Loading...

MEMBIDIK POTENSI MENGEMBANGKAN TEHNOLOGI (Kab. Aceh Utara)

MEMBIDIK POTENSI MENGEMBANGKAN TEHNOLOGI (Kab. Aceh Utara)
Perjalanan penyuluhan perikanan baru seumur jagung sesuai PERMENPAN Nomor : PER/19/M.PAN/10/2008, tentang Jabatan Fungsional Penyuluhan Perikanan dan Angka Kreditnya sebagai Dasar Pelaksanaan Penyuluhan dan Penyebaran Informasi dan Tehnologi Perikanan. Kendati kegiatan penyuluhan perikanan telah dilakukan sejak lama namun arah dan kesamaan persepsi belum dapat terbentuk secara sistimatik sehingga potensi perikanan yang begitu luas belum menjadi perhatian pokok untuk dimanfaatkan menjadi sumber peningkatan protein dan ketahanan pangan dalam rangka menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir disetiap pelosok tanah air.Aceh merupakan suatu wilayah diujung pulau Sumatera yang dikelilingi oleh pesisir pantai dan memiliki aliran sungai yang cukup luas dan panjang disetiap Kabupaten/kota, salah satunya adalah kabupaten Aceh Utara. Tentunya dengan semakin banyak DAS ketersediaan air disetiap daerah secara merata dan banyak lahan-lahan yang tergenang secara terus menerus. Untuk melirik potensi tersebut diperlukan kecermatan oleh setiap penyuluh agar dapat dikelola dan mengembangkan usaha perikanan sehingga tercipta lapangan kerja dan usaha bagi masyarakat setempat. Luas Potensi lahan dalam Di Aceh Utara + 2500 ha yang tersebar disetiap kecamatan pesisir perikanan, lahan ini merupakan potensi tambak terbengkalai karena daya dukungnya kurang menguntungkan dibandingkan dengan potensi tambak lainnya dan sekarang ini sedang kita bidik dengan pengembangan tehnologi Mina Padi yaitu membudidayakan ikan/udang dengan padi. Kegiatan ini telah berkembang secara perlahan namun pasti sejak tahun 2010 atas kerjasama pelaku utama dangan penyuluh secara swadaya di Seunuddon, Lapang dan Baktiya Barat. Menyiapkan usaha mina-padi pada lahan kolam dalam, memerlukan perencanaan baik tentang jadwal benih padi maupun jenis ikan yang akan dibudidayakan. Untuk keberhasilan mina-padi perlu dilakukan penetapan kawasan dan bekerjasama dengan kelompok dalam kawasan tersebut, karena mina-padi kolam dalam dibutuhkan perlakuan khusus baik dalam persiapan lahan maupun perawatan padi dan ikan. Kegiatan mina-padi kolam dalam sedang digalakkan oleh kelompok Pucok Simpang Jaya Seunudon yang disponsori oleh Ketua Kelompok Zulkifli selaku Penyuluh Swadaya. Harapan yang sangat penting dalam kegiatan ini adalah untuk pemanfaatan lahan-lahan terbengkalai agar terciptanya lapangan kerja dan peningkatan kesejahtraan bagi masyarakat pelaku utama perikanan dan sekaligus untuk mensukses program KKP 353 sampai tahun 2015. Kondisi lahan yang dulu semak-belukar sekarang telah menjadi lahan produktif, pelaku utama sangat antusias melakukan kegiatan budidaya mina-padi saat ini sudah mencapai luas 50 ha. Peran penyuluh swadaya memegang peranan penting untuk mensukseskan program ini.Untuk meningkatkan pemanfaatan lahan terbengkalai perlu adanya upaya khusus dari semua pihak dalam hal ini tentunya membuat program khusus yang diarahkan sampai kepelaku utama baik secara tehnis maupun non tehnis. Program ini tentunya dalam upaya peningkatan atau perluasan lapangan kerja bagi masyarakat perikanan sekaligus penyediaan bahan pangan yang bernilai gizi tinggi. (Sumber : PPL.Kab.Aceh Utara.Agussalim, S.ST)