Kursus Tani adalah metode penyuluhan yang dirancang sebagai proses belajar mengajar yang ditujukan bagi pelaku utama dan keluarganya. Kegiatan ini diselenggarakan secara sistematis, teratur, dan dalam jangka waktu tertentu. Dalam Kursus Tani, pelaku utama dan pelaku usaha diberdayakan sebagai peserta, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka terkait sistem usaha pertanian terpadu. Tujuan lainnya adalah agar peserta mampu meningkatkan skala usaha taninya sesuai dengan potensi lokal yang ada.
Kursus Tani juga diartikan sebagai pertemuan yang difokuskan pada pemecahan masalah dalam usaha tani, mempertimbangkan beberapa alternatif penanggulangan. Pola Kursus Tani didesain agar memberikan kesempatan belajar yang maksimal kepada petani, memungkinkan mereka berinteraksi dengan realitas pertanian secara langsung, dan mendorong mereka menemukan ilmu dan prinsip secara mandiri. Pendekatan ini tidak hanya melibatkan "belajar dari pengalaman" tetapi juga merupakan suatu proses "penemuan ilmu" yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks perubahan yang cepat di zaman ini, penting untuk menciptakan petani yang tangguh dan siap menghadapi dinamika serta tantangan masa depan. Harapannya, kursus tani dapat mempersiapkan petani dengan kemampuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan produksi pertanian dan skala usaha tani, sehingga pendapatan di daerah tersebut dapat meningkat.
Kursus Tani diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dengan tujuan utama memberikan pemahaman lebih dalam tentang potensi sumber daya setempat, menyusun rencana usaha efektif, mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan, serta menerapkan teknologi yang sesuai dengan lingkungan secara sinergis dan berwawasan lingkungan.
1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan petani dalam menjalankan kegiatan pertanian serta mengembangkan usahanya agar mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi;
2. Meningkatkan pengetahuan petani dalam aspek budidaya dan usaha pertanian, dengan harapan dapat membentuk keterampilan tambahan yang relevan dengan perkembangan sektor pertanian;
3. Menggerakkan dan memberdayakan Kelompok Tani untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan usaha tani dan pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan;
4. Mencari solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku utama dan pelaku usaha dalam sektor pertanian, dengan tujuan meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
Ruang lingkup kegiatan Kursus Tani ini difokuskan pada variabel-variabel yang berkaitan dengan sumber daya manusia, khususnya pengurus kelompok tani, anggota kelompok tani, dan petani muda/milenial. Fokusnya terutama pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka, yang secara langsung mempengaruhi keberhasilan dalam pembangunan pertanian. Beberapa aspek kunci yang dapat termasuk dalam ruang lingkup kegiatan ini melibatkan:
1. Pengembangan Pengetahuan Pertanian
Menyediakan informasi dan pemahaman mendalam tentang praktik-praktik terbaik dalam pertanian, teknologi pertanian terkini, dan pengetahuan umum terkait sektor pertanian.
2. Peningkatan Keterampilan Praktis
Mengajarkan keterampilan praktis yang relevan, seperti teknik pertanian, manajemen sumber daya, penggunaan teknologi pertanian, serta keterampilan manajerial dan kepemimpinan untuk pengurus kelompok tani.
3. Peningkatan Sikap Positif
Mendorong sikap positif terhadap inovasi, perubahan, dan berkelanjutan dalam pertanian. Hal ini melibatkan motivasi untuk mengadopsi praktik-praktik baru, beradaptasi dengan perubahan, dan berkontribusi pada pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
4. Pemberdayaan Kelompok Tani
Mendorong kolaborasi dan keterlibatan aktif dari pengurus kelompok tani dan anggota kelompok tani dalam pembangunan pertanian. Ini termasuk penguatan kapasitas kelompok tani untuk mengelola usaha pertanian secara kolektif.
5. Penyediaan Informasi untuk Petani Muda/Milenial
Menyampaikan informasi yang relevan dan menarik bagi petani muda/milenial untuk meningkatkan minat dan keterlibatan mereka dalam kegiatan pertanian.
6. Keterlibatan Petani Muda/Milenial
Mengaktifkan partisipasi dan keterlibatan aktif petani muda/milenial dalam kegiatan pertanian, termasuk penerapan teknologi pertanian yang modern.
7. Pemahaman tentang Keberlanjutan Lingkungan
Memperkenalkan konsep dan praktik pertanian yang berkelanjutan secara lingkungan, sehingga pengurus kelompok tani, anggota kelompok tani, dan petani muda/milenial dapat berkontribusi pada pelestarian sumber daya alam.
Dengan fokus pada variabel-variabel tersebut, diharapkan kegiatan Kursus Tani dapat memberikan dampak yang positif terhadap sumber daya manusia di sektor pertanian, mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berhasil.
Lokasi yang digunakan untuk kegiatan Kursus Tani yaitu di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat sebagai lokasi kegiatan Kursus Tani karena desa tersebut merupakan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) memiliki beberapa alasan yang strategis. Berikut adalah beberapa alasan pemilihan lokasi tersebut:
1. Fokus pada Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP)
Desa Cipondok dipilih karena termasuk dalam wilayah kerja penyuluh pertanian, yang menjadi fokus strategis dalam upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani di wilayah tersebut.
2. Optimalisasi Dukungan Penyuluh Pertanian
Dengan memilih desa yang merupakan wilayah kerja penyuluh pertanian, kegiatan Kursus Tani dapat lebih optimal dalam memberikan dukungan, bimbingan, dan peningkatan kapasitas kepada petani. Penyuluh pertanian dapat lebih mudah memantau dan mendukung implementasi hasil kursus.
3. Peningkatan Keberlanjutan Usaha Pertanian
Lokasi ini dipilih dengan tujuan meningkatkan keberlanjutan usaha pertanian di wilayah tersebut. Kursus Tani dapat membantu petani dalam menerapkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.
4. Adopsi Inovasi Pertanian
Desa Cipondok, sebagai wilayah kerja penyuluh pertanian, sebagai tempat yang tepat untuk mendorong adopsi inovasi pertanian. Kursus Tani dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi pertanian terbaru.
5. Keterlibatan dan Partisipasi Petani yang Optimal
Dengan memilih desa yang menjadi wilayah kerja penyuluh pertanian, diharapkan dapat memudahkan keterlibatan dan partisipasi aktif petani dalam kegiatan kursus. Hal ini dapat mendukung terbentuknya komunitas belajar yang berkelanjutan.
6. Dukungan dan Kerja Sama Lokal
Pemilihan lokasi di dalam wilayah kerja penyuluh pertanian dapat mencerminkan adanya dukungan dan kerja sama yang baik dengan pihak lokal, seperti pemerintah desa, kelompok tani, dan stakeholders lainnya.
Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, Desa Cipondok menjadi pilihan yang strategis untuk menjalankan Kursus Tani sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Peserta Kursus Tani pada kursus tani terdiri dari pengurus beserta anggota Kelompok Tani Aria Kamuning Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, dengan total 10 orang peserta. Komposisi peserta melibatkan 5 orang petani dewasa dan 5 orang petani muda. Partisipasi mereka dalam kursus ini diharapkan akan memberikan keuntungan signifikan karena melibatkan dua kelompok usia yang berbeda dengan pengalaman dan perspektif yang beragam.
Kegiatan Kursus Tani dilaksanakan pada Hari Kamis, 20 Febuari 2025. Lokasi kegiatan diselenggarakan di Sekertariat Kelompok Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Materi yang disampaikan pada kegiatan Kursus Tani di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin adalah:
1. Penggunaan Organik Cair Pada Sawah Tanda Hujan
2. Pemasaran Digital Hasil Pertanian
Narasumber yang menyampaikan materi dalam kegiatan Kursus Tani kursus tani ini adalah Penyuluh Pendamping Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) desa setempat.
Tingkat kehadiran pada Kursus Tani di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan adalah sebagai berikut:
1. Kursus Tani
- Peserta (10 Orang)
- Tamu Undangan:
· Koordinator BPP Cibingbin
· PU Supervisi
· Penyuluh Pertanian Desa Cipondok
Bahan yang disampaikan dalam Kursus Tani adalah:
1. Kursus Tani
- Penggunaan organic cair pada sawah tanda hujan
- Pemasaran digital hasil pertanian
Hasil pertemuan pada kegiatan Kursus Tani di Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan adalah sebagai berikut:
1. Kursus Tani
- Peserta menyadari pentingnya penggunaan pupuk organic cair secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kesadaran ini dapat mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan dan optimal.
- Peserta memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair tepat waktu, dosis, cara sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.
- Peserta menyadari pentingnya pemasaran digital di era modern sehingga dapat bertumbuh kembangankan dalam penjualan hasil pertanian.
- Peserta memiliki pengetahuan tentang cara pemasraan digital karena utuk memudahkan dalam pemasaran digital.
Implikasi Hasil Kegiatan
· Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka terkait pemupukan, pencatatan usaha tani, dan analisis usaha tani. Hal ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam praktik sehari-hari mereka.
· Pendorong Perilaku Berkelanjutan
Kesadaran tentang pentingnya pemupukan seimbang dan pencatatan usaha tani dapat menjadi pendorong untuk adopsi praktik pertanian berkelanjutan dan peningkatan produktivitas.
· Dukungan Keputusan Berbasis Data
Pencatatan usaha tani dapat memberikan dasar data yang kuat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam perencanaan dan manajemen pertanian di masa depan.
Hasil dari Kursus Tani ini memberikan indikasi positif terhadap pencapaian tujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani di Desa Cipondok. Selanjutnya, implementasi hasil-hasil ini di lapangan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap pengembangan pertanian lokal.
1. Masalah yang dihadapi petani dalam kursus tani:
- Masih ketergantungan menggunakan pupuk anorganik
- Manajemen sumber daya belum dilaksanakan dengan optimal
2. Berikut adalah beberapa pemecahan masalah berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi petani dalam kursus tani, terutama terkait kuranmgnya bahan baku pupuk organik dan pelaksanaan manajemen sumber daya yang belum optimal:
- Mendorong petani untuk mencari bahan baku pembuatan pupuk organik atau pupuk buatan sendiri yang dapat diproduksi secara lokal. Hal ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi dan merangsang praktik pertanian berkelanjutan.
- Mendorong petani untuk menerapkan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan yang melibatkan pengelolaan air, tanah, dan tanaman secara efisien. Hal ini dapat mencakup rotasi tanaman, penanaman tutupan tanah, dan penggunaan metode irigasi yang hemat air.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Kursus Tani di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, berhasil diselenggarakan dengan sukses dan melibatkan partisipasi aktif dari pengurus kelompok tani, anggota kelompok tani, dan petani milenial. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari berbagai kelompok usia, menciptakan lingkungan pembelajaran yang beragam dan produktif. Materi pelatihan yang melibatkan Penggunaan Organik Cair Pada Sawah Tanda Hujan serta Pemasaran Digital Hasil Pertanian, memberikan wawasan mendalam tentang aspek-aspek kritis dalam praktik pertanian.
Peserta berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka terkait Penggunaan Organik Cair Pada Sawah Tanda Hujan dan Pemasaran Digital Hasil Pertanian, mencerminkan pencapaian tujuan kursus untuk meningkatkan kapasitas para petani. Selain itu, peserta tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka terhadap praktik pertanian, tetapi juga menjadi terbiasa dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi secara bersama-sama. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan dukungan antar petani, mendukung pertumbuhan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa Kursus Tani di WKPP Desa Cipondok memiliki potensi memberikan dampak positif pada produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat membantu petani mengoptimalkan praktik pertanian mereka. Lebih lanjut, keterlibatan petani milenial diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pemberdayaan mereka dalam sektor pertanian, mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dan peluang di dunia pertanian yang terus berubah. Dengan demikian, Kursus Tani ini tidak hanya memberikan manfaat pendidikan langsung kepada peserta, tetapi juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pembangunan pertanian yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Kegiatan Kursus Tani telah terbukti memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani. Selain itu, demi mencapai hasil yang optimal pada kegiatan mendatang, sebaiknya dipertimbangkan penambahan waktu pelaksanaan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi peserta kursus untuk menyerap dan mengimplementasikan informasi yang diberikan, sehingga tingkat adopsi teknologi dapat ditingkatkan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perpanjangan waktu pelaksanaan juga dapat menjadi platform yang lebih komprehensif untuk mendiskusikan dan mengeksplorasi konsep-konsep yang lebih mendalam, memberikan dampak yang lebih positif dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan petani.
Dengan terselenggaranya Kursus Tani, diharapkan para peserta dapat mengalami peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mereka. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan bekal baru, tetapi juga bertujuan membuat peserta menjadi terbiasa dan mampu mengidentifikasi serta mengatasi masalah-masalah yang sering dihadapi dalam kegiatan pertanian mereka, dengan kemampuan mencari solusi secara bersama-sama.
Keberhasilan Kursus Tani ini dapat terwujud berkat adanya kerja sama yang solid, sinergi kegiatan, koordinasi, dan konsolidasi yang baik antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, BPP Cibingbin, Pemdes Cipondok, PPL, serta Kelompok Tani dan Gapoktan di WKPP Desa Cipondok, terutama selama proses pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, harapan kami adalah bahwa hasil kegiatan ini dapat membantu petani menjadi lebih mahir dalam mengelola usaha pertanian mereka dan menciptakan peluang usaha baru, sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatan mereka secara berkelanjutan.