Loading...

Meluruskan Persepsi Pemupukan Berimbang

Meluruskan Persepsi Pemupukan Berimbang
Seorang teman saya bercerita tentang petani padi datang ke kios pertanian untuk membeli pupuk berimbang, karena informasi yang diterima petani tadi pupuk berimbang dapat meningkatkan produktivtas hasil padinya. Lalu, penjual pupuk bingun karena selama 10 tahun menjual pupuk belum ada merek "pupuk berimbang". Cerita teman saya ini hanya lelucon atau mungkin ada benarnya. Selama ini di masyarakat khususnya petani padi berkembang persepsi bahwa pemupukan berimbang adalah pemupukan yang menggunakan pupuk majemuk (NPK Compound). Pengertian ini perlu segera diluruskan, karena konsep pemupukan berimbang adalah penambahan pupuk ke dalam tanah dengan jumlah dan jenis hara yang sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan hara oleh tanaman untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil komoditas pertanian.Jadi pemupukan berimbang pada tanaman tidak harus menggunakan ketiga unsur pupuk majemuk tersebut. Kuat dugaan petani selama ini menggunakan pupuk tidak mengetahui apa sebetulnya manfaat dari berbagai jenis dan kandungan pupuk itu bagi tanaman padinya. Karena selama ini petani memupuk berdasarkan kebiasaan tanpa mengetahui unsur apa yang kurang di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman padi. Kepala Dinas Pertanian Pinrang mengatakan kebiasaan petani padi yang menggunakan pupuk urea secara berlebihan perlu dipertanyakan, karena dalam usulan Rencana Depenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tercatat jumlah dan jenis pupuk yang lengkap (Parepos,27/09/2012). Menurut Balai Penenelitian Tanah Bogor, pemupukan berimbang merupakan salah satu faktor kunci untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian khususnya di daerah tropika basah karena pada umumnya tingkat kesuburan tanahnya rendah akibat tingginya tingkat pelapukan dan pencucian hara tanah. Pembatas pertumbuhan tanaman pada umumnya dijumpai adalah rendahnya kandungan hara di dalam tanah terutama hara makro N,P dan K. Salah satu cara untuk menguji unsur hara makro tanah dapat melalui PUTS. PUTS dibuat untuk medukung (Permentan) No. 40/SR.140/04/2007 tentang Rekomendasi Pemupukan N, P dan K pada Padi Sawah Spesifik Lokasi sebagai acuan pemupukan berimbang. PUTS: Alat bantu analisis kadar hara tanah N,P,K, dan pH tanah sawah digunakan di lapangan dengan cepat, mudah dan murah, serta akurat. Manfaat puts adalah untuk: 1). mengukur status hara N, P, K, dan pH tanah sawah secara cepat dan mudah.2) Dasar penentuan dosis rekomendasi pupuk N, P, K dan amelio ran tanah sawah, dan 3) Menghemat penggunaan pupuk, meningkatkan pendapatan petani dan menekan pencemaran lingkungan. Prinsip kerja PUTS mengekstrak hara N, P, dan K tersedia dalam tanah, mengukur hara tersedia dengan bagan warna, dan menentukan rekomendasi pupuk padi sawah. Bagi pertani padi penggunaan pupuk kimia jenis urea seolah adalah wajib. Pupuk identik hanyalah urea, padahal menurut kaidah agronomis, setiap tanaman, termasuk padi, bagi pertumbuhan dan produksi secara optimal memerlukan masukan hara lengkap unsur makro (NPK), makro sekunder (Mg, S, Ca) dan unsur mikro (Fe, Zn, dll). Namun, dengan cara berfikir (mindset ) kebanyakan petani kita saat ini, urea sebagai pupuk sumber hara Nitrogen, yang sesungguhnya lebih berperan hanya pada fase pertumbuhan ( vegetatif), lebih sering dijadikan sebagai pupuk andalan. Salah satunya, karena sifat sintetis dari pupuk urea, reaksinya cepat dari sejak penaburan urea, tiga hari tanaman padi menghijau. Banyaknya petani menggunakan Urea sudah over dosis, karena tanpa itu konon daun padi tidak hijau dan telah terjadi penurunan hasil. Untuk itu perlu kita pahami fungsi unsur hara Nitrogen (N) yang terdapat dalam pupuk Urea adalah membuat daun tanaman padi lebih hijau, mempercepat pertumbuhan anakan tanaman, merangsang pertumbuhan protein biji, menyediakan bahan makan bagi mikroorganisme tanaman. Pengaruh nitrogen yang berlebihan dapat mengakibatkan: tanaman rebah, yang disebabkan oleh ruas bagian bawah dari tanaman menjadi lemah, dan ini berpengaruh negatif terhadap kualitas dan hasilnya, Meningkatnya kepekaan tanaman terhadap berbagai penyakit, contohnya penyakit Kresek, Hawar Daun, Masa reproduksi/generatif tanaman menjadi lebih lambat, Kualitas produksi kurang baik. Sedangkan bila tanaman kekurangan (Kahat) nitrogen gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut: Daun-daun berwarna hijau muda hingga kuning.Biasanya bagian bawah daun-daun tua mulai berubah menjadi hijau kekuningan, kemudian diikuti dengan perubahan warna kuning pada pinggiran daun. Phospat, (P) Terdapat dalam Pupuk TSP atau SP36 Fungsi dari Phospat pada tanaman padi, adalah Mempercepat pertumbuhan akar dan batang, merangsang pertumbuhan bunga dan buah, mempercepat pemasakan buah agar panen lebih cepat, menambah persentase bunga menjadi buah. Pengaruh kahat phospat pada tanaman gejalanya adalah sebagai berikut : pertumbuhan akar tanaman lambat, tanaman kerdil, daun berwarna hijau gelap dan tegak, lama-kelamaan daun berwarna keungu-unguan, anakan sedikit, waktu pembungaan terhambat dan gabah yang terbentuk berkurang. Kalium, (K) terdapat dalam Pupuk KCL Fungsi dari Kalium pada tanaman padi, adalah memperkuat batang tanaman, meningkatkan kekebalan tanaman terhadap hama dan penyakit serta bunga dan buah tidak mudah rontok, membantu pembentukan karbohidrat dan protein dalam buah. Pengaruh kahat Kalium pada tanaman gejalanya adalah sebagai berikut : Sebahagian akar membusuk, tanaman kerdil, anakan berkurang, daun layu/terkulai, pinggiran dan ujung daun tua seperti terbakar. Sulfur, (S) Terdapat dalam pupuk ZA fungsi dari belerang pada tanaman padi, adalah merangsang pertumbuhan bintil-bintil akar, membantu pertumbuhan protein dan lemak kahat phospat pada umumnya terjadi pada tanah yang kandungan bahan organiknya rendah atau pH tinggi, unsur belerang banyak hilang akibat pembakaran sisa tanaman (jerami).Pada tanaman gejalanya adalah sebagai berikut : Khlorosis pada daun-daun tua dan seluruh tanaman, pertumbuhan kerdil, jumlah anakan dan malai berkurang. Kalsium yang terdapat dalam Kapur Pertanian berfungsi untuk merangsang pembentukan bulu akar, biji, menetralisir senyawa kimia pada tanah dan tanaman.