1. Mengadakan benih Bila telah memiliki varietas pepaya yang bersifat unggul, produktif, dan berkualitas baik maka dapat dilakukan upaya untuk mendapatkan benih sendiri. Caranya adalah dengan melakukan penyerbukan sendiri pada bunga pepaya sempurna atau melakukan penyerbukan silang dengan tepung sari dari bunga sempurna lainnya yang masih satu varietas. Bunga yang telah diserbuki lalu diisolasi dan dibungkus dengan kantong kertas minyak. Biji untuk benih harus diambil dari buah yang telah tua atau masak mengkal di pohon. Makin masak buah itu (masak di pohon tentunya) makin cepat perkecambahannya. Biji sebaiknya diambil dari bagian buah yang di tengah (1/3 bagian tengah) sebab bagian ini mengandung biji sempuma dua kali jumlah biji jenis lainnya. Biji pepaya berbentuk agak bulat dengan panjang kira-kira 5 mm. Bagian biji terdiri dari embrio, jaringan bahan makanan dan kulit biji. Kulit biji pepaya berwama hitam dengan permukaan kasar, bergerigi, membentuk alur-alur sepanjang biji, tebal dan keras. Dalam satu gram biji pepaya terdiri antara 45-50 buah. Sewaktu masih melekat pada buah, biji dilapisi oleh suatu lapisan kulit biji yang berwama keputihan, lunak, dan agak bening. Biji yang akan digunakan untuk benih atau akan disimpan harus dibersihkan dari lapisan ini. Cara membersihkannya dapat secara langsung atau dengan cara fermentasi, yaitu dengan membiarkan biji-biji tersebut selama 2-3 hari baru kemudian dicuci dengan air sampai bersih. Jika biji ditanam tanpa membuang lapisan lunak ini, pertumbuhannya akan lama dan tidak seragam. Setelah bersih, biji-biji tersebut lalu dikeringanginkan. 2. Menyimpan benih Benih yang belum digunakan perlu disimpan dengan baik. Penyimpanan benih harus dapat menjaga daya tumbuh biji agar tetap tinggi. Dalam penyimpanan ini banyak faktor yang mempengaruhi kondisi biji, di antaranya keadaan biji itu sendiri. Oleh karena itu, biji yang disimpan sebaiknya biji yang baik berukuran besar, utuh, tidak pecah-pecah, sehat, dan berasai dari buah yang cukup matang. Kandungan air dalam biji harus cukup rendah, yaitu kira-kira 12. Untuk menetapkan kandungan air tanpa alat tidak mungkin dilakukan, apalagi pengeringan biji biasanya dilakukan secara alamiah dengan cara dikeringanginkan. Varietas buah juga akan mempengaruhi perbedaan kandungan air biji. Suhu sekitar tempat penyimpanan berpengaruh besar terhadap viabilitas biji. Oksigen, karbondioksida, sinar matahari langsung, serta perlakuan terhadap biji, seperti pemberian fungisida dan insektisida juga akan mempengaruhi biji dalam penyimpanan. Menyimpan biji dalam kantong-kantong kertas atau di tempat yang teriutup pada suhu ruang menyebabkan biji cepat kehilangan daya kecambahnya. Biji dengan mudah akan mengisap atau kehilangan kandungan airnya tergantung suhu sekelilingnya. Ruang yang berpendingin (ber-AC) lebih baik untuk menyimpan biji karena suhu relatif stabil daripada ruang dengan suhu kamar. Di luar negeri, penyimpanan biji pepaya atau biji lainnya menggunakan desikator atau eksikator yang diberi silika gel, kalsium klorida, atau arang sehingga udara di sekitar biji selalu kering karena ketiga bahan tersebut mengisap uap air. Penyirnpanan biji pepaya secara sederhana dapat dilakukan dengan mencampurnya dengan abu dapur sebanyak 25 dari volume biji. Selanjutnya biji dan abu dapur diaduk rata lalu disimpan dalam botol berwama biru dan ditutup rapat. Biji dapat dipertahankan daya kecambahnya selama satu tahun. Digunakannya wama biru pada botol dimaksudkan untuk menghindari cahaya matahari. Namun, dalam penyimpanan tersebut kondisi biji pepaya harus sehat, tua, dan kering atau kandungan airnya rendah. 3. Menyemai Biji tanaman pepaya dapat ditanam langsung di kebun atau disemai dulu di pesemaian. Seperti telah diketahui tanaman pepaya memiliki sifat daya regenerasi akar yang kecil. Oleh karena itu, menanam biji langsung di kebun merupakan cara yang sesuai dengan sifat tanaman ini. Dengan melakukan penanaman langsung di lahan maka bibit tidak akan mengalami stagnasi pertumbuhan seperti pada bibit yang dipindah dari pesemaian. Selain itu, dengan cara penanaman tersebut maka petani tidak perlu melakukan kegiatan pembuatan pesemaian pemindahan semaian, dan penanaman dari pesemaian. Hanya pemeliharaan tanaman jadi bertambah. Setiap tanaman muda tersebut harus dapat dipelihara satu per satu. Penyiramannya harus dilakukan ke seluruh kebun. Bila karena sesuatu hal tanaman mati maka perlu dilakukan penyulaman sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak seragam. Pemeiiharaan tanaman menjadi tumpang tindih. Selain itu tanaman semaian yang baru tumbuh sangat peka terhadap penyakit layu dan hama tungau. Cara penanaman yang lain, yaitu dengan menyemai biji terlebih dulu kemudian baru dipindahkan ke kebun. Dalam pesemaian hanya tanaman yang sehat dan seragam pertumbuhannya saja yang dipilih untuk ditanam di kebun. Dengan cara ini pemeliharaan tanaman akan lebih mudah dan teratur. Untuk area pertanaman yang luas, khususnya di daerah yang bermusim kering 3-4 bulan dan tidak memiliki air irigasi, penanaman pepaya sebaiknya dilakukan dengan menyemai biji terlebih dulu. Penyemaian biji pepaya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Penyemaian di lahan. b. Penyemaian di polibag atau kantong plastik berukuran tinggi 20 cm dan lebar dasar 15 cm. a. Penyemaian di lahan Untuk melakukan penyemaian biji di pesemaian maka harus disediakan lahan khusus untuk penyemaian dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan. Lahan pesemaian dicangkul sedalam kira-kira 20 cm lalu digemburkan sampai halus. Kemudian lahan diberi pupuk kandang sebanyak 40 kg/m2 lalu diratakan. Pupuk kandang yang diberikan harus sudah "matang" atau diayak terlebih dulu. Untuk menghindari siraman hujan lebat, pesemaian diberi atap (saung). Biji disemai sedalam 1/2 cm dengan jarak 10 cm x 10 cm. Semaian ini harus disiram setiap hari. Biji akan berkecambah 12-14 hari setelah ditanam. Saat bibit semaian berumur 2-3 rninggu, semaian ini dapat dipindahkan ke daiam kantong-kantong plastik. Sebelum digunakan, bagian bawah kantong plastik tersebut diberi lubang-lubang kecil tempat pembuangan air. Selanjutnya kantong plastic diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Pencabutan atau pemindahan bibit semaian tidak boieh dilakukan secara kasar. Bibit harus diangkut beserta tanahnya dengan menggunakan sepotong bambu atau sendok penanam. Pemindahan bibit semaian ke kantono piastik ini dilakukan hanya untuk bibit yang sehat dan seragam pertumbuhannya. Ke dalam setiap kantong plastik ditanam tiga bibit semaian. Helaian daun yang tua dari bibit tersebut, yaitu antara 2-3 helai sebagian dipotong dengan gunting dengan tujuan untuk mengurangi penguapan. Bibit tersebut diletakkan di tempat yang cukup lembap, tetapi harus cukup mendapat sinar matahari. Pada umur 40-50 hari tinggi tanaman berkisar antara 15-25 cm dan dapat dipindahkan ke kebun. b. Penyemaian di kantong plastik Penyemaian kedua, yaitu dengan rnenanam biji di dalam kantong-kantong piastik. Caranya sama seperti yang telah diterangkan di atas. Dalam penyemaian mi ke dalam seliap kantong plastik ditanam 4-5 biji. Cara ini tampaknya lebih praktis dan efisien, tetapi kadang-kadang pertumbuhan bibit tidak seragam. Waktu dan cara pemindahan bibit ke kebun sama seperti di atas. Sumber : Bertanam Pepaya, Penebar Swadaya