Masa Panen Jagung: Rahasia Kadar Air Tepat, Harga Melompat
Untuk cuan maksimal panen jagung, rahasianya ada pada kadar air ideal 13-14% saat dijual/simpan agar harga melompat, karena standar SNI dan pembeli mensyaratkan itu untuk kualitas dan penyimpanan aman; sementara kadar air panen awal (20-40%) bisa diturunkan bertahap (18-20% sebelum pipil, lalu keringkan lagi) menggunakan alat pengering atau jemur, karena kadar air tinggi saat panen mengurangi kualitas dan harga.
Kenapa Kadar Air Sangat Pentuberpengaruh?
Standar Pembeli/SNI: Jagung pipilan kering idealnya maksimal 14% kadar air untuk menghindari jamur dan penyimpanan lama.
Harga: Jagung dengan kadar air tinggi (misal 34-35%) akan dihargai rendah atau ditolak karena harus ditanggung petani untuk pengeringan tambahan.
Kualitas: Kadar air terlalu tinggi saat panen dini bisa menurunkan kualitas dan hasil, sementara terlalu lama juga menurunkan mutu.
Kadar Air Jagung Menurut Tahapannya
Saat Panen (Awal): 20-40% (tergantung waktu panen), saat rambut luar kering dan biji keras.
Setelah Dipipil (Sebelum Kering): 20-30%, lebih rendah lebih baik.
Untuk Disimpan/Dijual (Ideal): <14% (maksimal 14%).
Untuk Benih (Sangat Baik): <14%, bahkan lebih rendah (9%) untuk penyimpanan lebih awet.
Tips Meraih Cuan Maksimal
Panen Tepat Waktu: Panen saat tongkol keras dan rambutnya coklat, biasanya 80-110 HST, saat kadar air 35-40%.
Keringkan Bertahap:
Setelah panen, keringkan di lantai jemur hingga kadar air turun ke 18-20% (jika masih bertongkol).
Setelah dipipil, lanjutkan pengeringan (jemur atau pakai dryer) hingga mencapai 13-14%.
Gunakan Alat Ukur (Moisture Meter): Pastikan kadar air sesuai target menggunakan alat ukur kadar air digital untuk akurasi.
Pahami Pasar: Tahu standar kadar air yang diminta pembeli (pedagang/industri) agar harga jualnya maksimal.