Loading...

Manfaatkan Tanaman sebagai Pestisida Nabati

Manfaatkan Tanaman sebagai Pestisida Nabati
Pendahuluan Pestisida asal katanya dari bahasa inggris yaitu pest berarti hama dan cida berarti pembunuh. Peraturan menteri Pertanian Nomor 43 tahun 2019 mendefinisikan pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang dipergunakan untuk (1) memberantas atau mencegah hama-hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian bagian tanaman atau hasil hasil pertanian, (2) memberantas rerumputan, (3) mematikan daun dan mencegah pertu,buhan yang tidak diinginkan, (4) mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk, (5) memberantas atau mencegah hama hama luar pada hewan-hewan piaraan dan ternak, (6) memberantas atau mencegah hama-hama air, (7) memberantas atau mencegah binatang-binantang dan jasad jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam alat-alat pengenagkutan, (8) memberantas atau mencegah binatang-bnatang yang adapt menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman , tanah atau air. Pestisida Nabati Klasifikasi pestisida berdasarkan bahan aktif terdiri dari pestisida sintetik dan pestisida alami. Pestisida sintetik merupakan pestisida berbahan aktif satu atau lebih senyawa sintetik. Sedangkan pestisida alami adalah pestisida yang berbahan aktif berasal dari makhluk hidup atau mineral alami. Keunggulan dari pestisida alami, antara lain (1) mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan), (2) relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang, (3) efektif membunuh hama/penyakit, (4) sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman, (5) bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri, (6) mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi, (7) dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. (8) tidak menimbulkan kekebalan pada serangga. Salah satu jenis pestisida alami adalah pestisida nabati. Secara umum pestisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan. Pestisida nabati bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman. Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan-bahan atau ramuan yang dapat digunakan untuk pembuatan pestisida nabati sangat banyak disekitar kita, diantaranya : cabai merah, daun pepaya, bawang putih, biji duku, daun babadotan, daun cengkeh dan lain sebagainya. Pemanfaatan Tanaman sebagai Pestisida Nabati Asap cair Asap cair (liquid smoke) merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa-senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah limbah sawit (cangkang sawit, bongkol kelapa sawit), tembakau, kayu, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Manfaat dari asap cair adalah sebagai pengendali hama dan penyakit tanaman, penyubur tanah dan tanaman, pengawet makanan dan sebagai bahan penggumpal karet. Untuk mengatasi hama tanaman, asap cair sangat efektif digunakan untuk mengendalikan hama ulat grayak pada tanaman jagung. Cara kerjanya yaitu dengan menyemprotkan asap cair ke seluruh tanaman jagung (terutama tongkol buah, daun dan pucuk). Ulat grayak akan memakan bagian tanaman tersebut dan akhirnya akan mengalami keracunan dan mati. Selain pada tanaman jagung asap cair juga efektif digunakan pada tanaman cabai untuk mengendalikan hama thrips dan apids. Aplikasinya sebelum digunakan asap cair terlebih dahulu diencerkan baru setelah itu bisa disemprotkan ke tanaman. Tehnik pengenceran sebanyak 1 liter air dan asap cair sebanyak 220 ml dicampurkan dan dimasukkan ke dalam alat penyemprotan dan asap cair siap di aplikasikan ke tanaman. Cabai Merah Cabai merah dapat digunakan sebagai pestisida nabati, dimana didalam cabai merah terkandung salah satu senyawa yaitu capsaicin yang bersifat insektisida dan dapat mempengaruhi kerja saraf dari OPT. Organisme pengganggu tanaman (OPT) sasaran pestisida nabati ini antara lain semut, kutu daun, ulat dan lalat. Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pestisida ini adalah 4 mangkuk cabai merah, 30 gr deterjen/sabun, saringan, 3 liter air, penyemprot dan panci. Cara membuatnya adalah pertama tama cabai terlebih dahulu direbus dalam panci selama 15 - 20 menit, lalu matikan api. Setelah itu tambahkan 3 liter air dingin kedalam rebusan tersebut, setelah dingin saring airnya. Langkah selanjutnya dalah dengan menambahkan sabun atau deterjen secukupnya, lalu aduk rata. Insektisida nabati siap untuk digunakan untuk disemprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari. Daun Pepaya Daun pepaya mengandung bahan aktif flavonoid, terpenoid dan alkalid dengan sifat sebagai racun yang efektif digunakan sebagai pestisida nabati. OPT sasaran dari pestisida ini adalah aphids, rayap, hama kecil, dan ulat bulu serta berbagai jenis serangga.Teknik pengolahannya adalah siapkan 1 kg daun pepaya, hancurkan hingga halus dan tambahkan 30 gr detergen atau bisa juga lidah buaya secukupnya. Selanjutnya rendam dalam 10 liter air selama satu malam lalu saring dengan kain halus. Cara aplikasinya yaitu dengan mencampurkan 10 ml ekstrak daun pepaya dengan 1 liter air kemudian larutan siap disemprotkan tanaman. Bawang Putih Kandungan bahan aktif dalam bawang putih antara lain tanin, dialilsulfida, aliin, alisin, minyak atsiri, dan enzim aliinase. Kandungan bahan aktif ini dapat digunakan sebagai pestisida nabati dengan manfaatnya antara lain dapat menghambat makan serangga, menghambat pertumbuhan serangga, menghambat reproduksi serangga dan menghambat perkembangan patogen. OPT sasaran pestisida ini adalah ulat, bakteri, nematoda, antraknos, dan hama penghisap. Untuk membuat pestisida sederhana ini alat dan bahan yang harus disiapkan adalah saringan, botol, penyemprot, 85 gram bawang putih, 50 ml minyak sayur, 10 ml deterjen dan 950 ml air. Tehnik pembuatannya adalah yang pertama campurkan bawang putih dengan minyak sayur, diamkan selama 24 Jam. Kemudian tambahkan air dan deterjen, lalu sampai aduk rata. Untuk mengaplikasikannya ke tanaman caranya adalah campurkan larutan ekstrak dan air dengan perbandingan 1:19 aduk rata. Selanjutnya pestisida nabati siap digunakan dengan cara disemprotkan ke seluruh bagian tanaman pada pagi hari. Biji Duku Kandungan bahan aktif dalam biji duku adalah alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol. Mekanisme kerja dari pestisida ini adalah mampu menolak dan menghambat perkembangan serangga. OPT sasaran antara lain Spodoptera litura dan sejenis ulat pemakan daun lainnya. Peralatan dan bahan yang dibutuhkan dalam membuat pestisida nabati ini adalah cobek, blender, saringan, alat penyemprot, 500 gram biji duku dan 20 liter air. Cara membuat adalah pertama tumbuk atau blender 500 gram biji duku hingga halus, kemudian rendam dalam air selama 24 jam. Setelah itu saring air hasil rendaman dan selanjutnya biopestisida biji duku siap untuk digunakan. Cara aplikasinya yaitu dengan menyemprotkan pestisida nabati biji duku ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari. Daun Babadotan Selama ini tumbuhan babadotan lebih sering dikenal sebagai tumbuhan pengganggu atau gulma, namun sebenarnya tanaman ini mempunyai segudang manfaat sebagai pestisida nabati antara lain mengandung bahan aktif flavanoid, saponin, polifenol, kumarin, asam sianida, eugenol dan minyak atsiri, dan mampu menolak serta menghambat perkembangan hama terutama serangga. OPT sasaran pestisida ini adalah kepik, kutu daun, ngengat, dan Heliothis armigera (ulat). Alat dan bahan yang diperlukan adalah cobek, ember, 500 gram daun babadotan, detergen, dan 1 liter air. Untuk membuatnya hal pertama yang harus dilakukan adalah tumbuk daun babadotan hingga mengeluarkan getah, kemudian rendam kedalam 1 liter air selama 24 jam. Kemudian tambahkan detergen, aduk hingga rata lalu saring. Setelah itu larutan sudah dapat digunakan untuk disemprotkan ke seluruh bagian tanaman. Waktu penyemprotan dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Daun Cengkeh Kandungan bahan aktif pada daun cengkeh antara lain eugenol, flavonoid dan glikosida. Eugenol memiliki sifat toksik terhadap beberapa jenis jamur dan patogen tanaman. Pestisida nabati dari daun cengkeh dapat untuk mengendalikan penyakit layu bakteri, busuk lunak dan bercak daun. OPT sasaran antara lain F.Oxysporum, F. Solani, R. Llignosus, R. Solani, P. Capsici dan S.Rolfsii. Cara kerja pestisida ini adalah dengan menghambat aktivitas makan hama yang akan mengakibatkan kemandulan. Teknik pengolahannya untuk menjadi pestisida nabati adalah pertama siapkan 10 kg daun cengkeh basah lalu dikeringkan, setelah kering ditumbuk halus menjadi bubuk. Bubuk daun cengkeh kemudian ditambahkan air sebanyak 19 liter dan aduk sampai rata, kemudian ditambahkan 20 gram detergen. Aduk sampai merata dan biarkan selama 2 hari kemudian disaring. Cara mengaplikasikannya adalah dengan penyemprotan pada tiap tanaman yang terserang dengan dosis penyemprotan 1 – 1.5 liter larutan ditambah 20 liter air. Pestisida ini dapat digunakan untuk luasan lahan 1 - 2 ha.