Para petani tentu sudah tidak asing dengan hama yang satu ini, ya hama tersebut adalah hama keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Keong tersebut dinamakan keong mas arena cangkangnya yang berwarna keemasan. Keong mas ini sangat berbahaya karena memakan batang tanaman padi yang masih muda. Tentu saja dengan begitu petani padi akan mengalami kerugian yang tidak sedikit. Bahkan padi yang baru ditanam bias musnah dalam waktu yang singkat, keong mas sulit untuk di basmi secara tuntas, perkembangan keong mas mas sangat cepat, masa telur hingga menetas hanya membutuhkan waktu 4-7 hari, sedangkan satu ekor keong mas betina bisa menghasilkan 15 kelompok telur selama satu siklus hidup. Ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk membasmi hama swah ini, petani yang awam dan toleran terhadap kimia tentu tidak segan dengan penggunaan racun moluskisida atau pestisida untuk moluska. Namun disisi lain dalam jangka panjang justru akan menimbulkan dampak yang negative, selain kepada tanaman atau petani itu sendiri, terutama terhadap kesehatan dan kesuburan tanah. Sebaliknya cara yang mudah dan aman adalah dengan menangkap dan mengumpulkannya, selama ini keong mas dikenal sebagai hama pada tanaman padi yang cukup sulit dikendalikan, namun jika kita mau kreatif ternyata banyak manfaat yang bisa diperoleh dari keong mas, biasanya banyak petani yang menggunakan keong mas sebagai makanan ternak dan ikan, namun ternyata masih ada manfaat lain keong mas yaitu sebagai pupuk organic cair. Dalam perkembangan teknologi pertanian masa kini, keong mas dapat dijadikan salah satu pupuk organic cair dengan menjadikan MOL keong mas, dengan bahan baku keong mas yang diharapkan dapat menghambat atau bahkan menghilangkan perkembangbiakan keong mas tersebut. MOL sendiri adalah cairan yang berbahan dari berbagai sumber daya alam yang tersedia, berdasarkan kandungan yang terdapat dalam MOL tersebut, maka MOL dapat digunakan sebagai decomposer, pupuk hayati dan sebagai pestisida organic terutama sebagai fungisida. Adapun cara pembuatan MOL keong mas adalah sebagai berikut : Bahan Baku : Keong mas 1 kg. Gula merah 1 kg. Air cucian beras 4 ltr. Air kelapa 2 ltr. Cara Membuat : Haluskan keong mas dengan cara ditumbuk, kemudian gula merah diiris halus-halus dan diilarutkan dalam larutan air cucian beras yang telah dicampur dengan air kelapa. Setelah itu campurkan dan aduk semua bahan hingga merata, simpan di wadah ember atau drum, kemudian tutup yang rapat dan disimpan selama 15-30 hari atau lebih jika menginginkan hasil yang baik. Pembuatan pupuk cair ini dinilai berhasil jika hasil fermentasi mengeluarkan bau harum yang khas, jika berbau busuk bisa ditambahkan kembali irisan gula merah. Untuk pembuatan pupuk organik yang lebih banyak, maka dapat dilakukan dengan melipatgandakan bahan-bahan yang tersedia dengan memperhatikan perbandingannya. Cara Penggunaannya : Satu liter MOL keong mas bisa dicampur dengan air biasa sekitar 2 liter/tangki. Pupuk organik cair ini bisa diaplikasikan dengan penyemprotan pada umur padi 15 hst dengan jarak 2-3 kali seminggu. Beberapa keunggulan yang bisa didapatkan petani dengan penggunaan pupuk organic ini yaitu dengan mengaplikasikan pupuk organic keong mas ini tanaman dan buah akan lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia pada umumnya. Selain itu pupuk organik ini mampu menghidupkan organisme tanah sehingga tanah akan kembali subur. Kemudian keunggulan yang utama adalh pupuk organic ini tidak menimbulkan efek buruk kepada tanaman atau bahkan petani itu sendiri, serta terhadap lingkungan karena tidak tercampur dangan bahan kimia. Penulis : Vitha Oktaviani, SP Penyluh Pertanian Pertama BPP Caringin