Warga di Kecamatan Rendang, Karangasem, terutama para petaninya didorong untuk mengembangkan peternakan sapi, mengingat ternak ini cukup potensial. Selain itu, pengembangan bunga krisan juga cukup menjanjikan, saat ini baru tiga kelompok tani dengan kontak tani IGN Alit yang mengembangkan krisan, jenis bunga itu baru uji coba dikembangkan pada lahan dua hektar, sementara permintaan bunga tersebut cukup tinggi. Selama ini, puluhan hektar bunga eidelweis sudah dikembangkan di wilayah Besakih dan sangat menguntungkan petani di kaki Gunung Agung di atas kawasan Besakih. 'Bunga krisan sangat digandrungi khususnya untuk keperluan di hotel, restoran dan kegiatan ulang tahun,' tambahnya. Sementara ternak sapi Bali di Rendang termasuk paling banyak di Karangasem mencapai lebih dari 30.000 ekor. Tiap peternak terutama di Desa Pempatan minimal memiliki 10 ekor sapi penggemukan. Bahkan, yang kaya memiliki sapi 600 ekor. Potensi pengembangan sapi Bali masih bisa terus dilakukan, mengingat Rendang merupakan daerah basah dan pakan ternak dari rumput gajah dan pepohonan ada sepanjang tahun, selama ini warga di pinggir hutan lindung Pempatan memanfaatkan areal hutan itu untuk menanam rumput gajah. Warga diminta mau menjaga, melestarikan dan bila perlu memperbanyak menanam pohon di hutan itu, sehingga tak menjadi gundul dan gersang. Pengembangan komoditi ternak dan tanaman hortikultura di wilayah Rendang, diharapkan kian meningkatkan pendapatan petani. Diakui selama ini masih cukup banyak penduduk miskin di wilayah itu, total mencapai lebih dari 2.220 KK, dari jumlah total KK 35.811. (013)