KWT Tanam Sayur Perjuangkan Kemandirian Pangan Desa
Sore diiringi rintik gerimis tidak menghalangi penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Sejangat bergerak ke arah Kampung Panglong. Ibu-ibu RT 9 RW 2 Dusun Sukaramai sudah ramai menunggu. Hari ini agenda penyuluhan teknis budidaya sayuran di kebun kolektif dan halaman rumah. Penyuluh pertanian mengarahkan ke pertanian organik yang ramah lingkungan. Pertanian organik adalah metode pertanian yang menggunakan prinsip-prinsip alami dan berkelanjutan untuk menghasilkan produk pertanian yang sehat. PPL menyarankan KWT Uswatun Hasanah agar menggunakan kompos dan pupuk alami untuk menyuburkan tanaman. Ada pun guna mengendalikan hama tanaman, disarankan Pestisida Nabati. Itulah tema khusus pertemuan ibu-ibu tani di sore yang mendung ini.
Selayang pandang pada Tahun 2024, PPL membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Uswatun Hasanah. KWT Uswatun Hasanah didasari oleh inisiatif kaum wanita di Desa untuk belajar Bersama. Dalam hal ini guna meningkatkan kemampuan berorganisasi dan berlatih menanam sayuran secara organik. Para anggota KWT melalui pertemuan bersama PPL belajar teknik menanam sayuran yang lebih baik agar hasilnya maksimal. Termasuk persiapan lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan, serta teknik pembuatan pupuk kompos, pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida alami.
Anggota KWT menyiapkan lahan kosong atau pekarangan rumah untuk diubah menjadi kebun sayur produktif yang menyediakan sumber pangan sehat bagi keluarga. Kebun kolektif dikerjakan bersama sesuai jadwal gotong royong di Hari Rabu dan Minggu sore. Ada pun anggota KWT juga melakukan budidaya sayuran di pekarangannya rumah. Prinsip walaupun ukuran kebun sayur kecil, jika sayur ditanam di setiap rumah, maka diharapkan produksinya bisa menjadi besar. Dengan memproduksi sayur-mayur, para anggota dapat menghemat pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan sehari-hari.
KWT UH bergerak memulai Gotong Royong budidaya sayuran lagi. Melalui penyuluhan, diupayakan mereka menyadari bahwa bekerja sama dalam kelompok akan mempermudah proses penanaman, perawatan dan panen. Anggota KWT telah membersihkan kebun, mereka menyiapkan lahan dengan mempertimbangkan sinar matahari yang cukup dan memiliki akses air yang mudah. Para anggota bersama menyiapkan media tanam dengan mencampur tanah dan pupuk kompos. Sayur-mayur yang dibudidayakan anggota KWT Uswatun Hasanah adalah sayur kangkung dan bayam. Sekeliling kebun ada tanaman pangan seperti ubi dan pisang, serta Toga alias tanaman obat keluarga.KWT Uswatun Hasanah budidaya sayuran secara organik, menggunakan pupuk kandang serta pestisida nabati untuk mengendalikan hama dan penyakit.
Ketua KWT menyampaikan bahwa anggota kelompok merasakan manfaat budidaya sayuran di lahan kolektif dan pekarangan rumah. Prosesnya membuat bahagia dan hasilnya bisa memenuhi kebutuhan sayur keluarga. Uswatun Hasanah di Bulan November berhasil panen 120 ikat sayur kangkung, mereka menjual langsung ke rumah warga. Apabila panen sayur melimpah, mereka membawanya ke agen sayur di Pasar terdekat. Hasil penjualan sayur, utamanya kangkung masuk ke kas keuangan kelompok. KWT mendanai kegiatan mereka seperti diskusi rutin dan kampanye mengajak warga lainnya agar menanam sayur. Hal tersebut guna menyebarkan pesan positif agar semua warga mulai menanam sayur di pekarangan masing-masing. Dari mereka kita belajar bahwa kemandirian pangan desa adalah sebuah hal yang layak diperjuangkan.