Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat penting, karena memiliki multi guna. Kedelai dapat dikonsumsi langsung dan dapat juga digunakan sebagai bahan baku agroindustri seperti tempe, tahu, tauco, kecap, susu kedelai dan untuk keperluan industri pakan ternak. Kebutuhan kedelai nasional Indonesia meningkat terus setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tahun 2011, produksi kedelai lokal hanya 851.286 ton atau 29 persen dari total kebutuhan. Karena itu, Indonesia harus mengimpor kedelai 2.087.986 ton untuk memenuhi 71 persen kebutuhan kedelai dalam negeri. Pada tahun 2012, total kebutuhan kedelai nasional 2,2 juta ton. Jumlah tersebut akan diserap untuk pangan atau perajin 83,7 persen, industri kecap, tauco, dan lainnya 14,7 persen, benih 1,2 persen, dan untuk pakan 0,4 persen. Indonesia sulit untuk meningkatkan produksi kedelai untuk bahan baku pembuatan tahu-tempe karena beberapa hal, yaitu, kedelai adalah tanaman subtropis dan lahan untuk menanam kedelai harus bersaing dengan jagung dan tebu. Angka produksi pun terus turun. Tahun 2011 produksi turun 6 persen dan tahun 2012 sekitar 8 persen, Untuk mensikapi kondisi ini, maka salah satu alternatif guna mendongkrak produksi kedelai di Indonesia adalah dengan pengembangan komoditas yang mempunyai keunggulan yaitu kedelai hitam. Kedelai ini adalah bahan baku untuk membuat kecap. Kedelai hitam merupakan tanaman asli Asia dan sangat baik ditanam di wilayah tropis seperti Indonesia. Kandungan protein kedelai hitam sangat tinggi yakni sekitar 38 %, ini berarti lebih tinggi dari protein daging. Kedelai hitam juga mengandung antioksidan dan mencegah penyakit jantung koroner serta kanker. Kedelai mengandung senyawa lecithin yang bermanfaat untuk menghancurkan timbunan lemak dalam tubuh. Selain kandungan gizinya yang sangat baik, membudidayakan keledai juga sangat baik bagi lingkungan karena dapat mengembalikan kesuburan lahan. Budidaya keledai hitam di Indonesia diyakini memiliki prospek yang sangat baik. Dengan luas lahan potensial mencapai 1,4 juta ha dan keistimewaannya memiliki daya adaptasi tinggi baik di lahan kering maupun lahan sawah, bahkan lahan pasang surut serta memiliki produktivitas yang tinggi, maka banyak petani yang kini tertarik untuk menanam kedelai hitam. Salah satu varietas unggul nasional kedelai hitam yang memiliki keistimewaan tersebut diatas adalah varietas Malika hasil temuan Fakultas Pertanian UGM yang dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian tanggal 7 Febuari 2007. Varitas Malika ini mampu menyimpan air hingga 6 minggu, tahan genangan, dan mengandung antioksidan yang tinggi. Dari uraian tersebut, guna untuk mencukupi kebutuhan kedelai dalam negeri, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan dan membudidayakan kedelai varietas Malika si hitam yang menjanjikan. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber: 1) http://jaringnews.com 2) http://kompas.com 3) http://balitsereal.litbang.deptan.go.id