Pemberdayaan petani melalui sistem penyuluhan mempunyai nilai yang sangat strategi dalam pertanian. Mengapa, alasannya penyuluhan merupakan bagian dari strategi mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada akhirnya dapat mempercepat upaya mewujudkan mayarakat yang dinamis dan berkemampuan untuk meningkatkan taraf hidup dengan kemampuan sendiri. Fokus penyelengaraan penyuluhan adalah pengembangan kapasitas sumberdaya manusia (SDM). Dan untuk pengembangan kapasitas SDM tersebut tidak terlepas dari pengembangan teknologi dan informasi, maka dibuatlah program pemberdayaan petani melalui teknologi dan informasi pertanian (P3TIP/FEATI). Bertempat di kantor Balai Penyuluhan Kecamatan, Lokakarya Perencanaan Apresiasi Peningkatan Kapasitas Penyuluh Melalui Kaji Tindak Lahan Percontohan BPK dilaksanakan di 15 kecamatan lokasi P3TIP/ FEATI. Kegiatan ini merupakan salah satu dari kegiatan program FEATI yang dicanangkan dalam TA. 2012 ini. Dalam kegiatan tersebut, Tim Kabupaten selaku mediator memberikan pemaparan tentang kegiatan Apresiasi ini serta memberikan penjelasan singkat tentang berbagai program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam tahun ini. Selaku anggota Tim Teknis P3TIP/ FEATI Kabupaten yang turun kekecamatan, H. Rustan, SP mengungkapkan bahwa " Mari kita bersama-sama, baik para petani yang tergabung dalam FMA para penyuluh PNS, THL-TBPP serta penyuluh swadaya, saling merangkul mensukseskan program pemerintah ini. Saling bekerja sama demi mensukseskan kegiatan/ program yang diperuntukkan dalam tahun 2012 ini. Janganlah sampai terjadi tumpang tindih antara kegiatan yang satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu, perlu koordinasi yang baik antar semua pihak." Tujuan dari Kaji Tindak antara lain : a) untuk meningkatkan kapasitas penyuluh, sebab selaku pelaku utama, seorang penyuluh kinerjanya harus terus ditingkatkan, oleh sebab itu kita bersama-sama harus mencari cara bagaimana kapasitas penyuluh kita dapat ditingkatkan; b) Mengembangkan agribisnis, berbasis inovasi teknologi spesifik lokalita, jadi lahan percontohan ini tidak hanya sebagai tempat belajar tetapi juga harus bernilai bisnis; c) memanfaatkan BPK sebagai pemberi informasi agribisnis. Disampaikan pula oleh Tim Kabupaten, bahwa perlu adanya kerjasama yang baik dengan manajemen dan analisa agribisnis yang tepat diantara penyuluh dan petani. Dalam kegiatan ini, petani maupun FMA juga diturutkan dalam kaji tindak, karena penyuluh belajar juga untuk kepentingan petani/ masyarakat tani. (admincyber_bone)