Pemanfaatan limbah peternakan khususnya kotoran ternak sapi merupakan salah satu solusi alternatif yang tepat untuk mengatasi kelangkaan dan naiknya harga pupuk yang sering terjadi pada kegiatan pertanian. Walaupun kegiatan ini telah dilakukan oleh para petani, namun sebagian besar belum optimal, masih sekedarnya saja. Masih banyak kotoran ternak sapi yang belum mendapatkan perlakuan pengolahan sehingga belum mampu memberikan manfaat yang cukup bagi kesuburan tanaman maupun peningkatan unsure organic di lahan pertanian Untuk itu telah dilaksanakan latihan pengolahan limbah sapi dalam hal ini kotoran sapi secara sederhana kepada Penyuluh Pertanian yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Klungkung tanggal 22 Oktober 2012, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para Penyuluh Pertanian akan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos yang pada akhirnya mampu menyalurkannya kepada petani diwilayah binaannya. Adapun bahan yang dipakai antara lain; kotoran sapi, sekam padi, EM4 sebagai pemacu mikroorganisme dan dedak padi media tumbuh bagi mikroorganisme tersebut.Tempat pembuatan adalah sebidang tempat beralas terpal ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. Pembuatannya adalah pertama kotoran sapi diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ± 60%, diberi sekam padi, dan EM4 sesuai dosis, selanjutnya seluruh bahan campuran diaduk secara merata. Setelah satu minggu di lokasi 1, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara diaduk/dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan.** Kristianta KKPP Klungkung