Loading...

Manfaat Biotron dan pembuatannya

Manfaat Biotron dan pembuatannya
Dunia saat ini dihadapkan pada berbagai persoalan pangan yang semakin kompleks. Isu kerawanan pangan, wabah Covid-19 yang masih belum sepenuhnya tuntas, ketegangan geopolitik internasional akibat perang Rusia – Ukraina yang berlarut-larut, ditambah lagi saat ini bayang-bayang ancaman El Nino saat ini menjadi tantangan dunia yang harus dihadapi. Sementara harga pupuk kimia dan langka dan mahal, yang bisa berdampak produksi turun, sementara pangan untuk mencukupi kebutuhan penduduk Indonesia yang semakin besar sekitar 280 juta jiwa. Upaya strategi pemerintah untuk mengantisipasi dampak negatif perubahan iklim global melalui Pertanian Cerdas Iklim (CSA) yang bertujuan untuk meningkatkan produksi, produktivitas, IP, dan menurunkan emisi GRK serta meningkatkan pendapatan petani. Sementara untuk mengantisipasikan persoalan pupuk tentunya petani harus disadarkan betul untuk melakukan pemupukan berimbang, disamping juga dengan pemakaian pupuk organik termasuk pembenah tanah. Oleh karena itu petani melalui para penyuluh dan petugas lapang lainnya harus selalu mengajak petani membuat pupuk organik, pestisida nabati, dan pembenah tanah alami. Menurut Budiyono, 2023 Biotron menjadi solusi di tengah kondisi harga pupuk yang mahal dan terbatasnya anggaran pemerintah untuk mensubsidi. Biotron akan segera diimplementasikan di dalam program Genta Organik di seluruh pelosok tanah air. Biotron didalamnya terdapat biochar yang berperan dalam penyediaan Oksigen dan air, sebagai tempat yang nyaman bagi mikroorganisme penyubur tanah. Biotron dilengkapi dengan pupuk organik sebagai sumber nutrisi dan dilengkapi agen hayati. Sekaligus akan di implementasikan dalam Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) diseluruh tanah air mengingat manfaatnya cukup meyakinkan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mampu memulihkan kualitas tanah yang telah terdegradasi. Dalam bidang pertanian, biochar berfungsi 1) meningkatkan ketersediaan hara; 2) meretensi (menyimpan/menahan) hara ;3) meretensi air; 4) meningkatkan pH dan KTK pada lahan kering masam; 5) menciptakan habitat yang baik bagi perkembangan mikroorganisme simbiotik seperti mikoriza karena kemampuannya dalam menahan air dan udara serta menciptakan lingkungan yang bersifat netral khususnya pada tanah-tanah masam; 6) meningkatkan produksi tanaman pangan; 7) mengurangi laju emisi CO2 dan mengakumulasi karbon dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu, biochar mampu bertahan lama di dalam tanah (> 400 tahun) karena sulit terdekomposisi. Mengingat strategisnya Biotron dalam mendukung Program Kementerian Pertanian RI, Diharapkan biotron dapat mengefisiensikan anggaran subsidi pupuk, sebesar Rp.3.098.321.000.000/ tahun atau setara dengan penambahan luasan pelayanan penyediaan pupuk subsidi seluas 300.000-350.000Ha/ tahun. Inovasi Biotron sangat efesien , biaya murah untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produksi pertanian. Maka diharapkan pembuatan dan pemanfaatan Biotron secara mandiri,pada tiga tahun kedepan (2026) dengan kemampuan pemerintah mensubsidi pupuk yang sama tahun 2023. Adapun teknis pembuatan Biotron menurut Budiono sbb Teknis Pembuatan Biochar Three In One (Biotron) Bahan baku biochar yang berupa tempurung kelapa kita jemur terlebih dahulu hingga kering. Karena dengan berkurangnya kadar air dalam tepurung kelapa maka akan mempercepat proses pirolisis. Alat pirolizer yang kita gunakan disini adalah Rotary Drum Pyrolizer (RDP) atau piroliser dengan sistem tong berputar. Keunggulan dari alat ini adalah panas pembakaran yang merata disemua sisi dinding tong. Dengan adanya pemanasan yang merata maka waktu pirolisis akan relatif singkat dan hasil dari biochar yang didapat akan lebih sempurna. RDP yang digunakan disini juga dilengkapi dengan penutup, sehingga panas yang lepas kelingkungan akan lebih berkurang. Untuk sumber pembakaran bisa menggunakan kompor gas dengan pengapian yang horizontal merata, sehingga sisi di sepanjang dinding tong akan terkena api. Proses pembakaran berlangsung + 5 jam dengan suhu + 300 – 500 ºC. Bahan Baku Bahan baku biochar tergolong melimpah yaitu berupa limbah sisa pertanian, terutama yang sulit terdekomposisi atau dengan rasio C/N tinggi. Di Indonesia potensi penggunaan charcoal atau biochar cukup besar, mengingat bahan baku seperti residu kayu, tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao, tongkol jagung, cukup tersedia. Bahan biotron: biochar, POC dan Pupuk Hayati/PGPR/Agen Hayati Langkah langkah pembuatan biocart (Arang Biomasa) sebagai berikut: 1. Pemilihan bahan organik disekitar lahan, diutamakan berkadar lignosellulosa (sekam, tongkol jagung, ranting,cabang limbah serbuk penggergajian) volume 100 Kg. 2. Pemilihan jenis sarana proses pirolisis (pyrolizer). 3. Bahan baku biochar dikeringkan hingga kadar air 15-20%. 4. Ukuran bahan baku disesuaikan sarana pirolisis . 5. Memasukkan bahan baku dalam tabung pirolisis. 6. Kontrol perapian/sumber bara kendalikan jangan sampai menjadi api (cukup bara).Jika sudah membara dan menjadi sumber panas tabung dapat ditutup, sehingga Oksigen tidak masuk dalam proses pirolisis. : Penutupan Tabung Pirolizer Setelah Bara Api terbentuk (bukan api) 7. Proses pirolisis memerlukan waktu 4-12 jam sesuai bahan baku.Makin keras partikel ( lignosellulosa/kayu ) memerlukan waktu 7-12 jam; sekam padi memerlukan waktu 4-7 jam; tongkol jagung memerlukan waktu 6-8 jam; jerami memerlukan waktu 1-2 jam. Proses pendinginan biochar sebelum dibuka pintu pirolizer dan biochar dibongkar, memerlukan waktu 1-6 jam sesuai volume. Jenis pirolizer dan bahan baku. 9. Biochar hasil pirolisis dipisah dari abu (bubuk putih). 10.Biochar hasil sortasi yang berwarna hitam ditumbuk/penghaluskan dengan alat tumbuh, diskmill, penggilingan, ayakan dengan ukuran 80-100 mesh. Pemanfaatan Biotron: a. Kombinasi Urea 3 bagian dan biotron 1 bagian b. Kombinasi NPK/pupuk anorganik lain (kering) 4 bagian dan biotron 1 bagian c. Kombinasi Pupuk Kompos/Pukan 10-20 bagian dan Biotron 1 bagian d. Kebutuhan biotron 200Kg/Ha e. Penerapan Biotron 100Kg diawal olah tanah, dengan ditabur bersama biochar INSITU(lokal lahan) 2 ton/Ha f. Sisa 100Kg dikombinasi dengan pupuk Anorganik sesuai jadwal dan rekomendasi pupuk lokalita sebagai pupuk susulan. Demikian gambaran pembuatan Biocart. Semoga para penyuluh bersama petani binaannya bisa mencoba. Penyuluh Pertanian harus mampu mengemban tugasnya sebagai fasilitator, motivator dan inovator yang mampu mendampingi dan melatih petani serta diharapkan dapat melakukan inovasi teknologi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan petani di wilayahnya. Yulia TS yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: Budiono, 2023.BIOTRON (BIOCHAR THREE IN ONE) SOLUSI PUPUK MAHAL DAN LANGKA SAAT EL NINO (Disampaikan dalam BOC Vol.230 pada 20 Juli 2023,di BBPP Binuang) Ai Dariah, dkk, 2015. Pembenah Tanah untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Pertanian Penelitian Tanah Jl. Tentara Pelajar No. 12, Cimanggu, Bogor Verena Saptorini,…. Manfaat Dan Cara Pembuatan Biochar (Arang Aktif)