Loading...

Manfaatkan Pekarangan dengan Bertanam Jeruk dalam Pot

Manfaatkan Pekarangan dengan  Bertanam Jeruk dalam Pot
Pendahuluan Upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan keluarga dapat dilakukan salah satunya dengan cara pemanfaatan pekarangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Di daerah perdesaan pemanfaatan lahan pekarangan ini masih dapat dilakukan dengan menanam berbagai jenis tanaman sayuran maupun buahan dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang masih relatif tersedia cukup luas, namun berbeda halnya dengan di wilayah perkotaan, pekarangan yang sempit menjadikan kendala utama dalam memanfaatkan pekarangan tersebut. Namun, pada dasarnya pekarangan yang sempit bukan lah semua masalah jika ingin tetap memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman sayuran ataupun buah-buahan. Solusinya dapat dilakukan dengan bertanam sayur ataupun buah didalam pot atau yang sering kita kenal dengan istilah tabulampot. Dari segi estetika Tabulampot tidak hanya bisa kita nikmati hasil daun atau buahnya namun juga berperan sebagai tanaman hias yang dapat menambah keindahan pekarangan rumah. Banyak jenis tanaman sayuran dan buahan yang bernilai estetika tinggi dan bisa ditanam dalam pot salah satunya adalah tanaman jeruk. Jeruk merupakan komoditas buah unggulan nasional yang memiliki nilai ekonomi tinggi, adaptasinya sangat luas, sangat populer dan digemari hampir seluruh lapisan masyarakat, dan nilai impornya cenderung meningkat dengan citarasanya yang manis dan segar. Kandungan vitamin dan gizi dari tanaman jeruk sangat besar sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga. Budidaya tabulampot tanaman jeruk di pekarangan juga tergolong mudah, lokasi tanam ada di sekitar halaman atau atap rumah sehingga mudah untuk dipantau. Keuntungan menanam tabulampot jeruk adalah berbuah bisa lebih cepat dibandingkan dengan ditanam di kebun yang biasnya akan berbuah 2,5-3,5 tahun setelah ditanam namun tabulampot jeruk bisa dipanen pada umur 1-2 tahun. Syarat Tumbuh Tanaman Jeruk dapat ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, tergantung dari jenis jeruknya. Tanaman ini menghendaki sinar matahari penuh tanpa naungan dengan suhu berkisar antara 13 - 35°C (optimum 22 - 23 °C), curah hujan 1.000 – 3.000 mm/th (optimum 1.500 - 2.500 mm/th). Bulan kering optimum 3 – 4 bulan untuk dapat merangsang pembungaan, pH tanah yang dibutuhkan ± 6 dengan tekstur tanah berpasir atau lempung berpasir. Dengan memperhatikan syarat tumbuh yang dikendaki oleh tanaman jeruk ini akan menentukan keberlanjutan produksi dan mutu buah varietas jeruk yang ditanam. Pemilihan Benih Bibit merupakan hal pertama yang harus dipersiapkan sebelum memulai tanam. bibit tanaman yang baik merupakan hasil dari perbanyakan vegetatif seperti cangkok, okulasi, sambung pucuk, dan susuan. Bibit dari perbanyakan generatif/persemaian biji biasanya lebih lama memunculkan bunga atau buah. Kriteria benih yang bermutu baik adalah umur 1-2 tahun, berlabel, tinggi tanaman ± 75 cm, dan pertumbuhan serta perakarannya normal. Jenis jenis tanaman jeruk umumnya yang bisa ditanam dalam pot adalah jeruk manis, jeruk pamelo, jeruk keprok dan jeruk hias. Media Tanam Media tanam untuk tabulampot jeruk harus gembur, subur, dan cukup porous. Unsur porositas ini penting karena berguna untuk sirkulasi air dan udara di dalam media tanam. Media tanam berupa tanah lebih utama top soil tanah kebun, tanah humus ataupun tanah sisa bakaran sampah dan tambahan sekam atau pasir kali. Kesuburan dan kegemburan media tanam diperoleh dari pupuk kandang sapi, kambing, domba, ayam ataupun kompos. Komposisi yang dipergunakan pada umumnya adalah 1:1:1 ( tanah ; pupuk ; sekam/pasir ) atau bisa juga perbandingan 2:1:1. Untuk ukuran wadah/ pot dan besar pot dapat disesuaikan dengan besar tanaman, dengan standar pot berdiameter 35 - 50 cm untuk pot semen/drum, dan pot plastik diameter 50 cm tinggi 60 cm. Proses penggantian pot/wadah diperlukan secara bertahap mengikuti perkembangan tanaman dengan tujuan memaksimalkan pertumbuhan dan produksi, Penanaman Tahapan dalam menanam jeruk dalam pot adalah yang pertama dipersiapkan adalah media tanam. Media tanam dicampurkan dengan dua bagian tanah ditambah satu bagian pupuk kandang dan satu bagian sekam/daun-daun kering lalu diaduk hingga rata menggunakan cangkul. Selanjutnya lubang lubang yang ada pada pot/drum ditutup menggunakan pecahan genting secukupnya tujuannya adalah agar media tanam tidak terbuang keluar saat dilakukan penyiraman. Pot yang telah disiapkan diisi dengan media tanam sampai terisi dua pertiga bagian pot dengan menggunakan skop kecil. Kemudian bibit jeruk ditanam kedalam pot dan pot diisi media tanam sampai penuh. Perlu diperhatikan benih yang ditanam, bila terdapat akar tunggang yang bengkok hendaknya dilakukan pemotongan. Langkah selanjutnya adalah menyiram benih yang telah ditanam hingga semua media tanam cukup basah dengan menggunakan gembor. Selanjutnya setelah bibit ditanam adalah melakukan proses pemeliharaan. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan terdiri dari penyiraman, pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman rutin pada musim kemarau dilakukan setiap dua sampai tiga hari sekali . Perlu diperhatikan saat menyiram agar jangan terlalu becek karena saat kondisi tergenang dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan akar menjadi busuk dan berakibat daunnya menguning. Pemupukan rutin setiap satu bulan sekali menggunakan campuran 15-25 gram pupuk NPK 16-16-16 dengan 25 gram urea/Za kemudian disiram secukupnya atau bisa terlebih dahulu pupuk dilarutkan ke dalam air, setelah larut baru disiramkan ke tanaman. Kegiatan pemangkasan dilakukan terhadap tunas yang tumbuh pada batang bawah, tunas air, tunas yang tumbuh pada ujung cabang yang tumbuh terlalu banyak dan disisakan tiga tunas yang terbaik. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan saat tanaman sedang tumbuh tunas baru. Hama kutu daun (aphids), Thrips (Scirtothripscitri) dan ulat peliang daun dikendalikan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Alfametrin/Imidakloprit dengan takaran 0,5-1 ml/liter air disemprotkan menggunakan sprayer/jetspray secara merata setiap minggu . Pengendalian jamur dan bakteri dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mancozeb atau Propineb dengan takaran 1 – 2 gram perliter air.