Pemupukan Berimbang pada Padi Sawah
Pemupukan berimbang adalah salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas padi sawah. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan pemupukan berimbang pada padi sawah:
Pemupukan berimbang adalah proses pemberian pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman padi, dengan memperhatikan keseimbangan antara unsur hara makro (N, P, K) dan mikro (Ca, Mg, S, dll.).
Jenis dan Fungsi Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman Padi Sawah
1. Nitrogen (N): untuk pertumbuhan vegetatif dan produksi ( Urea, Phonska)
2. Fosfor (P): untuk pertumbuhan akar dan produksi (SP-36, Fertiphos, PHonska)
3. Kalium (K): untuk kualitas dan ketahanan tanaman (KCl,MOP, Phonska)
4. Kalsium (Ca): untuk kekuatan batang dan kualitas (Kaptan,Kapur Dolomit)
5. Magnesium (Mg): untuk fotosintesis dan produksi (Kapur Dolomit,Magnesium sulfat)
6. Sulfur (S): untuk kualitas dan ketahanan tanaman (ZA)
Cara Aplikasi Pemupukan Berimbang
1. Analisis Tanah: lakukan analisis tanah untuk mengetahui kadar unsur hara dalam tanah
2. Aplikasi Pupuk Dasar: berikan pupuk dasar (N, P, K) pada saat tanam
3. Aplikasi Pupuk Susulan: berikan pupuk susulan (N, K) pada saat tanaman berusia 30-40 hst
4. Aplikasi Pupuk Mikro: berikan pupuk mikro (Ca, Mg, S) pada saat tanaman berusia 50-60 hsti
Contoh, Dosis Pupuk yang Dianjurkan
I. Dosis berdasar kandungan Hara
1. N: 100-150 kg/ha + P: 50-75 kg/ha + K: 50-75 kg/ha + Ca: 10-20 kg/ha + Mg: 10-20 kg/ha +
S: 10-20 kg/ha
II. Dosis berdasar jenis Pupuk
500 kg Petroganik + 300 kg PHONSKA + 200 kg Urea per hektar, dikombinasikan dengan dosis dasar 100 kg Urea, 125 kg SP-36, dan 75 kg KCl
Manfaat Pemupukan Berimbang
1. Meningkatkan Produktivitas, meningkatkan hasil panen padi
2. Meningkatkan Kualitas, meningkatkan kualitas gabah
3. Mengurangi Kerusakan Lingkungan, mengurangi dampak negatif penggunaan pupuk kimia berlebihan
Penulis : Yana Suryana, SP