Loading...

LAHAN SL HORTI, SENTRA PENDIDIKAN DAN PERDAGANGAN

LAHAN SL HORTI, SENTRA PENDIDIKAN DAN PERDAGANGAN
Walikota Denpasar, Rai Mantra, meninjau kegiatan SL Horti di Pantai Matahari Terbit, Kamis (25/10). Didampingi oleh Ketua YPS (Yayasan Pembangunan Sanur), Kadis DPTPH (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura) Kota Denpasar, serta I Made Sudiartana, sebagai petani pengelola lahan, Walikota menyempatkan diri untuk memanen labu kuning dan semangka. Beliau berharap lahan ini dapat menjadi college bagi petani, sebagai tempat belajar bercocok tanam hingga pemasaran. Berbagai teknologi yang digunakan di lahan SL dapat dengan mudah diaplikasikan oleh petani, sehingga dengan lahan yang relatif sempit, pendapatan petani justru meningkat, sebab nilai komoditi yang dibudidayakan jauh lebih tinggi daripada padi. Selain itu, kaum muda yang selama ini enggan menjadi petani, diharapkan tertarik menekuni profesi ini setelah melihat demplot SL. Bagaimana caranya supaya anak-anak muda mau menjadi petani dengan belajar dulu di sini cara menyelesaikan masalah-masalah pertanian melalui Sekolah Lapang ini, Rai Mantra berpesan. Setelah komoditi hortikultura dihasilkan petani, yang menjadi permasalahan berikutnya adalah pemasaran hasil. Umur buah atau sayur sangat singkat, bahkan ada yang dua hingga tiga hari semenjak panen akan rusak. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk menemukan cara mempercepat arus pasar. Ini pulalah yang menjadi pertanyaan para petani peserta SL. Dalam dialog singkatnya, Rai Mantra berharap kelanjutan dari kegiatan SL Horti tersebut adalah pembentukan pasar lelang, di mana penjual dan pembeli bertemu untuk mencapai kesepatakan harga. Beliau pun menyampaikan bahwa sebuah area informasi bagi petani juga diperlukan, sehingga mereka dapat mengetahui komoditi yang diperlukan pasar beserta harganya, dan pihak “ pihak yang perlu dihubungi supaya pemasaran hasil semakin lancar. Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R.,SP (PP Pertama)