Ampas tebu merupakan sisa batang tebu atau sisa batang yang di giling dalam berproses ekstrasi tebu yang memiliki kadar air berkisar 46-52% kadar serat 43-52% dan padatan terlarut sekitar 2-6% komposisi kimia memiliki zat karbon (c) 23.7% hidrohen (h) 2% oksigen (o) 20% , air (h2o) 50% dan gula 3%. Pemanfaatan ampas tebu sebagai organik dapat berpotensi untuk menjadi media tanaman yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Salah satu tanaman yang digunakan adalah tanaman sayuran. Ampas tebu juga memilki kelebihan dalam pengunaannya sebagai media tanaman, diantaranya memiliki kemampuan mengikat dan menyimpan air dengan kuat. Bpp Kecamatan Rupat melakukan praktek pemanfaatan ampas tebu bertujuan untuk : Mengetahui kandungan unsur hara pada pupuk ampas tebu Mengetahui pemberian pupuk padat ampas tebu terhadap laju pertumbuhan sayuran Mengetahui dosis penambahan pupuk padat ampas tebu yang paling baik dalam pertumbuhan tanaman sayuran