Saat ini di pedesaan telah tumbuh inisiatif untuk mengembangkan organiasi petani yang berorientasi agribisnis yang tumbuh dari pengembangan kapasitas Gapoktan, meskipun masih banyak ditemukan keberadaan organisasi petani yang masih lemah dalam hal manajemen, kepemimpinan dan kewirausahaan. Salah satu usaha untuk meminimalisir permasalahan diatas dengan mengadakan kegiatan Pengembangan Jejaring Usaha Kelembagaan Petani yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani dalam membangun jejaring usaha baik antar kelembagaan petani maupun dengan pihak dan pelaku usaha lainnya (Perbankan, Mitra usaha, Pengusaha dan lainnya) yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan merumuskan rencana pengembangan jejaring dan kerja sama usaha, pertukaran pengalaman, informasi, serta taknologi. Kegaitan yang dilaksanakan bersamaan dengan Mobile Poloyode di Kecamatan Telaga berlangsung di Halaman Kantor BP3K Telaga, menurut ketua panitia pelaksana Asri Halida, S.IP, MH kegiatan ini diikuti oleh 55 orang peserta yang terdiri dari pelaku utama dan pelaku usaha, pengusaha dibidang pertanian (kemitraan) dan berlangsung selama dua hari sejak tanggal 21 - 22 Juni 2012. Lokakarya ini dibuka langsung oleh Kepala BP4K Kabupaten Gorontalo Daniel Rantelinggi, SP. Dalam sambutannya Kepala Badan Menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting karena diharapkan setelah kegiatan ini pelaku utama dapat memperkuat posisi tawar terhadap pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pengembangan usahanya, menurut Danial seorang petani belum dikatakan berhasil jika hanya ditinjau dari sisi produksi, akan tetapi bagaimana produksi naik dan berhasil dalam pemasaran maka itu bisa dikategorikan berhasil atau sukses dalam kegaiatan Agribisnis. Ditambahkan pula peserta lokakarya akan melakukan Field Trip ke salah satu pengusaha yang berhasil dalam membangun jejaring usaha dan diharapkan agar para peserta dapat belajar dan mengambil ilmu dan pengalaman yang berguna bagi pelaku utama dan pelaku usaha yang siap mengembangkan jejaring usaha, diakhir sambutannya Beliau menyampaikan Pemerintah kabupaten Gorontalo melalaui BP4K merespons permasalahan dalam jejering usaha ini melalui Program pendampingan Petani melalui Gerakan Poloyode, yang mana dalam paket Poloyode ini terdapat komponen Kelembagaan Petani dan Agribisnis untuk menunjang permasalahan yang ada ditingkat pelaku utama dan pelaku usaha. Pemateri yang terlibat pada Lokakarya kali ini berasal dari Stackholder Terkait seperti Bakorluh Provinsi Gorontalo, BP4K Kabupaten Gorontalo, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo, Asosiasi Forum Kelompok Tani, dan Pelaku Utama (pengusaha). (Moh. Nasrudin Isa, SP - Admin Cyber)