Loading...

Macam Jaringan Irigasi Dari Cara Pengaturan, Cara Pengukuran Aliran Air Bagi Usahatani

Macam Jaringan Irigasi Dari Cara Pengaturan, Cara Pengukuran Aliran Air Bagi Usahatani
Klasifikasi Jaringan Irigasi Dari Cara Pengaturan, Cara Pengukuran Aliran Air Bagi Usahatani Berbagai jenis dan macam saluran irigasi menjadi faktor penentu dalam kelancaran distribusi air bagi usahatani khususnya padi sawah. Berbagai jenis jaringan irigasi sebagai berikut Jaringan Irigasi Sederhana Di dalam jaringan irigasi sederhana, pembagian air tidak diukur atau diatur sehingga air lebih akan mengalir ke saluran pembuang. Persediaan air biasanya berlimpah dan kemiringan berkisar antara sedang dan curam. Memiliki kelemahan kelemahan serius yakni : Ada pemborosan air dan karena pada umumnya jaringan ini terletak di daerah yang tinggi, air yang terbuang tidak selalu dapat mencapai daerah rendah yang subur. Terdapat banyak pengendapan yang memerlukan lebih banyak biaya dari penduduk karena tiap desa membuat jaringan dan pengambilan sendiri-sendiri. Karena bangunan penangkap air bukan bangunan tetap/permanen, maka umurnya pendek. Jaringan Irigasi Teknis Salah satu prinsip pada jaringan irigasi teknis adalah pemisahan antara saluran irigasi/pembawa dan saluran pembuang. Saluran pembawa maupun saluran pembuang bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Saluran pembawa mengalirkan air irigasi ke sawah-sawah dan saluran pembuang mengalirkan kelebihan air dari sawahsawah ke saluran pembuang. Petak tersier menduduki fungsi sentral dalam jaringan irigasi teknis. Sebuah petak tersier terdiri dari sejumlah sawah dengan luas keseluruhan yang umumnya berkisar antara 50 - 100 ha kadang-kadang sampai 150 ha. Jaringan Irigasi Semi Teknis Pada jaringan irigasi semi teknis, bangunan bendungnya terletak di sungai lengkap dengan pintu pengambilan tanpa bangunan pengukur di bagian hilirnya. Beberapa bangunan permanen biasanya juga sudah dibangun di jaringan saluran. Sistim pembagian air biasanya serupa dengan jaringan sederhana. Bangunan pengambilan dipakai untuk melayani/mengairi daerah yang lebih luas dari pada daerah layanan jaringan sederhana. Peta Jaringan Irigasi Peta Petak :Jaringan irigasi biasanya dibuat berdasarkan peta topografi yang dituangkan ke peta ikhtisar berskala 1:25000. Selanjutnya dari peta ikhtisar tersebut desain dilanjutkan dalam peta ikhtisar detail berskala 1:5000 atau 1:2000. Peta ikhtisar detail tersebut dikenal sebagai peta petak. Pada peta petak tergambar petak tersier, sekunder dan primer Jenis- jenis saluran Irigasi Saluran primer, yaitu saluran yang membawa air dari jaringan utama ke saluran sekunder dan ke petak-petak tersier yang diairi. Saluran primer bisa juga disebut salura induk. Saluran ini berakhir pada bangunan bagi yang terakhir. Saluran sekunder, yaitu saluran yang membawa air dari saluran primer ke petak-petak tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas ujung saluran ini yaitu bangunan sadap terakhir. Saluran tersier, yaitu saluran yang membawa air dari bangunan sadap tersier di jaringan utama ke dalam petak tersier lalu ke saluran kuarter. Saluran ini berakhir pada boks kuarter yang terakhir. Saluran kuarter, yaitu saluran yang membawa air dari boks bagi kuarter melalui bangunan sadap tersier ke sawah-sawah Menurut pengelolaanya, saluran irigasi kewenangan Kabupaten dibagi menjadi : Kewenangan Dinas PUPR/PSDA Saluran primer dan saluran sekunder Kewenangan Dinas Pertanian luran tersier dan saluran kuarter Sumber: Dari berbagai Sumber dan Pengalaman Penulis Penyusun: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)