Loading...

Manggis si Buah Eksotik Agar Nilai Jualnya Manis

Manggis si Buah Eksotik Agar Nilai Jualnya Manis
Manggis buah bergengsi bagi yang membelinya. Buah ini sudah banyak ditemukan di pasar lokal. Ia merupakan salah satu komoditas buah tropika eksotik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas unggulan untuk ekspor. Sebagai komoditas ekspor, persyaratan mutu dapat mempengaruhi persaingan,karena itu persyaratan mutu harus benar-benar ditaati dan dipatuhi agar buah dapat diterima oleh konsumen di pasar domestik dan pasar internasional. Untuk meningkatkan buah manggis dengan nilai jual yang “manis” jangan lupa perhatikan K3. K3 adalah kepanjangan dari Kuantitas, Kualitas dan Kontinuitas. K3 ini dapat meningkatkan kepercayaan (trust) eksportir dan dapat meningkatkan harga jual produk. Rendahnya volume manggis yang diekspor disebabkan terbatasnya produksi dan volume, kontinuitas dan kualitas pasokan manggis yang sesuai permintaan konsumen. Keragaman jenis bebuahan dan keunggulan habitat tumbuhan tanaman menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih baik bila dibandingkan dengan negara lainnya. Keunggulan habitan tumbuhan ini merupakan modal yang penting dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional. Dengan penanganan yang tepat dan didukung berbagai sarana yang terus disempurnakan,buah Indonesia akan mampu bersaing dengan buah negara tropis lainnya. Dibalik keelokan ternyata manggis menyimpan berbagai potensi yang luar biasa dalam menunjang kesehatan atau bisa disebut dengan istilah functional food. Dibeberapa negara sudah sejak lama manggis dijadikan sebagai obat dan bahan terapi terutama bagian kulitnya. Kulit buah manggis merupakan salah satu bagian terbesar dari buah manggis yang dikategorikan sebagai limbah. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah manggis kaya akan kandungan antioksidan, terutama antosianin, xanthone, tannin maupun asam fenolat. Produktivitas buah manggis sangat tergantung pada benih yang digunakan. Karena itu, input pertanian terutama benih sangat diperhatikan. Sedangkan terkait budidaya hal yang perlu diperhatikan adalah pengolahan media tanam termasuk persiapan, dan pembukaan lahan, pengaturan jarak tanam, dan pemupukan. Sebagian besar jenis buah-buahan termasuk buah manggis yang dijual di pedagang kakilima hingga di pasar swalayan dipetik dari pohon yang sudah tua. Tanaman tersebut tumbuh secara alamiah tanpa perawatan intensif dari pemiliknya. Jenis usahanya yang sporadis maka standar mutu sangat sulit dipenuhi. Buah manggis yang sudah matang pohon, kulit buahnya berwarna merah. Pemetikan harus dilakukan secara berhati-hati sebab kulit buah manggis sangat rentan terhadap kerusakan. Sedikit kerusakan kulit menyebabkan keluarnya getah berwarna kuning. Getah tersebut menyebabkan turunnya kualitas buah karena rasa buah dapat berubah menjadi pahit. Penanganan Penanganan pasca panen buah manggis merupakan kegiatan untuk mempertahankan mutu produk buah setelah panen, dengan melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan Good Handling Practices (GHP) serta menjamin adanya konsistensi dalam pelaksanaan setiap kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Kriteria panen buah manggis dapat dihitung pada umur buah antara 104 – 110 hari setelah bunga mekar. Pada umur ini kulit manggis berwarna hijau kekuningan menjadi merah kecoklatan atau warna buah berubah menjadi merah keunguan. Buah manggis untuk ekspor dipanen pada umur 104 – 108 hari setelah bunga mekar, dengan kriteria kulit buah berwarna ungu kemerah-merahan atau merah muda dan kulit masih hijau dengan ungu merah mencapai 10 – 25 % warna ungu merahnya mencapai 50 % masih diterima. Warna buah manggis merah keunguan disebabkan karena kandungan pigmen betalain yang mudah rusak (berubah warna) karena tidak stabil dan dapat larut dalam air serta peka terhadap cahaya matahari,oksigen dan air panas. Selain itu perubahan warna dapat juga disebabkan oleh kerusakan mekanis seperti adanya luka, lecet karena tergores atau memar. Kerusakan mekanis pada kulit buah akan mempercepat terjadinya perubahan warna dan penurunan mutu buah. Kerusakan mekanis dapat mempercepat laju kehilangan air serta kualitas buah. Untuk mendapatkan buah manggis yang berkualitas sesuai dengan prmintaan pasar, lakukan pengumpulan buah dengan lokasi pengumpulan yang dekat, teduh dan buah jangan terluka. Pada penumpukan buah manggis dibawahnya dipasang palet sehingga ada udara yang lewat. Penumpukan buah manggis harus dihindari luka pada buah manggis. Peningkatan nilai tambah buah manggis mutlak memerlukan sortasi dan grading. Pemilihan mutu didasarkan pada berat/ukuran buah,kemudian kulit buah dan keutuhan sepal buah sehingga akan diperoleh nilai tambah karena harga buah manggis dapat ditentukan berdasarkan mutu buah. Proses sortasi buah setelah panen dapat memisahkan buah yang mulus dan tidak cacat. Selanjutnya buah dikelompokkan berdasarkan ukuran buah dan bergetah tidaknya. Cara menghilangkan getah yang menempel pada permukaan buah dengan cara dibersihkan dengan kain atau disikat dengan menggunakan sikat yang halus. Ukuran berat dan diameter buah dipilah-pilah sesuai dengan kriteria menurut standar mutu perdagangan, baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Penggolongan buah manggis berdasarkan kelas-kelas, sebagai berikut, Kelas Super. Manggis kelas super berkualitas super dan harus sesuai dengan karakteristik varitas atau tipe komersial. Manggis harus bebas dari cacat kecuali cacat kecil pada permukaan dan tidak mempengaruhi penampilan secara umum, kualitas simpan dan keberadaan produk dalam kemasan. Getah bening dan getah kuning tidak lebih dari 5 %. Kelas A, manggis ini harus berkualitas baik dan berkarakter sesuai dengan varitas komersial. Cacat pada buah masih diperbolehkan sejauh tidak mempengaruhi penampilan umum,kualitas, kualitas simpan dan keberadaan produk dalam kemasan. Kelas B, cacat sedikit pada kulit buah dan kelopak buah seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya. Total areal yang cacat tidak boleh lebih dari 10 % dari luas seluruh permukaan buah,serta cacat tidak mempengaruhi daging buah. Selama ini penyimpanan setelah panen hanya bersifat sementara, yaitu selama 1 hingga 2 hari atau selama proses grading dan rumah pengemasan (packing house). Penyimpanan bertujuan untuk memperpanjang daya tahan buah pada suhu tertentu agar dapat dikonsumsi dalam keadaan baik. Buah manggis merupakan buah klimaterik sehingga buah dapat matang selama penyimpanan. Puncak klimaterik dicapai setelah penyimpanan 10 hari pada suhu ruang. Buah yang dipanen setelah buah berumur 104 hari dihitung mulai bunga mekar, warna kulit buah manggis masih berwarna hijau dengan sedikit ungu muda pada permukaan kulit buahnya. Buah yang dipanen saat berwarna merah tua (114 hari) menyebabkan daya simpan buah lebih singkat dan tidak dapat memenuhi persyaratan mutu manggis untuk ekspor. Sinergi Dalam pengembangan sentra usaha agribisnis manggis,persaingan tidak sehat antar pelaku agribisnis harus dihindari. Bahkan diantara pelaku agribisnis tersebut perlu dilakukan koordinasi, kerjasama dan sinkronisasi kegiatan dan usaha,sehingga muncul efek-efek sinergis yang saling menguntungkan. Untuk menciptakan hal tersebut perlu dilakukan pengaturan persaingan diantara pelaku agribisnis,antara lain mengatur alokasi ruang ( tataguna lahan ), sehingga pemanfaatan lahan dan sumberdaya alam lainnya sesuai dengan peruntukannya. Dengan pengembangan sentra usaha agribisnis manggis akan terjadi persaingan yang sehat pada usaha yang telah berada pada lokasi dan ruang yang tepat,disamping tidak terjadi eksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan. Juga yang perlu dilakukan mendorong terbentuknya organisasi atau asosiasi usaha manggis yang kuat dan profesional sehingga mereka dapat bersinergi dan mampu bersaing dengan usaha lain dari luar, serta memfasilitasi pengembangan usaha ke luar daerah.