Super Indo Berkebun merupakan sebuah komunitas yang dibentuk oleh Super Indo, dengan tujuan memasyarakatkan kegiatan urban farming dengan memanfaatkan lahan kosong di gerai Super Indo. Di Wilayah Kabupaten Bogor, Superindo Berkebun dilaksanakan di gerai Superindo yang berada di Kelurahan Pabuaran, Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 42, Pabuaran, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini resmi dibuka pada tanggal 06 Oktober 2018. Dari kegiatan ini diharapkan menjadi wadah masyarakat dalam memproduksi sendiri kebutuhan sayuran segar, wadah belajar bagaimana mengelola kebun sampai panen berada ditangan, dan menjadi langkah kecil untuk menerapkan gaya hidup sehat kepada pelanggan dan masyarakat sekitar. Sebagai nara sumber untuk kegiatan ini, Superindo telah menggandeng BPP Wilayah IX sejak tahun 2018. Semua penyuluh bergantian memberikan materi sesuai kurikulum yang diberikan oleh Super Indo. Selain materi juga diberikan praktek untuk berkebun sesuai tema yang diberikan. Memasuki tahun 2023, kegiatan Super Indo Berkebun mengalami beberapa perubahan diantaranya peserta kelas kebun. Biasanya peserta Kelas Super Indo berkebun adalah masyarakat pelanggan Super Indo, yang mendaftar sebagai peserta dengan membeli 2 benih yang ditentukan panitia. Tetapi tahun 2023, peserta Kelas Super Indo Berkebun adalah murid-murid SLB (Sekolah Luar Biasa) Mekar Sari Cibinong. Jumlah pesertanya dahulu maksimal 15 orang setiap pertemuan sekarang meningkat hampir 2x lipat menjadi 28 orang. Karena pesertanya adalah murid-murid istimewa dari SLM Mekar Sari, nara sumber yang dibutuhkan lebih dari 2 orang. Penyuluh di BPP Wilayah IX dibagi menjadi 2 team. Setiap minggunya hadir 4 orang nara sumber untuk memberikan pengajaran tentang pertanian perkotaan. Jumat (10/2/2023) bertempat di Super Indo Pabuaran telah dilaksanakan pertemuan kedua dalam rangkaian Kegiatan Super Indo berkebun. Kegiatan Super Indo berkebun rencananya akan berlangsung dari tanggal 3 februari hingga 10 Maret 2023 mendatang. Yang menjadi narasumber kali ini adalah Desri Mulyati W, Eva Bonny EMS, Nisa Ulkhurriyyah, Dadi Santoso serta Koordinator Super Indo Berkebun : Selvia K dan Koordinator BPP Wilayah IX : Edy Tugas Karyawan. Tema pertemuan kedua adalah pupuk organik. Peserta diajak untuk membuat pupuk organik yang berasal dari limbah rumah tangga dan bahan-bahan yang mudah didapat di alam. Acara dimulai pada pukul 08.00 tepat hingga pukul 10.30 WIB. Peserta Kelas Superindo Berkebun terdiri dari Tuna Grahita, Tuna Rungu, Autis dan Down Syndrome. Dengan segala keterbatasan yang ada, nara sumber menyampaikan materi tentang pupuk organik, berbagai manfaat dari pupuk organik, bentuk pupuk organik serta cara pembuatan pupuk organik. Sebelum memulai kelas, peserta diberikan pre test tentang pengetahuan organik yang diketahui. Setelah materi, dengan soal yang sama peserta diminta untuk menjawab soal. Hasilnya pengetahuan peserta meningkat sebesar 26% tentang pupuk organik. Karena ini kelas istimewa, diantara pemberian materi, diberikan ice breaking supaya peserta tidak kabur dan menarik. Praktek pembuatan POC diberikan bertujuan supaya peserta bisa membuat sendiri bisa pupuk untuk tanamannya sehingga lebih sehat, lebih murah dan lebih mudah. tidak tergantung dari pupuk kimia. Bahan yang digunakan diantaranya air kelapa, air cucian beras, yakult, gula merah, telur dan mecin. Pupuk ini bisa digunakan untuk tanaman sayuran yang mengandung buah seperti tomat, terong, cabai, kacang panjang, timun dll. Aplikasi pada tanaman menggunakan perbandingan 1:10 disemprotkan di sore hari dibawah daun. Oleh : Desri Mulyati Widaningsih, SP )* )* Penyuluh Pertanian Ahli Muda BPP Wilayah IX Kabupaten Bogor