumbuh kembangkan dan memotivasi para petani, pelaku usaha tani. Para pelaku usaha agribisnis mempunyai peran yang sangat aktif dan inovatif dalam pengembangan pembangunan pertanian di tingkat desa, sehingga perlu adanya perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan agar Kelompok tani dapat menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia memiliki peran penting dalam pendampingan penyuluhan di kelompok tani. Dengan keterlibatanya penyuluh diharapkan dapat meningkatan kualitas para pelaku usaha agribisnis menjadi pelaku agribisnis yang handal dan mandiri. Dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Petugas yang dilaksanakan pada tanggal 20 – 23 April 2016 di Hotel de Laxton Yogjakarta, maka dilaksanakan Kunjungan Lapang ke Kelompok Tani Sedyo Lestari dan Koperasi Beras Sehat Makmur di Kabupaten Bantul, Yogjakarta pada tanggal 22 April 2016. Pada kunjungan lapang ini peserta yang berjumlah 99 orang dibagi menjadi 4 kelompok dengan bahasan kelompok 1 tentang aspek organisasi dan SDM, kelompok 2 tentang aspek usaha, kelompok 3 tentang aspek keuangan dan kelompok 4 tentang asepek sosial. Tugas setiap kelompok adalah mengamati dan menganalisis kedua kelompok usaha yang dikunjungi ditinjau dari aspek-aspek tersebut. Kelompok Tani Sedyo Lestari yang beranggotakan 261 orang telah memproduksi berbagai macam produk yang berkaitan dengan jamur dari mulai peralatan, bahanbaku, bibit, media tanam, hasil segar/kering, olahan, herbal dan menjadi penyedia jasa pelatihan/magang bagi para pelaku usaha baru. Dalam rangka peningkatan kualitas dan legalitas kelompok semakin baik dan menjadi kelompok yang berbadan hukum maka pada tahun 2016 kelompok tani Jamur Sedyo Lestari bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarta melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat akan meningkatkan kelembagaan menjadi Koperasi Produsen yang berbasis Pertanian. Koperasi Beras Sehat Makmur Bantul merupakan salah satu lembaga yang didirikan oleh kelompok usaha dan para pembina petani dari 6 kecamatan yang ada di kabupaten Bantul yaitu Kecamatan Pandak, Kecamatan Imogiri, Kecamatan Bantul, kecamatan Sewon dan Kecamatan Sedayu telah melakukan kegiatan penguatan kelembagaan koperasi berupa Koperasi Beras Sehat Makmur Bantul. Tujuan dari pendirian koperasi ini adalah untuk meningkatkan usaha produktif khususnya dalam memproduksi beras organik yang mempunyai usaha orientasi keuntungan dan sosial kemasyarakatan. Selain itu dalam pengembangan produksi beras juga diperlukan sebuah terobosan dengan teknologi yang tepat dan dikelola secara professional dengan wadah lembaga yang berkekuatan hukum yang jelas sehingga kerbelanjutan ataupun kontinuitas produksi dan kualitas produksi beras sehat dapat dipertanggung jawabkan. Sampai saat sudah memiliki mitra usaha koperasi Beras Sehat makmur tersebar di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta antara lain: BMD Amanah banguntapan, CV. Mas Bantul, subur Raya Indonesia Yogyakarta, UGM, MAN Jogyakarta, UP Dewi Padi, Gapoktan Sidomulyo Godean, Sleman Jogyakarta.UD Aris Tri renggo, Lestari Tondo Bantul, UD Lestari (Mukarno), Toko Beras Ali Bantul, UD.Sidodadi Lowanu Yogyakarta, RSUD Yogyakarta, Dinas Sosial Propinsi, Mirota Kampus Yogyakarta. Warung Makan Yatmi, Ibu Rokosi Bantul. Distribusi penjualan produk yang dilakukan kelompok usaha ini sudah cukup baik bahkan tidak dapat memenuhi permintaan beberapa konsumen. Sistem produksi yang dilakukan kolompok ini mengikuti pola Pertanian Inti Rakyat (PIR). Adapun penguatan modal Beras Organik/ Beras Sehat bekerjasama dengan Gapoktan Mitra Usaha Tani dengan pinjaman sebesar Rp 50 juta, dengan sistem bagi hasil pertahun. Segmentasi pasar bagi beras yang 100% organik adalah kalangan masyarakat menengah ke atas ataupun mempunyai penghasilan yangtinggi dan hidup mapan, serta menjadikan beras organik sebagai menu kesehariannya, penempatan produk ada di supermarket tertentu atau hypermarket ataupun toko-toko yang khusus menjual hasil bumi maupunbuah-buahan dengan kualitas terbaik dan rumah sakit. Diharapkan setelah mengikuti kunjungan lapang ini para peserta Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani bagi Petugas dapat melihat langsung kondisi usaha dilapangan dan dapat menjadikan acuan untuk menerapkan langkah-langkah kedepan guna meningkatkan motivasi pelaku usaha baik poktan/Gapoktan maupun koperasi dalam menumbuhkembangkan usahanya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kemandirianpetani dalam meningkatkan kesejahteraanya. (Nurlaily).