Loading...

LOKAKARYA I GERAKAN PENYULUHAN STRATEGIS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2011

LOKAKARYA I GERAKAN PENYULUHAN STRATEGIS PROVINSI GORONTALO TAHUN 2011
Kegiatan lokakarya I Gerakan Penyuluhan Strategis di laksanakan selama 3 hari, tanggal 5-7 Juli 2011 bertempat di Hotel Millenium Kota Gorontalo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh assisten tim teknis dan P2K FEATI Kabupaten sejumlah 20 orang. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan, Ibu Ir. Dharmawaty Bokings, M.Sc selaku Plt Kepala Sekretariat BAKORLUH Provinsi Gorontalo. Dalam sambutannya Kepala Sekretariat BAKORLUH mangharapkan kepada seluruh peserta Lokakarya I GPS agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga melahirkan rumusan yang sesuai dengan kondisi real ditingkat lapangan. Beberapa hasil rumusan dalam Lokakarya I tersebut antara lain sebagai berikut : Pengembangan usaha peternakan ayam petelur; Petani FMA mampu melaksanakan budidaya ayam petelur, dan 90 % petani belum melakukan intensifikasi ayam petelur Pengetahuan tentang budidaya ayam petelur secara intensif Pengembangan Usaha Padi Sawah dgn pola pemupukan berimbang; Petani FMA mampu melaksanakan budidaya padi sawah dengan pemupukan berimbang, dan 70 % petani belum menerapkan teknis budidaya padi sawah terutama pemupukan berimbang sesuai anjuran Pengetahuan tentang Penerapan pupuk berimbang pada padi sawah Cara membuat konsentrat dengan bahan lokal pada penggemukan ternak babi; Petani mampu memelihara ternak babi dengan konsenrat bahan lokal, dan 80 % petani belum memahami apa dan bagaimana membuat konsentrat dari bahan lokal Diharapkan petani dapat menggunakan konsentrat unuk meningkatkan berat ternak babi dengan cepat Budidaya Cabe Petani FMA melaksanakan Budidaya Cabe dengan baik; dan 65 % petani belum memahami teknis budidaya cabe sesuai anjuran Kalau petani sudah memahami teknis budidaya cabe sesuai anjuran, maka harga cabe tidak akan melambung tinggi karena produksi cabe akan cukup di pasaran sehingga tidak akan mengganggu harga jual di pasar Pengolahan Hasil Pertanian; membuat kacang Keong dan pop corn) Petani FMA mampu mengolah dan memproses bahan olahan sesuai standard mutu - 90% petani belum memahami apa dan bagaimana standard mutu pengolahan pangan yang baik Diharapkan petani dapat memanfaatkan petunjuk pengolahan pangan yang sesuai standar mutu. Pembuatan kopra yang sesuai standard; Petani dapat melaksanakan pasca panen kelapa sesuai standard dalam pembuatan kopra - 70% petani belum memahami pengolahan kopra sesuai standard Diharapkan petani dapat menghasilkan kopra dengan kwalitas baik Penanaman Jagung dengan pupuk berimbang; Petani dapat menerapkan pemupukan berimbang pada tanaman jagung, dan 90 % petani belum memahami kegunaan pupuk berimbang pada penanaman jagung Diharapkan petani mau dan mampu menerapkan penggunnaan pupuk berimbang pada jagung Cara Membuat Bokashi; Petani dapat memanfaatkan bahan sekitar untukmembuat pupuk organik/bokashi dengan EM4, dan 90% petani belum mengerti bagaimana membuat pupuk organik terutama bokhasi Diharapkan petani dapat memanfaatkan bahan baku sekitar untuk membuat pupuk organik/bokhasi dengan EM4. Penggemukan Sapi Potong; Petani FMA mampu memelihara ternak sapi potong khususnya tentang penggemukan , dan 65 % petani belum memahami bagaimana memelihara ternak sapi potong dengan baik dan benar Kalau petani mampu memelihara ternak sapi potong sesuai petunjuk teknis maka produksi daging akan dapat memenuhi kebutuhan Penulis: 1. La Ode Uma, S.Pi (Admin Cyber Extension Bakorluh Provinsi Gorontalo) 2. Nasrun Napu, SP (Staf Bakorluh Provinsi Gorontalo)