Tanaman memerlukan hara untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya. Hanya dengan nutrisi yang cukup tanaman bisa tumbuh dan mampu berproduksi dengan baik. Sumber hara dapat diperoleh dari berbagai macam, salah satu diantaranya dari pupuk. Pupuk saat ini sudah merupakan kebutuhan utama para petani karena biasa ditambahkan pada media tanam agar tanaman dapat tumbuh dengan subur. Kandungan pupuk terdiri dari satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman. Secara umum pupuk selain berfungsi sebagai sumber zat hara untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman, juga dapat memperbaiki struktur tanah. Dikarenakan aktifitas pertanian yang secara terus menerus dilakukan mengakibatkan tanah kehilangan unsur hara, maka oleh sebab itu untuk mengembalikan ketersediaan hara pada media tanam diperlukan pemberian pupuk. Namun kenyataan di lapangan, keberadaan pupuk masih gonjang ganjing. Barangnya yang langka, atau harganya yang mahal membuat petani tidak mampu membelinya saat dibutuhkan. Kondisi ini tentu saja perlu solusi dengan mencari jalan lain. Salah satu caranya beralih menggunakan pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang telah mencanangkan program Gerakan Tani Pro-organik (GENTA ORGANIK). Salah satu jenis pupuk organik yang sangat bermanfaat bagi tanaman adalah pupuk organik padat. Cara membuatnya juga mudah dan sederhana. Ditambah lagi dengan menggunakan bahan baku yang mudah diperoleh dan merupakan limbah yang diproduksi setiap saat dan sudah tidak terpakai lagi. Diantara pupuk organik padat tersebut adalah menggunakan : sisa sampah rumah tangga dan kotoran hewan. Bagaimana cara membuat pupuk organik dari bahan tersebut, berikut penjelasannya. Pupuk Organik dari Sisa Sampah Rumah Tangga Bahan yang Dibutuhkan: 1) Sisa makanan busuk atau sampah rumah tangga lainnya yang dapat didaur ulang; 2) Tanah; 3) Air; 4) Wadah berukuran besar dengan penutup, bisa tong atau ember; dan 5) Sarung tangan. Cara Membuat : a) Siapkan sampah rumah tangga yang bakal diolah menjadi pupuk organik; b) Pisahkan sampah organik (sisa makanan/dedaunan) dengan sampah plastik. Sampah organiklah yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos; c) Siapkan wadah berukuran besar yang sudah dilengkapi dengan penutup, agar pupuk yang dibuat tidak akan terkontaminasi serta menghasilkan pupuk kompos yang baik; d) Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah dan sesuaikan takarannya dengan jumlah sampah organik yang ada dalam wadah. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah; e) Siram permukaan tanah dengan menggunakan air secukupnya; f) Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan ke dalam wadah; g) Masukkan lagi tanah ke dalam wadah. Kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah; g) Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu; h) Pastikan wadah tidak terkena cahaya matahari dan tidak terkena air hujan; Pupuk Organik dari Kotoran Hewan: Bahan yang dibutuhkan: a) Kotoran hewan, bisa menggunakan kotoran sapi sebanyak 200 kg; b) Arang sekam yang sudah dibakar secukupnya; c) Jerami yang sudah dibentuk kira-kira 10 cm (secukupnya); d) 20 liter air; e) 5 sendok makan EM4; f) Dedaunan secukupnya atau menggunakan bubuk gergaji; g) 5 sendok makan gula pasir Cara Membuat : a) Siapkan media pembuatan pupuk dan tempatkan di tempat sejuk tanpa terkena sinar matahari langsung ataupun air hujan; b) Buat larutan dekomposer dari campuran EM4, gula dan air; c) Campurkan kotoran hewan dengan arang sekam dan aduk hingga rata; d) Taburkan dekomposer tersebut ke larutan kotoran hewan secukupnya dan aduk sampai rata; e) Taburkan jerami, dedak, dan dedaunan atau bubuk gergaji sebagai lapisan kedua, kemudian siram dengan dekomposer yang sudah dibuat sebelumnya; f) Tutup rapat bahan-bahan tersebut dengan jerami atau bisa juga karung goni; g) Aduk adonan pupuk ini hingga merata di hari kedua dan tutup kembali secara rapat-rapat; h) Cek secara berkala hasil adonan, jika tangan menjadi sangat panas ketika mengaduk adonan pupuk ini, tandanya pupuk belum siap untuk digunakan; i) Cek kembali di hari keempat, yang mana biasanya saat kamu mengaduk adonan pupuk dengan tangan tidak akan terasa panas seperti sebelumnya. Jika begini, berarti pupuk organik siap untuk kamu gunakan Demikian sekilas informasi tentang Pupuk Organik Padat beserta cara Pembuatannya, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: https://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97549/pupuk-organik-padat/ http://www.cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/77189/MENGENAL-JENIS-PUPUK-DAN-FUNGSINYA/