Loading...

Media Tanam yang Baik untuk Tanaman Buah Kombinasi

Media Tanam yang Baik untuk Tanaman Buah Kombinasi
Media tanam atau tanah merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya sistem perakaran tanaman. Sebagian besar unsur hara dan bahan organik yang diperlukan tanaman diambil dari tanah. Persyaratan tanah yang baik, antara lain mempunyai bahan organik yang tinggi, sistem drainase dan aerasi yang baik, dan mengandung unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman. Bahan organik berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah mampu mengikat dan memanfaatkan secara optimal pupuk kimia yang diberikan melalui tanah. Struktur tanah dapat diperbaiki dengan cara penggemburan tanah dan pemberian bahan organik. Secara kasat mata tanah yang subur berwarna kehitaman dan berbentuk remah. Tanah yang terletak di kedalaman 30 cm dari permukaan tanah ini sering disebut dengan top soil. Media tanam yang cocok untuk tanaman buah berasal dari campuran berbagai bahan, yakni tanah kebun, tanah liat, pasir, pupuk kandang, dan kompos,. Media tanam yang digunakan harus memenuhi persyaratan tumbuh, yakni kecukupan bahan organik, aerasi dan drainasenya baik, mempunyai nilai kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi, dan memiliki pH netral. Media tanam tersebut harus selalu diperbaiki setiap enam atau dua betas bulan. Perbaikan dilakukan dengan cara mengganti sebagian media tanam, menambahkan pupuk organik dan pupuk anorganik atau pupuk kimia, serta selalu melakukan penggemburan tanah. Meskipun sebelumnya subur, media tanam yang digunakan secara terus-menerus dan tidak pernah diganti akan mengurangi kualitasnya. Unsur hara yang dikandung di dalam media tanam akan diserap dan dipergunakan tanaman untuk pertumbuhannya, sehingga perlu penambahan unsur hara untuk memperbaikinya. Penambahan unsur hara biasanya dilakukan dengan cara pemupukan, baik menggunakan pupuk anorganik maupun pupuk organik. Perbedaan jenis dan umur tanaman akan mempengaruhi jumlah pupuk yang diberikan. Bahan organik yang diperlukan tanaman disuplai oleh pupuk organik, misalnya pupuk kandang atau pupuk kompos. Ada dua jenis pupuk kandang yang biasa digunakan para penangkar tanaman buah, antara lain pupuk kandang dari kotoran ayam dan dari kotoran sapi. Pupuk kandang dari kotoran ayam mengandung fosfor dan bahan organik lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang dari kotoran sapi. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar matang dan steril, biasanya ditandai dengan tidak adanya bau sama sekali. Pemakaian sembarang pupuk kandang bisa menyebabkan bunga mudah rontok dan buahnya kecil-kecil. Pupuk kandang dianggap belum matang jika proses dekomposisinya (pembusukan) belum selesai. Pada proses dekomposisi, sejumlah energi panas dikeluarkan. Hal ini akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Pupuk kandang yang dicampurkan ke dalam media tanam pada awal penanaman berfungsi sebagai pupuk dasar. Selanjutnya, pupuk kandang dapat diberikan enam bulan sekali, bersamaan dengan penggantian media tanam. Pemupukan tersebut berlangsung hingga tanaman berumur dua tahun. Setelah itu, pemberian pupuk kandang cukup setahun sekali. Sumber : Agromedia, 2002.