Pembibitan lada Natar-1 menggunakan setek satu ruas berdaun tunggal dari sulur panjat dimaksudkan untuk menyediakan bibit lada Natar-1 siap tanam yang seragam dalam jumlah banyak dan cepat. Sumber bibit lada Natar-1 berasal dari kebun induk (UPBS: Unit Pengelola Benih Sumber) atau kebun bibit yang diawasi UPTD BP2MB (Unit Pelaksana Teknis Dinas - Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih). Kebun induk mini sebagai sumber bibit dan pengembangan bibit lada dilakukan oleh petani penangkar bibit dengan pengawasan dari UPTD BP2MB. Pembibitan lada Natar-1 dari sulur panjat menggunakan setek satu ruas berdaun tunggal dilakukan sebagai berikut: ¢ Siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Media yang telah dicampur masukkan kedalam polibag berukuran 14 cm x 18 cm. ¢ Sebelum ditanami, polibag yang telah berisi media dibiarkan selama 20 hari agar tumbuh gulma. Satu hari sebelum setek lada ditanam, gulma di polibag dibersihkan dan polibag disiram dan disemprot larutan fungisida dan insektisida sampai merata. ¢ Lakukan penanaman setek lada satu ruas berdaun tunggal yang berasal dari sulur panjat pada media yang telah disiapkan. ¢ Tempatkan polibag di bawah paranet dengan intensitas penyinaran 50-70% disusun berjajar 10 -15 polibag x panjang 10 - 15 m. ¢ Siram merata kemudian tutup dengan sungkup dari plastik warna biru/merah. Setelah satu minggu disungkup, setiap dua hari sekali dibuka satu hari, kemudian ditutup lagi satu hari, demikian terus dilakukan sampai pertumbuhan pertunasan bibit lada merata. ¢ Setelah 1,5 bulan sungkup bibit lada dibuka penuh, kemudian pada setiap polibag diberi tegakan dari bambu. Selanjutnya tanaman di polibag disemprot larutan fungisida dan insektisida setiap 7 hari. Pemberian fungisida dan insektisida dilakukan saling bergantian sampai bibit lada tumbuh merata. ¢ Setelah bibit mempunyai 7 - 9 ruas, kemudian diseleksi dan siap ditanam di lapang. Sumber: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Lada