Loading...

Mangga Garifta, Si Manis Masam

Mangga Garifta, Si Manis Masam
Badan Litbang Pertanian telah melepas sejumlah varietas mangga unggul yang memiliki potensi produksi tinggi dan dapat beradaptasi pada dataran rendah. Diantaranya adalah varietas unggul Mangga Garifta Merah, Kuning, Orange, dan Gading memiliki penampilan yang menarik, rasa buah yang manis segar dan aroma buahnya yang harum. Garifta adalah kependekan dari; Ga berarti Mangga, Rif berarti Research Institute for Fruit, dan Ta hanya penambahan untuk mempercantik pengucapan. Berbeda dengan mangga jenis gadung atau manalagi yang banyak diminati masyarakat karena rasa manisnya, mangga garifta yang berwarna merah kekuning-kuningan ini memiliki rasa manis bercampur rasa masam. Adanya rasa masam itulah yang membuat orang kurang berminat menikmati mangga Pasuruan itu. Namun justru perpaduan rasa itu yang memikat warga luar negeri seperti Singapura. Varietas Garifta sebenarnya sudah ditemukan tahun 2009 silam. Pengembangan mangga ini diawali penanaman bibit pohon di Desa Cukurgondang, Grati, Kabupaten Pasuruan. Varietas mangga ini diperoleh setelah dilakukan penelitian lebih dari 10 tahun di Kebun Percobaan Desa Cukurgondang. Garifta adalah perkawinan mangga-mangga lokal kualitas terbaik. Dari perkawinan inilah kami menghasilkan mangga garifta dengan rasa manis dan warna yang indah. Mangga ini juga sudah terdaftar dalam SK Kementerian Pertanian tahun 2009 dengan empat jenis: Garifta Merah, Garifta Kuning, Garifta Orange, dan Garifta Gading. Ciri khusus mangga Garifta Gading salah satunya adalah memiliki perpaduan warna merah dan kuning dengan gradasi yang cantik pada buahnya yang berbentuk bulat. Penampilannya makin menawan dengan warna merahnya yang menyala ketika terkena cahaya matahari. Potensi hasil buahnya rata-rata 64,42 kg/pohon/tahun, dengan berat per buahnya antara 190-230 gram. Tekstur dagingnya agak lunak berserat kasar, rasanya manis, aromanya harum kuat. Jumlah buahnya antara 1-4 buah dalam satu tandan. Waktu berbunga biasanya terjadi pada bulan Juli-Agustus. Sedangkan waktu panen terjadi antara November-Desember. Tampilan buah yang cantik itu membuat Garifta Gading cocok untuk tanaman koleksi di tabulampot (tanaman buah dalam pot). Selain buahnya manis, untuk memetiknya juga mudah karena ketinggian pohonnya tidak sampai tiga meter. Keunggulan lain varietas mangga ini adalah daya simpannya pada suhu kamar selama 7-10 hari setelah panen. Mangga varietas Garifta Gading akan tumbuh dengan baik pada dataran rendah dengan ketinggian 1-300 m dpl. Ada banyak manfaat baik dari varietas baru yang merupakan penyempurnaan mangga harum manis, antara lain; Kandungan vitamin A dan C di dalam mangga terbilang tinggi, akan berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan mata. Selain itu juga akan menjaga kekebalan tubuh Vitamin C, serta, dan pectin pada mangga akan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah Mangga termasuk buah dengan kadar air tinggi yang akan berikan rasa kenyang lebih lama Kandungan asam glutamin akan jadi penambah daya ingat Buah manis ini juga bisa jadi sumber gula alami bagi tubuh Jika mangga dikonsumsi secara rutin, maka akan mengatasi masalah konstipasi dan perlancar sistem pencernaan. Kadar glikemik yang rendah pada mangga baik untuk normalkan kadar gula darah dan insulin dalam darah. Sehingga aman bagi penderita diabetes asal mengonsumsi pada batas yang pas BPTP Jawa Tengah pada tahun 2020 ini memproduksi bibit Mangga Garifta Merah dan Kuning sebanyak 6000 batang yang rencana akan didistribusikan ke wilayah Jawa Tengah.