Loading...

MANFAAT BIOGAS ASAL TERNAK BAGI PETERNAK

MANFAAT BIOGAS ASAL TERNAK BAGI PETERNAK
Ternak sebagai hewan budidaya telah dikenal manusia sejak lama. Kegunaanya pun sangat banyak. Disamping merupakan sumber penghasil bahan pangan asal ternak berupa daging, susu dan telur yang merupakan sumber protein hewani, ternak juga memiliki berbagai manfaat yang lain. Misalnya saja: kulit ternak untuk disamak, sebagai bahan baku tas dan alat kebutuhan sejenisnya; sebagai sumber tenaga kerja untuk membajak sawah serta sarana transportasi di sentra produksi pertanian. Yang disebut terakhir ini khusus untuk ternak besar seperti sapi dan kerbau. Selain itu, kotoran ternak yang berserakan dan menyebabkan pencemaran lingkungan (lingkungan kotor), juga tida kalah manfaatnya. Apabila dikumpulkan dan diproses secara baik, limbah yang kelihatannya sekilas tidak bermanfaat ini, dapat menghasilkan biogas yang berguna sebagai energi alternatif dan pupuk organik untuk penyubur tanah. Biogas yang mempunyai potensi cukup strategis, maka perlu didorong dan dikembangkan di masyarakat desa. Adapun manfaat pengolahan biogas asal ternak tersebut pada gilirannya ikut mendorong masyarakat berinvestasi dalam usaha budidaya ternak. Karena Biogas bisa dijadikan sebagai energi alternatif, maka bisa sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah, bahan bakar gas (LPG), batu bara dan kayu, api untuk keperluan memasak dan penerangan. Disamping pengolahan kotoran ternak menjadi biogas, bisa mewujudkan peternakan yang bersih dan menghindari pencemaran lingkungan. Dengan adanya pengolahan kotoran ternak menjadi biogas ditingkat peternak, membrikan manfaat yang bersifat mikro maupun makro baik dalam skala wilayah maupun skala nasional. Adapun manfaat bagi peternak dalam pengolahan kotoran ternak menjadi biogas seperti berikut. Manfaat Biogas Asal Ternak Bagi Peternak, sebagai berikut : 1) Pola pemeliharaan ternak (usaha budidaya) menjadi lebih baik sehingga pengelolaan ternak untuk tujuan produksi dan reproduksi akan lebih optimal; 2) Meningkatnya nilai tambah dan pendapatan peternak, dengan memanfaatkan biogas sebagai pengganti bahan bakar dan pupuk organik; 3) Mendorong tumbuhnya industri rumah tangga di pedesaan dengan dukungan bahan bakar biogas. Adapun manfaat biogas asal ternak secara Nasional, sebagai berikut : 1) Secara Nasinal kebutuhan dan ketergantungan bahan bakar minyak tanah akan berkurang; 2) Meningkatnya penyediaan pupuk organik asal ternak, sehingga ketergantungan petani terhadap pupuk an-organik (kimia) akan berkurang; 3) Memperingan beban keuangan negara, karena subsidi BBM minyak tanah dan pupuk akan berkurang; 4) Membuka lapangan kerja. Adapun proses pembuatan biogas asal ternak seperti berikut. Proses Pembuatan Biogas. Kotoran ternak segar (KTS) dan sisa makanan dimasukkan ke dalam biodigester dengan proses sebagai berikut : 1) Kotoran ternak segar dan sisa makanan dicampur dengan air, perbandingan 1 kotoran dan 2 air; 2) Kemudian dimasukkan/dialirkan ke biodigester disesuaikan dengan kapasitas tampung; 3) Pengisian dilakukan melalui saluran pemasukan setiap hari, apabila sudah menghasilkan biogas kotoran akan naik keatas, sehingga bila diisi kotoran akan mengalir ke saluran pengeluaran (bak penampung); 4) Biogas akan muncul dalam waktu ±21 hari; 5) Biogas siap dialirkan ke rumah tangga untuk memasak, penerangan dan sebagai pembangkit generator listrik. Sedangkan biodigester adalah suatu instalasi yang kedap udara. Tipe biodigester ada dua jenis yakni tipe kubah tetap (fixed dome) dan tipe drum terapung (floating drum tipe). Dalam pengolahan kotoran ternak menjadi biogas, disini mempunyai hasil ikutan berupa lumpur (Sludge) yang diprses menjadi pupuk cair. Adapun proses pembuatan pupuk cair, yaitu : lumpur (sludge) hasil ikutan biogas disaring menggunakan saringan kawat halus dan airnya ditampung dalam drum plastik, kemudian untuk meningkatkan mutu/kualitas pupuk cairperlu ditambahkan tepung tulang, tepung kerabang telur dan tepung darah lalu dibiarkan selama 7 hari. Selanjutnya disaring lagi dengan menggunakan kain (bekas kemasan tepung terigu) lalu kain diperas, cairan hasil penyaringan dan perasan ditampung dalam drum plastik dan didiamkan selama 3 - 4 hari dan dipasang aerator untuk membuang gas-gas sisa. Setelah itu, aerator dilepas lalu didiamkan selama 2 hari agar partikel-partikel yang masih ada mengendap dan cairan yang dihasilkan menjadi bening. Cairan yang bening tadi sudah siap untuk dikemas kedalam botol plastik atau jerigen dan siap untuk dijual di pasaran. (Penulis Inang Sariati). Sumber : 1. Folder "Pemanfaatan Biogas Asal Ternak Bersama Masyarakat (BATAMAS), Direktorat Jenderal Peternakan. 2. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.wonderwhizkids.com/wwkimages/Know_Why/biogas.jpg&imgrefurl=http://www.wonderwhizkids.com/index.php/bio-gas&h=1200&w=1600&sz=170&tbnid=8Hy3_NlfrwQw2M:&tbnh=90&tbnw=120&zoom=1&usg=__a3xtK7NgfwZOcsqioD-0iD0gnyw=&docid=FlmIGlrgAqDHAM&sa=X&ei=o58WUo7xIMjorAffoIDIAw&sqi=2&ved=0CFQQ9QEwAg&dur=5599