Latar Belakang Abon umumnya mempunyai komposisi gizi yang cukup baik dan dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan atau sebagai lauk pauk. Abon sebagai salah satu produk olahan kering sudah dikenal masyarakat luas karena harganya cukup terjangkau dan ranya lezat. Pembuatan Abon dapat dijadikan salah satu alternative pengolahan bahan pangan agar umur simpan bahan lebih lama. Abon memiliki umur simpan yang relative lama karena berbentuk kering. Dengan cara pengolahan yang baik, abon dapat disimpan berbulan-bulan tanpa mengalami banyak penurunan mutu. Salah satu bahan pangan yang dapat dijadikan abon yakni, daging sapi. Pada prinsipnya pembuatan abon sapi merupakan suatu produk pangan hasil pengolahan dari daging sapi yang diolah secara tradisional yang memiliki kandungan protein yang tinggi, meliputi proses perebusan, penghancuran daging, pencampuran bumbu, perendaman dan penggorengan abon. Nilai Guna Abon Komoditas hasil ternak seperti daging, umumnya memiliki masa simpan yang sangat singkat, karena mudah rusak (perishable). Usia memperpanjang daya simpan dan meningkatkan cita rasa dapat dilakukan dengan pengolahan bahan pangan tersebut, satu jenis bahan pangan dapat dibuat berbagai macam bentuk bahan produk dengan cita rasa yang berbeda. Salah satu hasil olahan tersebut adalah abon. Nilai Gizi dan Manfaat Daging Daging merupakan sumber protein hewani untuk pertumbuhan sel-sel tubuh dan jaringan otak. Selain mengandung protein, daging juga mengandung vitamin dan mineral. Protein hewani mengandung asam-asam amino essensial yang tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dan asam-asam amino tersebut sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan fungsi susunan syaraf. Nilai kalori daging banyak ditentukan oleh kandungan lemak intraseluler didalam serabut otot yang disebut lemak marbling atau intramuscular. Nilai kalori daging juga tergantung pada jumlah daging yang dimakan. Secara relative kandungan gizi daging dari beberapa bangsa ternak dan ikan berbeda, namun setiap 100 gram daging dapat memenuhi kebutuhan gizi seorang dewasa setiap hari sekitar 10% kalori, 50% protein, 35% zat besi, atau 100% zat besi, bila daging berasal dari hati dan 25-60% vitamin B kompleks. Hati banyak mengandung zat besi, vitamin A, B1 dan asam sukinat. Kualitas Daging Daging yang berkualitas baik adalah daging yang pada sayatan lintangnya penuh (massif) dan berkembang baik, konsistensinya agak kenyal, tekstur halus, warna terang dan mempunyai jumlah marbling yang cukup serta cita rasa yang terdiri atas dua factor yaitu rasa (taste) dan aroma yang baik. Kualitas daging yang diharapkan dalam pembuatan daging sapi dapat dilihat dari beberapa kriteria berikut: Daging berasal dari has/ham Mengandung sedikit serat dan lemak Berasal dari sapi yang berumur muda Berwarna cerah dan berbau khas serta masih segar Alat dan Bahan Alat Timbangan Pisau steinless Cobek Wajan Nyiru, suntil Kain saring Ember Sendok makan, Garpu Lumpang kayu Panci Kompor Saringan minyak Wadah abon (stoples dll) Alat pengepres minyak Bahan Daging sapi yang sehat Gula merah Garam Ketumbar, Jintan, Kemiri dan Merica Pala dab daun sereh Bawang putih dan bawang merah Asam jawa Santan kelapa minyak goreng Cara Pembuatan Siapkan alat dan bahan yang diperlukan Timbang daging 1 kg, cuci bersih daging tersebut kemudian potong dan pilih bagian paha dan dada dengan menggunakan pisau stainless. Rebus daging sampai matang dan lunak Membuat bumbu : Haluskan garam, bawang putih, bawang merah, jintan, ketumbar, merica dan pala Iris-iris gula merah/ uleg gula putih Parut sereh Pisahkan asam jawa dalam mangkuk kecil, remas-remas dengan sedikit air kemudian disaring Parut kelapa dan ambil santan kentalnya, (± 3 gelas untuk satu butir kelapa) Kemudian siur-siur daging yang telah direbus menjadi serat-serat yang halus Campur semua bumbu dengan cairan suiran daging dengan menggunakan tangan atau sendok diaduk sampai tercampur merata Campu santan kelapa dengan menggunakan sendok dan tuangkan pada daging yang telah tercampur dengan bumbu. Aduk hingga merata dan usahakan daging sampai terendam Tutup wadah yang digunakan untuk merendam daging dengan tutup panic atau daun pisang Diamkan daging dalam campuran bumbu ± 6 jam Setiap 30 menit bolak balik agar semua bumbu meresap Menggoreng abon : Panaskan minyak diatas kompor dengan nyala api sedang Masukan adonan daging sedikit demi sedikit Goreng sampai matang Angkat menggunakan saringan dan dinginkan Mengepres minyak : Letakan abon kedalam alat pengepres minyak Jika menggunakan kain saring, putar atau remas kain saring untuk mengeluarkan minyak yang masih terkandung dalam abon Letakan abon dalam nyiru yang diberi alas kertas Gepuk-gepuk abon dengan menggunakan kayu agar tidak menggumpal Abon siap dikemas. Penulis : SAIL, S.ST Admin Cyber Extension BPP Talaga Raya