Loading...

Media Tanam Untuk Hidroponik

Media Tanam Untuk  Hidroponik
Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocoktanam. Media tanam yang akan digunakan harus disesuaikan dengan jenis tanaman yang ingin ditanam. Menentukan media tanam yang tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda habiitat asal nya merupakan hal yang sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki kelembaban dan kecepatan angin yang berbeda. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembaban daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Media tanam disebut juga dengan media tumbuh, bagi tanaman umumnya berupa tanah. Puluhan bahan yang berbeda yang digunakan dalam berbagai kombinasi untuk membuat media tumbuh buatan sendiri atau komersial. Media tanam umumnya memiliki berbagai nutrisi, mineral, air, vitamin, serta kandungan lain yang tentunya dibutuhkan oleh tanaman, sehingga peran akar berperan penting dalam menyerap kandungan hara yang dimiliki media tanam bisa lebih optimal. Media tanam pada pertanian hidroponik hanya bersifat inert, yakni tidak menyediakan unsur hara, hanya berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman saja, diantaranya a rang sekam, spons, expanded clay, rockwool, Sa but (coir), perite, batu apung (pumie), vermiculite, pasir, kerikil, serbuk kayu, dan masih banyak lagi. Syarat Media Tanam Beberapa kriteria media tanam yang baik untuk hidroponik, yaitu sebagai berikut : Memiliki sifat poros atau mudah menyerap air yang berlebihan; Memiliki struktur gembur, subur, dan bisa menyimpan persediaan air yang cukup untuk dialirkan pada tanaman; Tidak mengandung garam sama sekali atau kadar salinitasnya rendah; Keasaman media tanam mencapai alkalis, yakni memiliki pH 6-7; Tidak mengandung organisme yang dapat menimbulkan hama atau penyakit yang dapat merusak tanaman; dan Memiliki kandungan kapur atau unsur kalsium; Penyusun : Sad Hutomo Pribadi Sumber : Balibangtan.