PENDAHULUAN Sumberdaya Genetik tanaman yang memiliki keunikan secara geografis, dapat dilindungi untuk memperoleh hak perlindungan Indikasi Geografis. Sumberdaya genetik (SDG) tanaman merupakan bahan yang dapat dimanfaatkan secara langsung atau tidak langsung untuk mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan langsung SDG tanaman berupa budidaya langsung untuk memenuhi kebutuhan tanpa memerlukan perbaikan tanaman melalui pemuliaan. Sedangkan secara tidak langsung, SDG harus dikelola secara berkelanjutan untuk dapat dimanfaatkan dalam perakitan variertas unggul baru melalui kegiatan pemuliaan tanaman. Sebagai salah satu provinsi yang memiliki lahan pertanian yang luas baik lahan kering maupun sawah, Provinsi Lampung sudah pasti memiliki banyak SDG tanaman. Salah satu yang dimiliki adalah varietas lokal padi ladang yang oleh masyarakat diberi nama “Si Cantik”. Penamaan varietas ini bukan tanpa alasan, pertanaman varietas lokal ini di lereng pebukitan terlihat sangat cantik dengan warna gabah kuning cerah dan beraroma wangi. Varietas ini banyak ditanam di perbukitan Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Mengingat varietas lokal ini, memiliki potensi untuk dikembangkan, maka sangat penting untuk didaftarkan dalam upaya melindungi keberadaan sumber daya genetik hayati asli daerah. Varietas lokal ini didaftarkan dengan nama “Lumbung Sewu Cantik”. Pengembangan varietas ini juga diharapkan dapat mendukung program Upaya Khusus (UPSUS) melalui penambahan luas tanam padi di lahan kering di Kabupaten Pringsewu. Untuk dapat dikembangkan, varietas lokal padi gogo "Lumbung Sewu Cantik" akan dilepas sebagai varietas unggul padi gogo. Dukungan penuh akan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk pelepasan dan pengembangan varietas ini, bahkan diharapkan pengembangan benihnya kedepan sampai mancanegara. Pengembangan varietas lokal ini didukung oleh Bupati Pringsewu, H. Sujadi yang dalam acara serah terima Tanda Daftar Varietas (TDV) mengemukakan bahwa dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0, pertanian perlu adanya peraturan daerah yang melindungi sumber daya lokal dan limbah pertanian menjadi bahan baku pupuk. KARAKTERISTIK “LUMBUNG SEWU CANTIK” "Lumbung Sewu Cantik" merupakan varietas lokal padi ladang dan menjadi kekayaan hayati wilayah Kabupaten Pringsewu. Varietas lokal ini memiliki karakteristik pertumbuhan vegetatif antara lain tinggi tanaman ± 156,3 cm, dengan jumlah anakan ±10,3 aakan per rumpun. Panjang batang ± 117,9 cm dengan ketebalan batang ± 0,78 mm dan warna kaki hijau. Panjang helai daun ± 66 cm, Lebar helai daun ± 1,5 cm, perilaku helai daun agak tegak, telinga daun tidak berwarna, antosianin leher daun tidak berwarna, lidah daun tidak berwarna. Sedangkan karakteristik pertumbuhan generatif meliputi jumlah malai per rumpun ± 20.5 dengan tipe malai terkulai, terdapat cabang malai, tipe cabang sekunder pada malai kuat, perilaku cabang malai agak tegak, dan eksersi malai muncul sempurna. Gabah memiliki bulu ujung gabah yang tidak berwarna, distribusi bulu ujung gabah hanya pada ujung malai. Umur tanaman cukup panjang yaitu 4-5 bulan. KEUNGGULAN “LUMBUNG SEWU CANTIK” Selain itu karakteristik pertumbuhan vegetatif dan generatif diatas, varietas ini memiliki sifat khusus lainnya seperti warna kulit beras yang putih, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 13,99 %, tahan rebah, tingkat kerontokan sedang. Varietas lokal ini juga memiliki beberapa keunggulan, yaitu rasa nasi enak, pulen, dan wangi serta hasil yang cukup tinggi, yaitu 3,8-4,0 t/ha meskipun tanpa pemupukan. Teknik budidaya yang dilakukan tanpa pemberian pupuk, bukan karena petani tidak mampu membeli pupuk tapi lebih disebabkan kekhawatiran tanaman terlalu subur dan mudah rubuh. Penyebab lain adalah lokasi pertanaman yang berada di balik bukit dan lahan yang berlereng dengan kemiringan >60o menyebabkan petani kesulitan untuk membawa dan melakukan pemupukan. Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani, Kiswanto, Rr. Ernawati (Penyuluh dan Peneliti BPTP Lampung) Sumber informasi: laporan SDG BPTP Lampung 2018 dan hasil survey