Pendahuluan Semangka merupakan salah satu buah dengan nilai ekonomis tinggi yang dapat ditanam di daerah tropis dan subtropis. Dengan cita rasanya yang manis dan menyegarkan, buah ini hampir diminati semua kalangan masyarakat. Permintaan pasar terhadap buah semangka cenderung terus meningkat, karena buah ini selain daoat dinikmati di tingkat keluarga juga selalu tersedia di setiap acara maupun kegiatan besar. Buah semangka kaya akan nutrisi, dengan kandungan phytochemical lycopene yang dapat membantu mencegah kanker prostat pada pria. Semangka juga memiliki khasiat menurunkan kolesterol dan menetralkan tekanan darah serta dipercaya mampu meningkatkan aktifitas sel darah putih sehingga meningkatkan sistem kekebalan. Tanaman semangka tumbuh baik di dataran rendah hingga dataran tinggi 0-1000 m dpl. Daerah yang berkapur dan mengandung banyak bahan organik. Derajat keasaman tanah optimum antara pH 5,5-6,5. Meskipun demikian, tanaman semangka toleran terhadap lahan masam (pH kurang dari 5) sehingga tanaman ini dapat dikembangkan di lahan gambut. Tanaman semangka menghendaki tempat yang tidak ternaungi atau mendapat sinar matahari penuh. Tanaman ini tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Untuk menghasilkan semangka dengan citarasa manis dan segar, serta mempunyai daya jual tinggi, maka tahapan budidayanya harus dilakukan dengan benar dan tepat meliputi penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Persiapan Lahan Persiapan lahan yang baik berpengaruh besar terhadap produktivitas tanaman yaitu dapat meningkatkan hasil panen hingga 30 %. Tujuan dari persiapan lahan adalah untuk mengkondisikan lahan tempat budidaya tanaman agar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Tahapannya adalah Lahan dibersihkan dari segala macam gulma, setelahnya dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Kegiatan ini dilakukan tiga minggu sebelum persemaian dan perendaman benih. Selanjutnya lahan yang telah diolah dibuat petakan-petakan membentuk bedengan dan diolah lagi dengan cangkul atau bajak dengan lebar bedengan 6 x 20 m, jarak antara bedengan 70-80 cm dan jarak tanam 80 cm. Penanaman menggunakan model berhadap-hadapan (ganda). Permukaan bedengan dicangkul lalu dicampurkan dengan pupuk kandang dan kapur dolomit. Tahapan selanjutnya disiapkan mulsa plastik kemudian dihamparkan di atas bedengan dan pinggirannya dipasak dengan bilah bambu atau kawat jemuran. Mulsa selanjutnya dilubangi dengan berdiameter 10 cm. Pembibitan Langkah awal yang dilakukan dalam pembibitan adalah penyiapan benih. Tanaman semangka yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari benih tanaman yang sehat, dan terpelihara baik. Benih direndam dalam air dan fungisida selama 1 - 2 jam. Benih yang baik berada di dasar air, dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. Benih ditiriskan dan diletakkan dalam kertas lembab selama 1 - 2 malam. Benih yang sudah berkecambah dipindahkan dalam kantong plastik atau polibag yang telah berisi media semai dan disusun rapi ditempat persemaian ditutup dengan plastik transparan untuk menghindari hama dan penyakit serta hujan. Media semai yang digunakan adalah campuran tanah dan arang sekam (1:1). Media semai disiram air secukupnya, penyiraman dilakukan setiap hari sampai bibit dipindahkan ke lapangan, yaitu bila telah memiliki 4 - 5 daun. Penanaman Bibit semangka siap dipindahkan ke lapangan apabila telah memiliki 4-5 helai daun atau umur 7- 10 hari dengan pertumbuhannya sehat dan kuat. Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya. Penanaman bibit dilakukan pada pagi atau sore hari dengan cara membasahi media bibit kemudian kantong polibag disobek dengan pisau dan dilepas, lalu bibit ditanam sebatas leher akar tanaman. Penanaman dengan satu bibit per lubang tanam. Setelah dilakukan penanaman, bibit segera disiram. Penyulaman bibit yang mati dapat dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan pada tanaman semangka meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit. Penyiraman dilakukan pagi dan sore hari dengan menggunakan selang air. Jika terdapat hujan, maka penyiraman tidak perlu dilakukan, agar kondisi lahan tidak terlalu lembab. Penyiangan dilakukan apabila gulma tumbuh di petakan lahan, dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan tanaman. Pengendalian gulma dilakukan dengan cara mencabut rumput yang tumbuh dekat lubang tanam. Pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang 1,5 kg/tanaman setelah penebaran kapur. Pupuk anorganik berupa Urea 75 g/tanaman, TSP 40 g/tanaman, KCl 85 g/tanaman, diberikan 5 hari setelah pemberian pupuk kandang. Pupuk tambahan diberikan umur 20 HST berupa pupuk daun N 2 g/l dan memasuki fase generatif diberi pupuk P dan K 2 g/l. Umur 55 HST diberi pupuk tambahan KNO3 dengan konsentrasi 10 g/l untuk merangsang perbesaran buah dan meningkatkan kadar gula. Pemangkasan merupakan kegiatan membuang cabang-cabang yang tidak produktif untuk mendapatkan percabangan optimum. Pemangkasan pada tanaman semangka dilakukan pada cabang primer dan juga cabang sekunder. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida dan fungisida secara berselang seling dengan interval seminggu sekali, dosis yang digunakan sesuai dengan petunjuk pada kemasan. Aplikasi pestisida diberikan setelah hujan atau kondisi cuaca berawan. Pada saat memasuki masa generatif, buah yang dipelihara adalah bunga yang muncul diatas ruas ke 13, pembalikan buah dilakukan 2 hari sekali hal ini agar warna kulit buah bagus dan matangnya merata. Untuk mendapatkan ukuran buah yang besar dan panjang, serta berat maka dalam 1 tanaman hanya di pertahankan 1 atau 2 buah tanaman semangka. Panen dan Pascapanen Pemanenan dapat dilakukan pada umur 65 - 85 hari setelah tanam atau pada umur 35-40 hari setelah bunga muncul. Pemetikan dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan gunting atau pisau. Pemanenan dilakukan pada pagi hari karena proses penimbunan zat makanan terjadi pada malam hari. Ciri-ciri buah yang telah dapat dipanen antara lain warna dan tekstur kulit buah terlihat bersih dan mengkilat, batang buah mulai mengecil, sulur pada pangkal buah kecil dan berubah warna menjadi coklat tua serta suara buah bila diketuk akan bergetar atau bersuara agak berat. Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah semangka dipanen. Kegiatan yang dilakukan, antara lain pengumpulan, penyortiran dan penyimpanan. Buah-buah semangka yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir. Semangka yang telah dipanen, diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun cacat karena serangan hama dan penyakit. Buah semangka yang sudah dipetik, yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan buah harus bersih, kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus. Sumber Bacaan : Kuswandi, Yeni M, Hendri. 2014. Teknologi Budidaya dan Perbenihan Semangka. Balai Penelitian Tanman Buah Tropika. Solok. Sumatera Barat. BPTP Bangka Belitung. 2010. Inovasi Teknologi Tanaman Hortikultura. Petunjuk Teknis Agroinovasi No. 12. BPTP Bangka Belitung