Manajemen pemeliharaan sapi potong meliputi managemen budidaya ternak sapi potong dari perencanaan lokasi, pemilihan bibit, perkandangan, pakan, pengendalian penyakit dan pencatatan/recording. A.PERENCANAAN LOKASI. 1.Pemilihan lokasi: a). Tidak bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR); b). Letak geografis : temperatur, curah hujan, arah angin, kelembaban, topografi. 2.Sarana dan Prasarana: a). Infrastuktur : bangunan, transportasi, komunikasi, listrik; b). Air : memenuhi baku mutu air sehat, dapat diminum oleh manusia dan ternak, tersedia sepanjang tahun. B.PEMILIHAN BIBIT 1.Syarat bibit : a.Pembesaran: sehat dan tidak cacat, umur ? 1 tahun, perlu dipertimbangkan ternak kurus sehat ( flusing). b.Penggemukan: sehat dan tidak cacat, umur 1- 2 tahun, perlu dipertimbangkan ternak kurus sehat ( flusing). c.Pembibitan: sehat dan tidak cacat, umur ? 1 tahun. C.PERKANDANGAN Usaha peternakan sapi hendaknya memiliki kandang yang sesuai dengan peruntukannya. Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5 x 1 m. 1.Persyaratan Kandang: a). Memenuhi daya tampung ternak; b). Lantai kandang tidak licin dan kemiringan 5 - 10 %; c). Arah kandang menghadap ke timur; d). Sirkulasi udara lancar; e). Berbahan ekonomis namun tetap menjamin kemudahan pemeliharaan, pembersihan dan disinfektan kandang; f). Bersaluran pembuangan limbah yang lancer; g.) Bahan dan Konstruksi kandang menjamin ternak dari kecelakaan dan kerusakan fisik ternak. 2.Model Kandang Ada dua model kandang yaitu, kandang bebas (loose housing) dan kandang konvesional (convetional/stanchion barn) a.Kandang bebas Kandang bebas atau koloni merupakan barak terbuka tanpa ada penyekat diantara ternak sehingga ternak bebas bergerak pada areal yang cukup luas. Keuntungan : 1). Biaya pembuatan kandang lebih murah; 2). Pemakaian tenaga kerja lebih sedikit; 3). Kemungkinan diperluas tanpa ada banyak perubahan; 4). Sarana yang mudah untuk mendeteksi berahi; 5).Ternak merasa bebas meskipun kesempatan merumput terbatas; 6). Pergerakan ternak cukup bebas sehingga gangguan kekakuan kaki,kebengkakan lutut, lecet pada paha dan luka pada pundak dapat diperkecil. b.Kandang Konvensional Pada kandang konvensional ternak diberi penyekat dari tembok/besi bulat dan lehernya ditambatkan atau diikat dengan rantai atau tali.Ternak hanya beregerak maju mundur dan berbaring dilantai.Posisi ternak dibuat sejajar lazim disebut sistem stall, sehingga kandang tampak rapi, mudah dibersihkan,kotoran ternak mudah dibuang lewat parit. D.PAKAN Pemberian pakan harus tepat baik dalam jumlah, mutu dan waktu pemberian sesuai dengan kebutuhan fisiologis ternak. Pemberian pakan meliputi hijauan, pakan penguat dan air dengan waktu pemberian min. 2 (dua) kali sehari. E.PENGENDALIAN PENYAKIT 1.Pencegahan dengan sanitasi yang baik 2.Pengobatan dengan obat tradisional maupun menggunakan obat-obatan kimia yang sudah terdaftar F.PENCATATAN / RECORDING 1.Pemasangan eartag / nomor telinga / microcip 2.Setiap kejadian terhadap ternak dicatat dengan teratur antara lain : - Perkawinan - Kelahiran - Penyakit Ditulis kembali oleh Lidya Febrina, S. Pt (Penyuluh Peternakan BPPKP Kab. Batang Hari)