PERANGKAP LIKAT KUNING Bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum) merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang sudah sejak lama diusahakan petani secara intensif. Komoditas bawang merah merupakan sumber pendapatan dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Budidaya bawang merah mengalami risiko saat berada di pertanaman, diantaranya kerusakan akibat iklim mikro dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). OPT yang berpotensi menyebabkan kehilangan hasil pada tanaman bawang merah diantaranya ulat bawang, lalat pengorok daun, trips, ulat grayak, orong-orong (anjing tanah), penyakit trotol (bercak ungu), penyakit antraknosa, penyakit layu fusarium (moler), penyakit embun tepung, dan virus mosaik bawang.Konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam kegiatan pengendalian OPT secara ramah lingkungan merupakan pendekatan ekologis yang bersifat multidisiplin dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian OPT yang kompatibel dalam suatu koordinasi pengelolaan OPT. Pelaksanaan PHT dilaksanakan sejak perencanaan tanam sampai pascapanen, termasuk pemilihan lahan, benih, pemeliharaan tanaman, pengamatan OPT, keputusan pengendalian, panen dan penanganan pascapanen. Prinsip PHT didasari oleh empat prinsip, budidaya tanaman sehat, pemanfaatan musuh alami, pengamatan rutin dan melatih petani sebagai ahli PHT.Pemasangan perangkap ini dilakukan sebanyak 40 lembar per hektar, dengan ketinggian sekitar 50 cm agar perangkap dapat bekerja secara optimal. Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap atau 15 hari setelah pemasangan, maka perlu dilakukan penggantian dengan perangkap yang baru.Pengendalian hama terpadu (PHT) adalah pengendalian yang dilakukan untuk menekan penggunaan pestisida sintetik di pertanaman. Pengendalian hama terpadu (PHT) dilakukan secara fisik, mekanik, pergiliran dan rotasi tanaman lebih bersifat ramah lingkungan. Pemantauan hama di pertanaman penting dilakukan untuk menentukan upaya preventif pengendalian hama, antara lain dengan menggunakan perangkap likat kuning (yellow sticky trap). Serangga umumnya tertarik dengan cahaya, warna, aroma makanan atau bau tertentu, dimana warna yang disukai serangga biasanya warna-warna kontras seperti warna kuning cerah. Inilah yang menjadi dasar dibuatnya perangkap dengan menggunakan plastik/kertas berwarna kuning yang dilapisi dengan perekat agar hama tidak bisa terbang dan mati.Perangkap likat kuning mampu mengendalikan beberapa hama yang sering muncul di pertanaman, seperti lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat, dan kepik. Perangkap likat kuning ini dapat dijadikan solusi untuk petani dalam pengendalian hama di lapangan. Pemanfaatan perangkap ini dapat menjadi indikator populasi hama di area pertanaman, sehingga saat ditemukan hama tertentu yang populasinya telah melebihi ambang batas maka dapat segera dilakukan pengendalian hama tersebut secara khusus. Dengan perangkap likat kuning, produktivitas tanaman meningkat dan biaya pestisida sintetik dapat ditekan.Cara Membuat Perangkap Likat KuningAlat dan Bahan :1. Botol kemasan air mineral2. Cat kayu/besi warna kuning Atau kertas warna kuning3. Plastik bening ukuran 1 s.d 5 Kg tergantung ukuran botol kemasan air meneral4. Tiner5. Oli bekas atau lem tikus6. Tali raffia7. AjirCara membuat :Botol air mineral kita bersihkan jangan sampai ada bekas air atau minyak didalam botol kemudian cat kuning kita encerkan menggunakan tiner kemudian dimasukkan kedalam botol air mineral menggunakan torong sebanyak sepertiga bagian botol. Setelah itu botol ditutup dan diputar sehingga cat yang ada didalam botol bias mewarnai seluruh permukaan dalam botol, setelah warna rata sisa cat yang ada dalam botol di tuangkan kedalam botol air mineral yang lain yang masih bersih demikian selanjutnya sampai cat atau botol yang mau dicat kuning habis. Berdasarkan hasil uji coba untuk 1 kg cat bisa untuk mengecat botol kemasan air mineral ukuran 1,5 liter sebanyak 100 botol dan waktu yg diperlukan tidak sampai 30 menit. Setelah proses pengecatan selesai diamkan botol yang sudah dicat selama sehari semalam supaya kering. Kenapa yang dicat bagian dalam? itu dikarenakan untuk mempermudah pengecatan selain itu cat yang didalam botol cenderung lebih tahan lama menempel dibandingkan dengan cat yang dioleskan di bagian luar karena akan cepat terkelupas. Dapat juga menggunakan kertas warna kuning, dengan cara memotong kertas tersebut sesuai ukuran botol, kemudian menggulung kertas tersebut dan dimasukkan ke dalam botol.Setelah cat di dalam botol kering, botol siap digunakan. Lapisi botol dengan plastik bening kemudian diberikan lem tikus yang sudah diencerkan dengan tiner atau menggunakan oli bekas sebagai perekat. Mengapa harus dilapisi dengan plastik bening? tujuannya adalah supaya botol tetap awet dan bisa digunakan berulang kali karena bila serangga yang terperangkap sudah banyak maka tinggal membuang plastiknya dan menggantikannya dengan plastik yang baru kemudian diberikan lagi perekat.Pada saat ini di pasaran banyak pelekat yang khusus disediakan untuk memerangkap serangga hama tetapi media botol kuning ini adalah yang paling mudah dan praktis penggunaannya, akan lebih baik lagi bila dikombinasikan antara lem perekat di pasaran dengan media botol kuning ini. Bila perekat sudah dioleskan merata pada plastik bening perangkap likat kuning siap diaplikasikan dilapang/areal pertanaman bawang merah.Metode pemasangannya perangkap likat kuning diikat pada ajir dengan ketinggian satu jengkal diatas tajuk tanaman, seiring tinggi tanaman perangkap likat kuning dinaikkan mengikuti tinggi tajuk tanaman supaya hasil bisa optimal, hal ini bertujuan supaya serangga hama langsung bisa melihat perangkap likat kuning diatas tajuk tanaman. Untuk areal tanaman bawang merah seluas 1000 m2 minimal di pasang perangkap likat kuning dengan botol ukuran 1,5 liter sebanyak 10 buah dengan metode pemasangan zig-zag atau gigi gergaji. Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap atau 15 hari setelah pemasangan, maka perlu dilakukan penggantian dengan perangkap yang baru, dengan cara melepas plastik dan menggantikannya dengan plastik yang baru dan diolesi lem perekat begitu selanjutnya sampai dengan masa panennya (Distan Provinsi Jateng) Perangkap likat kuning mampu mengendalikan beberapa hama yang sering muncul di pertanaman, seperti lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat, dan kepik. Perangkap likat kuning ini dapat dijadikan solusi untuk petani dalam pengendalian hama di lapangan.