Beberapa penyakit yang biasa menyerang tanaman tebu antara lain penyakit mosaik, penyakit pembuluh, luka api (smut), blendok, dan pokahbung. a. Penyakit mosaik: Penyebab adalah virus mosaik. Tanda-tanda penyakit ini yaitu pada daun terdapat gambaran mosaic berupa garis-garis dan noda-noda berwarna hijau muda sampai kuning. Cara pencegahan yang dilakukan selama ini adalah dengan menggunakan bibit terseleksi yang berasal dari tanaman sehat dan varietas tebu yang tahan terhadap penyakit mosaic seperti Ps 56, F 154, F 156, atau M 442-51. b. Penyakit pembuluh: Penyebab adalah bakteri Clavibacter xylisubsp xvli. Tanaman yang terserang menampakkan gejala pertumbuhan yang kurang sempurna terutama tanaman keprasan tampak kerdil. Gejala yang khas yaitu terlihat warna jingga kemerah-merahan pada berkas-berkas pembuluh batang tebu menjelang masaknya tebu. Cara pencegahan penyakit ini antara lain dengan melakukan desinfeksi alat pemotong tebu dengan lisol 20%, penanaman dengan menggunakan bibit sehat yang diperoleh dengan perawatan air panas terhadap bibit tebu pada suhu 50°C selama 2-3 jam. c. Penyakit luka api (smut): Penyebabnya adalah Ustilago scitamiea Syd. Gejala penyakit ini timbulnya cambuk hitam pada pucuk tebu. Pencegahannya dengan menanamkan bibit yang sehat dan varietas yang resisten, bibit didesinfeksi dengan 0,5 gr b.a/tridiamefon. d. Penyakit blendok: Tanda-tanda serangan penyakit yang disebabkan oleh sejenis bakteri ini yaitu apabila batang dibelah tampak pembuluh-pembuluh berwarna kuning tua sampai merah tua. Usaha pencegahannya dengan desinfeksi pisau pemotong menggunakan lisol. e. Penyakit pokahbung: Penyakit ini disebabkan oleh sejenis jamur dan terutama timbul di musim hujan. Tanda-tanda penyakit ini adalah pada daun muda terlihat memutih (chlorosis). Pada serangan yang parah, pucuk tanaman menjadi busuk, pembuluh tanaman menjadi busuk, pembuluh tanaman menjadi tidak normal bentuknya (bengkok dan luka). Pemberantasan untuk tanaman yang telah terserang dengan cara disemprot bubur Bordo 1% seminggu sekali. Sumber : Pedoman Budidaya Tanaman Tebu Lahan Sawah, Direktorat Budidaya Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen pertanian, 2006 Santi Ariani, SP