Loading...

KUTU PUTIH PADA TANAMAN KOPI

KUTU PUTIH PADA TANAMAN KOPI
PENDAHULUAN Kutu dompolan berbentuk bulat lonjong agak pipih. Tubuh larva dan dan kutu betina ditutupi oleh lilin dan bersayap. Satu ekor kutu dompolan dewasa dapat menghasilkan 50 hingga 200 telur. Setelah 4-5 hari kemudian, telur tersebut akan menetas menjadi nimfa berwarna putih dan dapat menyerang tanaman seperti kutu dewasa. Kutu dompolan menyerang tanaman kopi dengan jalan mengisap cairan pada kuncup bunga, buah kopi muda, ranting, bahkan daun muda. Akibat serangan hama kutu dompolan, pertumbuhan tanaman kopi terhenti, daun-daun menguning, calon bunga gagal menjadi bunga, dan buah rontok. Bila buah yang terserang tidak rontok, maka perkembangannya terhambat dan kulit buah keriput sehingga mutu buah rendah. Kutu dompolan berasosiasi dengan semut. Kotoran kutu mengandung gula sehingga disukai semut. Sebaliknya semut menyebarluaskan hama tanaman kopi ini untuk mencarikan tempat baru. Selain berasosiasi dengan semut, kutu juga menjadi vektor (pembawa) cendawan atau penyakit lainnya misalkan cendawan jelaga. MASALAHSerangan kutu putih (Planococcus citri) yang mematuk dan mengisap kuncup bunga, bunga dan pentil buah kopi mampu menurunkan produksi hingga 50-75 persen. Namun kurangnya pengetahuan penyuluh tentang pengendalian hama kutu putih menjadikan hama ini susah di basmi. PEMECAHAN MASALAHDengan melakukan penyuluhan yang berkelanjutan tentang pengendalian hama kutu putih akan menjadikan penyuluh paham dan mampu melakukan pengendalian Hama Kutu Putih ini pada tanaman Kopi. DESKRIPSI Klasifikasi kutu putih : Kingdom : Animalia, Phylum : Arthropoda, Class : Insecta, Ordo : Homoptera, Genus : Ferrisia, Species : F. virgata. Gambar disamping adalah kutu putih yang berbentuk oval, imago betina berukuran 1-2 mm, berwarna putih dan disekeliling tubuhnya terdapat 14-18 pasang lilin seperti duri. Nimfa instar 1 berukuran berkisar 0,5 mm. imago jantan mempunyai sayap. Lama hidup imago jantan 2-4 hari dan imago betina dapat mencapai 102 hari. Telur diletakkan dalam kelompok didalam jalinan benang (seperti kapas) dibawah tubuh imago betina. Serangan kutu putih (Planococcus citri) yang mematuk dan mengisap kuncup bunga, bunga dan pentil buah kopi mampu menurunkan produksi hingga 50-75 persen. Hama ini bisa ditekan dengan cara menanam tanaman penaung kopi agar udara di kebun cukup lembab. Dalam kondisi lembab, agen hayati seperti P. citri dan jamur Emphusa fresenii akan bekerja optimal menekan hama. Selain itu populasi kutu bisa ditekan dengan menggunakan predator kutu loncat (Heteropsylla cubana) yaitu kumbang biru (Curinus coeruleus). Pengendalian hama ini dilakukan dengan pengaturan pemangkasan daun, pemupukan, dan pemeliharaan secara tepat. Selain itu juga harus dikembangkan varietas kopi yang tahan terhadap penyakit ini. Pengendalian lain yang dapat dilakukan untuk menekan serangan hama Planococcus sp. antara lain :1. Kultur Teknis- Sanitasi kebun dari gulma dan tanaman lainnya.2. Biologi- Pemanfaatan musuh alami seperti semut hitam dan jamur parasit Empusa fresenii, predator Cryptolaemus montrouzieri (Coccinelidae) dan Lemtomastidae abnormis. - Pemanfaatan insektisida botani seperti ekstrak umbi bawang putih dicampur cabai- Penggunaan ekstraks jarak dan ekstrak mimba.3. Insektisida Sintetik- Insektisida Karbosulfan, Dimetoat, Malation, Metil Paration, dan Diazinon.