Loading...

Kursus Tani di BP3K Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul

Kursus Tani di  BP3K Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul
Masih rendahnya pengetahuan, keterampilan dan motivasi menjadi salah satu penyebab ketertinggalan petani dalam berbagai hal. Baik dari sisi ekonomi, manajemen maupun akses-akses kemajuan lainnya. Akibatnya petani selalu dalam kondisi tidak berdaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut serta untuk Optimalisasikan Peran Penyuluhan dalam Pendampingan Program Swasembada Pangan di Tingkat BP3K dan WKPP maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melaksanakan Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPTT) Optimalisasi Peran Penyuluhan Dalam Pendampingan Program Swasembada Pangan di Tingkat BP3K dan WKPP. Dalam pelaksanaan GPTT, Penyuluhan Pertanian memiliki peran yang sangat penting terutama dalam memotivasi, mendampingi dan mengawal petani (kelompok tani) dalam penerapan inovasi teknologi yang salah satu kegiatannya adalah kursus tani.Tujuannya pelaksanaan kursus tani adalah meningkatkan pengetahuan, kecakapan, sikap dan pengalaman petani. Selain itu, dengan Kursus Tani diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang timbul dalam usaha tani, menambah pengetahuan, meningkatkan keterampilan, menumbuhkan sikap positif dan kreatifitas serta mengembangkan sikap kepemimpinan petani. BP3K Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogjakarta melaksanakan kursus tani dengan melibatkan 20 orang perwakilan dari Kelompok Tani yang berada di Kecamatan Sedayu dengan penyuluh pertanian sebagai narasumbernya. Materi kursus tani kali ini adalah pembuatan pupuk organik berbahan baku Tagetes minuta atau yang lebih dikenal dengan Bunga Tahi Kotok (Tagetes Erecta L). Tanaman ini memiliki bau tak sedap yang sangat dibenci nyamuk. Bukan hanya nyamuk yang menghindar, tetapi juga serangga lainnya. Di lahan-lahan pertanian, tahi kotok kerap ditanam berselang-seling dengan tanaman sayur untuk menolak serangan hama. Zat terthienyl yang terdapat dalam tahi kotok akan menghambat kerja berbagai enzim yang ada dalam tubuh larva nyamuk. Zat lain dalam akar tahi kotok pun mampu membasmi jentik nyamuk dengan cara menghambat kerja enzim dalam tubuh nyamuk. Tagetes Erecta L dapat digunakan untuk membunuh hama pada padi dengan merebus daunnya ditambah dengan sabun cuci, bawang putih dan air.Diharapkan melalui kegiatan kursus tani ini dapat terjadi sharing informasi diantara petani dan penyuluh pertanian sehingga pada akhirnya petani memiliki kemampuan dan dapat menjadi petani mandiri yang sejahtera. (Nurlaily).