Loading...

MEMANFAATKAN PUPUK ORGANIK CAIR, MENDUKUNG PROGRAM GENTA ORGANIK

MEMANFAATKAN PUPUK ORGANIK CAIR,  MENDUKUNG PROGRAM GENTA ORGANIK
Pupuk sudah merupakan kebutuhan utama para petani karena biasa ditambahkan pada media tanam agar tanaman dapat tumbuh dengan subur. Tanaman yang kurang pupuk akan membuat unsur hara atau nutrisinya tidak terpenuhi sehigga hasil produksi tdak maksimal bahkan bisa gagal panen. Namun kenyataan di lapangan, keberadaan pupuk masih tidak stabil dan tentu saja hal ini sangat merugikan petani. Baik jumlah ketersediaannya yang langka, atau harganya yang mahal membuat petani tidak mampu membelinya saat dibutuhkan. Kondisi ini tentu saja perlu dicarikan solusinya. Salah satu caranya beralih menggunakan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang telah mencanangkan program Gerakan Tani Pro-organik (GENTA ORGANIK). Salah satu jenis pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi tanaman adalah pupuk organik cair. Cara membuatnya juga mudah dan sederhana. Ditambah lagi dengan menggunakan bahan baku yang mudah diperoleh dan merupakan limbah yang diproduksi setiap saat dan sudah tidak terpakai lagi. Bagaimana sifat dan karakteristik serta cara membuat pupuk organik cair, berikut penjelasannya. Sifat dan karakteristik pupuk organik cair Pupuk organik cair sebenarnya memiliki kelebihan yaitu lebih mudah dicerna oleh tanaman, namun tidak bisa dijadikan sebagai pupuk utama dalam bercocok tanam. Untuk itu sebagai pupuk utama/dasar sebaiknya gunakan pupuk organik padat karena pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya. Pemberian pupuk organik cair lewat daun juga harus hati-hati. Jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal. Cara membuatnya : a) Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya; b) Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor; c) Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata; d) Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk; e) Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air; f) Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong; g) Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang; h) Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat; i) Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan. Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan. Demikian sekilas informasi tentang Pupuk Organik Cair beserta cara Pembuatannya, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: https://www.dinastph.lampungprov.go.id/detail-post/cara-membuat-pupuk-organik-cair http://www.cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/77189/MENGENAL-JENIS-PUPUK-DAN-FUNGSINYA/ https://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk