[Tanah Laut] Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyerukan agar masyarakat bisa mengonsumsi buah lokal Indonesia. Selain rasa yang enak dan variasi buah yang berlimpah, mengkonsumsi buah lokal akan menyejahterakan petani lokal. "Mencintai produk lokal itu sama dengan mencintai merah putih, mencintai bangsa Indonesia, mencintai negeri ini, mencintai petani," ujar Mentan. Amran menyerukan agar masyarakat bisa mengonsumsi buah lokal Indonesia. Selain rasa yang enak dan variasi buah yang berlimpah, mengonsumsi buah lokal akan menyejahterakan petani lokal. "Mari kita galakkan hortikultura, perkebunan, dan buah-buahan kita karena masa depan ada di sini," ujarnya. Amran juga mengimbau jajarannya hingga di wilayah untuk selalu menyediakan buah lokal di kantor untuk menyuguhkan kepada tamu, dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengonsumsi dan menyuguhkan buah lokal dalam berbagai kesempatan, misalnya saat menjenguk kerabat yang sakit. Sementara itu agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) On The Spot volume 10, berlokasi di Kabupaten Tanah Laut, Selasa (02/04/2024) bertemakan Melon Borneo, Saranghaeyo. Hadir pada agenda Ngobras OTS, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan untuk tema yang diambil oleh Pak Dedi ini dikarenakan terinspirasi dari kata sarangheyo yang artinya ‘I love atau Jatuh Cinta’ kepada Melon Borneo. Melon ini dapat menghasilkan uang yang sangat banyak, bisa mencapai miliyaran rupiah dalam ratusan ton. Jenis melon pun didapat benih dari Jepang yang bernama Melon kimochi (dalam artian melon yang enak). Kualitas tinggi dan kuantitasnya banyak”. jelas Dedi Nursyamsi. Dedi Nursyamsi berharap kepada seluruh petani milenial dapat mencontoh pembudidayaan green house dan pengembangan agribisnis yang dijalankan dengan usaha serta niat belajar dari diri sendiri agar pertanian di seluruh Indonesia dapat lebih maju. Narasumber OTS, Prastio Kuntoro yang merupakan petani milenial kabupaten tanah laut mengatakan bahwa sebelumnya ia seorang petani horti tetapi karena sistemnya kurang, Ia mencoba untuk mencari komoditas lain dan memutuskan untuk fokus ke budidaya Melon Borneo karena melihat omsetnya yang besar, lalu Ia banyak belajar lewat sosial media dan memanfaatkannya untuk mengembangkan usahanya serta sampai bisa ikut pelatihan ke Korea Selatan yang diadakan oleh Kementerian Pertanian. Pengembangan dilakukan dengan membuat Green House Melon Borneo, untuk modal awalnya juga dapat dari KUR sebanyak 100 juta untuk membangun sistem pertanian modern.Sampai saat ini ada 12 green house yang telah dibangun dan populasi tanamannya setiap green house ada 850 pohon. Brix melon borneo ini sudah mencapai lebih dari 16 sehingga sudah bisa di ekspor”. jelas Prastio Kuntoro. Penyuluh pertanian yang mendampingi, Sudarto mengatakan bahwa penyuluhan diberikan dengan baik dan dengan menggunakan media sosial khususnya dimanfaatkan untuk promosi dan mencar pengetahuan serta peluang pasar yang ada untuk mendukung pengembangan bisnis. Selain melalui medsos diperlukannya membangun relasi dengan investor dan pengusaha luar dengan membranding petani milenial yang sudah mendapat pelatihan di korea selatan”. jelas Sudarto. Syamsir Rahman yang merupakan PJ Bupati Tanah laut mengatakan bahwa saran, bahwa program atau kegiatan apapun yang telah dilakukan oleh Bupati Kabupaten Tanah Laut ini dapat disampaikan kepada seluruh Bupati dan Penyuluh yang lainnya agar dapat memperoleh pengetahuan dan inovasi baru dari kegiatan yang telah dilakukan Bupati Tanah Laut. Masukkan dari Bupati Kabupaten Tanah Laut ialah ketika ada yang memberikan suatu pendapat maka akan dipertimbangkan dan dilakukan kebijakan yang sesuai”.ujar Syamsir Rahman.hevymay