Mangga gedong merupakan kultivar mangga yang banyak digemari konsumen karena mempunyai rasa yang manis, aroma kuat dan khas serta daging buah tebal. Umumnya buah berukuran sedang dengan berat buah berkisar antara 200 - 240 gram per buah dan berukuran 10 x 8 cm, bentuk pangkal buah bulat. Mangga gedong dapat menghasilkan gedong biasa atau gedong gincu bergantung pada beberapa hal. Mangga ini akan menghasilkan gedong biasa, apabila: Dipanen saat buah mencapai tingkat kematangan kurang dari 60 persen, Posisi buah berada di tempat yang rimbun, sehingga tidak mendapat penyinaran kurang kuat. Cuaca terutama saat buah menjelang tua kurang cerah Mangga gedong akan menghasilkan mangga gedong gincu apabila : Dipanen setelah tingkat kematangan buah di atas 70% (dipanen masak), Posisi buah terbuka sehingga dapat memperoleh sinar matahari yang cukup, Cuaca terik sehingga buah memperoleh penyinaran penuh. Ini berarti bahwa tidak ada kultivar khusus gedong gincu, atau tidak ada bibit tanaman khusus gedong gincu, karena gincu atau tidaknya mangga gedong ditentukan oleh tingkat kematangan pemanenan dan penyinaran. Bila buah mangga gedong dipanen pada tingkat kematangan di atas 70% dan memperoleh dukungan sinar matahari, pangkal buah akan berwarna warna merah menyerupai gincu. Mangga gedong inilah yang kemudian dikenal dengan mangga gedong gincu. Perbedaan waktu panen mangga gedong, gincu dengan gedong biasa sekitar 10 sampai 15 hari. Meskipun waktu panen lebih lambat namun para petani lebih memilih memanen mangga gedong sebagai gedong gincu karena harga jual gedong gincu lebih tinggi sekitar 30 sampai 50 persen dibandingkan dengan harga jual gedong biasa. Mangga gedong gincu mempunyai peluang pasar cukup besar baik di pasar lokal maupun pasar ekspor, karena buahnya mempunyai aroma sangat tajam, warna buah merah menyala, dan mengandung banyak serat. Karakteristik ini sangat sesuai dengan dengan permintaan negara importir. Sekarang ini, pangsa pasar mangga gedong gincu sudah masuk pasar internasional. Selain di Kabupaten Majalengka, Indramayu, Cirebon dan kabupaten lain, mangga gedong gincu juga banyak diproduksi di Kabupaten Sumedang. Pemasaran mangga gedong gincu berkualitas prima dilakukan petani melalui super market, sedangkan untuk kualitas biasa dipasarkan di kota Sumedang dan pinggiran jalan raya jalur Sumedang-Cirebon (Kecamatan Tomo). Standar kualitas mangga gedong gincu biasanya didasarkan pada: Ukuran buah (besar atau kecil), makin besar makin baik Warna pangkal buah (merah atau kuning), makin merah makin baik Tingkat kerusakan fisik (memar atau terkena hama penyakit) makin mulus makin baik Bentuk buah (berlekuk atau tidak berlekuk), tidak berlekuk makin baik Lapisan lilin (ada atau tidak), masih ada lapisan lilin makin baik Percikan getah pada kulit buah, makin sedikit getah yang menodai kulit buah makin baik (Tatang Kostaman PP Madya Sumedang)