Kursus Tani 1 Perlakuan Benih Dan Pembibitan Tanaman Terong
Perlakuan Benih
Perlakuan benih terong sebelum disemai bertujuan untuk mempercepat perkecambahan dan meningkatkan daya tahan bibit. Berikut adalah beberapa metode perlakuan yang umum digunakan:
1. Perendaman
Perendaman berfungsi untuk melunakkan kulit benih yang keras dan mempercepat proses imbibisi (penyerapan air oleh benih). Langkah- langkah yang dilakukan dalam perendaman adalah menyiapkan air hangat kuku (sekitar 30-40°C). Air yang terlalu panas dapat merusak embrio benih, Rendam benih selama 3 hingga 4 jam. Jangan merendam terlalu lama (lebih dari 8 jam) karena dapat menyebabkan benih busuk atau kekurangan oksigen. Dan Benih yang baik umumnya akan tenggelam, sementara benih yang mengapung mungkin kurang baik (kopong), namun tetap bisa disemai.
2. Perlakuan Fungisida (Opsional, Direkomendasikan)
Perlakuan ini sangat penting untuk mencegah serangan jamur atau patogen yang dapat menyebabkan penyakit busuk semai (damping-off) pada tahap awal pertumbuhan. Adapun langka langkah yg dilakukan adalah Setelah perendaman air hangat, tiriskan benih. Campurkan benih dengan fungisida bubuk atau cair sesuai dosis anjuran pada kemasan produk. Aduk hingga benih terlapisi secara merata., Biarkan benih mengering sebentar sebelum disemai., Sebagai alternatif alami, Anda bisa menggunakan larutan bawang putih atau perasan daun pepaya sebagai fungisida alami.
3. Pemeraman Benih (Opsional, untuk Mempercepat)
Pemeraman dilakukan setelah perendaman (dan perlakuan fungisida, jika ada) untuk mempercepat munculnya radikula (akar pertama). Langkah-langkah: Siapkan kain lembab atau tisu yang dibasahi. Letakkan benih di atas kain/tisu, kemudian lipat atau gulung dengan longgar. Simpan di tempat yang gelap dan hangat selama 1-2 hari. Periksa benih secara berkala. Segera lakukan penyemaian setelah terlihat tunas putih kecil muncul.
Pembibitan Terong
Pembibitan terong dimulai dengan merendam benih, lalu menyemainya di media tanam (campuran tanah, pasir/sekam, kompos) dalam wadah beralas lubang, ditutup tipis, disiram, dan ditutup plastik bening di tempat teduh hingga berkecambah (3-12 hari). Setelah bibit punya 3-4 daun, pindahkan ke polibag atau lahan tanam setelah diaklimatisas
- Persiapan Benih
Rendam benih dalam air hangat (sekitar 55°C) selama 15 menit atau rendam dalam air + cairan perangsang tumbuh (JPT) bawang merah 1 jam. Tiriskan, lalu bungkus dengan kain lembap dan diamkan 24 jam atau hingga mulai berkecambah.
- Persiapan Media Semai
Siapkan wadah semai (nampan/tray) berlubang drainase. Campur media: Tanah : Pasir/Sekam : Kompos (1:1:1) atau Tanah : Sekam Bakar (1:1). Masukkan media ke wadah sekitar 3/4 penuh.
- Penyemaian
Tabur benih merata di media, tutup tipis dengan media tanam. Semprot air halus hingga lembap, lalu tutup wadah semai dengan plastik bening (beri lubang). Letakkan di tempat teduh.
- Perawatan Bibit
Buka plastik saat benih berkecambah. Siram 1-2 kali sehari jika media kering, jangan terlalu basah. Setelah 3-4 daun, pindahkan ke polibag/lahan setelah diaklimatisasi (jemur sebentar tiap hari).
Penulis : Analisa, S. Pt