Loading...

Melaksanakan IP400 di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus (artikel 31 Januari 2022/ Upload Ulang Tgl 15 Januari 2023)

Melaksanakan IP400 di Desa Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus (artikel 31 Januari 2022/ Upload Ulang Tgl 15 Januari 2023)
Kelompok tani Sumber Makmur, Desa Kedungdowo merupakan poktan yang melaksanakan program tanam padi IP400 di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus.Setelah panen MT1 pada tanggal 10 Januari 2022, langsung dilakukan pengolahan lahan pada 12 Januari 2022. Kemudian pada tanggal 19 Januari dilakukan penanaman MT2. Bibit sudah disiapkan terlebih dahulu pada akhir Desember 2021 di lahan yang lain. Benih yang ditanam adalah dari varietas genjah, sehingga bisa panen pada umur 80 HST. Kementerian Pertanian mencanangkat program IP-400 untuk memenuhi kebutuhan pangan (dalam hal ini beras) yang semakin meningkat. Pemenuhan tersebut diupayaka dengan peningkatan produksi padi. Salah satu program tersebut adalah IP-400. Program IP-400 adalah menanam dan panen padi sebanyak empat kali setahun. Agar bisa empat kali, maka varietas yang digunakn adalag varietas sangat genjah. Persemaian dilakuka di luar areal pertanaman 15 hari sebelum panen. Diupayakan menggunakan mekanisasi pada proses penanaman maupun panen. Pelaksanaan program ini juga harus ada jaminan ketersediaan air. Kelompok Tani Sumber Makmur bisa melaksanakan progarm tanam padi IP-400 karena memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan tersebut adalah lokasi sudah digunakan untuk menanam padi tiga kali setahun (IP300). Kemudian termasuk sawah irigasi atau tadah hujan, ada jamainan ketersediaan air, berada di satu hamparan. Syarat selanjutnya adalah bukan endemik OPT dan tersedia alsin untuk tanam dan paska panen. Secara teknis pelaksanaan IP400 adalah (1) semai di luar (sistem culik/ dapog, tray), benih umur pndek (72-90 HST diantaranya M70D, Cijeruk, Pandanwangi, Siliwangi, Cakrabuana, Pajajaran, Silungongo, Dodokan, Inpari 11/12/18/20); (2) Menggunakan mekanisasi pra dan paska panen, 5 hari olah lahan, pola dan waktu tanam sesuai kalender tanam; (3) pupuk kimia dikurangan bertaap 6 musim, sehingga hanya 25 kg/ha/musim, ditambah pupuk organik 2 ton/ha/musim; (4) unsur hara dari kompos, limbah tanaman, limbah ternak; (5) hemat air sawah dari sumur/embung/pompa di lahan kering/tadah hujan dan air diputar utuk berbagai aktivitas pertanian terlebih dahulu; (6) integrated farming menuu zero waste; dan hilirisasi dan skala kawasan korporasi sebagai off taker untuk akses KUR. Peningkatan produktivitas tanaman padi melalui program penanaman padi IP400 merupakan salah satu terobosan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar pada penambahan produksi padi. IP400 akan meningkatkan produksi padi dan meningkatkan pendapatan petani apabila didukung semua pihak pemangku kepentingan dari hulu sampai hilir. Koordinasi pelaksanaan IP400 dari pusat, provinsi dan kabupaten sampai ke desa sangat diperlukan. Moh. Ali Hamidy EAF, S.Pt., M.Si.Penyuluh Pertanian MadyaKoordinator PPL Kecamatan Kaliwungu Kabupaten KudusPengurus PERHIPTANI DPW Jawa TengahKetua PERHIPTANI DPD Kabupaten Kudus