Loading...

Membuat jamur Trichoderma Sp. untuk pengendalian jamur dengan jamur

Membuat jamur Trichoderma Sp.  untuk pengendalian jamur dengan jamur

Membuat jamur Trichoderma Sp.

untuk pengendalian jamur dengan jamur

 


              Penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman pertanian kadang sulit dikendalikan. Infeksi yang disebabkan oleh jamur bisa berakibat fatal. Ketika satu tanaman pertanian sudah terjangkit jamur biasanya akan cepat tertular ke tanaman lain, terlebih jika cuacanya mendukung.  Ketika sejumlah tanaman sudah terkena serangan jamur maka yang harus dilakukan adalah mencabut tanaman hingga ke akar akarnya lalu dibakar. Kemudian tanah tidak boleh  di tanami beberapa lama. Sekarang ini banyak mikroorganisme yang dapat kita manfaatkan untuk proses kelestarian. Salah satu mikroorganisme yang sering digunakan untuk pupuk biologis tanah dan dan biofungisida adalah jamur Tricohoderma sp. Mikroorganisme adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari dari perakaran tanaman lapangan.

                 Trichoderma sp disamping sebagai pengurai jugadapat berpungsi pula sebagai agen hayati, stimulator pertumbuhan tanaman, menghambat dan membunuh jamur penggangu lainnya. Cara kerja nya mudah, spora Trichoderma dapat menempel pada badan jamur lain lalu membentuk hipa (benang spora) yang akan mengikat dan menggulung jamur lain hingga jamur lain mati. Beberapa jamur pathogen yang dapat dihambat perkembang biakannya oleh Trichoderma sp antara lain Rigdiforus lignosus (Penyakit jamur akar putih), Fusarium oxysporum (penyakit busuk batang fusarium), rhizoctonia solani (penyakit bususk pelepah pada jagung), Fusarium monilifome (penyakit layu fusarium) dan penyakit busuk batang dari jamur Sclerotium rlfisil. Jamur fusarium sampai saat ini belum bisa dikendalikan secra efektif dengan bahan fungisida apapun, namun dengan menggunakan dengan menggunakan agen hayati Trichoderma perkembangbiakan dan penyebarannya dapat di hambat. Penggunaan Trichoderma sp merupakan salah satu upaya untuk menghindari pencemaran lingkungan oleh fungsi fungisida.

                 Untuk mengurangi biaya produksi alangkah lebih baiknya petani untuk membuat sendiri biang Trichoderma  sp.

 

1.     Cara membuat jamur Trichoderma sp

Bahan /alat :

-     Nasi yang sudah bermalam ±1-2 muk /takar

-     Bambu (dibelah 2 bagian) : 1 ruas

-     Tali plastic/karet secukupnya.

     Langkah-langkahnya :

-     Bagian bambu dibersihkan belahan bamboo dibuat lobang sebesar jari kelingking di kedua ruas kiri dan kanan

-     Kemudian isi satu bagian/belahan bambu dengan nasi yang sudah dibiarkan semalam

-     Satukan belahan bambu tersebut dan ikat dengan tali plastic sampai rapat

-     Kubur di hutan atau bawah pohon bambu atau ditanah yang subur/humus sedalam 10-20 cm, tutup Kembali dengan tanah dan beri tanda untuk memudahkan pengambilan

-     Biarkan selama  5-7, kemudian ambil dan jika terdapat jamur seperti kapas maka kita sudah mendapatkan trochoderma. Apabila masih belum terlihat jamur berbentuk kapas, maka perlu diulangi Kembali caranya dengan mencari tempat lain untuk mengubur bambu berisi nasi tersebut

 

2.   Cara memperbanyak jamur Trichoderma sp

     Setelah didapatkan jamur Trichoderma maka Langkah selanjutnya adalah memperbanyak jamur Trichoderma. Ada 3 cara memperbanyak Trichoderma secara sederhana :

 

a.     Cara 1

 

Bahan

1.   Dedak  : 10 kg

2.   Gula pasir  : 20 sdm

3.   Air secukupnya (3 l)

4.   Biakan Trichoderma :  1 ruas bambu

 

Langkah langkahnya :

-     Dedak dukukus terlebih dahulu untuk mensterilkan dedak dari berbagai jamur/bakteri

-     Larutkan gula dalam air matang

-     Biakan Trichoderma sp dikeluarkan dari bambu  dan dicampurkan dengan dedak

-     Campuran dedak dan Trichoderma ditaburi larutan gula hingga dedak bisa dikepal kepal (tidak terlau kering dan basah)

-     Masukan dalam wadah plastic dan tempatkan ditempat  yang terhindar dari matahari dan hujan langsung

-     Biarkan selama 3-7 hari

 

b.     Cara 2

 

Bahan bahan :

1.   Biakan Trichoderma :  1 ruas bambu

2.   Beras ( sesuaikan keinginan)

3.   Air putih yang direbus

4.   Alcohol 70 % (untuk pensterilan alat-alat)

 

Peralatan :

1.   Plastik bening

2.   Kompir Gas

3.   Panci

4.   Sendok

5.   Wadah/nampan

6.   Lilin

 

Langkah-langkah :

-     Beras dimasak menjadi 1/3 masak (selama 10 menit)

-     Setelah beras menjadi 1/3 masak dinginkan pada wadah nampan yang telah disediakan

-     Setelah itu masukan beras yang telah di dinginkan tersebut kedalam plastic bening. Setiap plastic diisi dengan beras 10 sendok makan

-     Kemudian beras yang telah selesai dimasukan kedalam plastic dilakukan proses pengukusan kembali selama 10 menit

-     Selanjutnya didinginkan lagi pada wadah nampan hingga benar benar dingin.

-     Sendok yang akan digunakan harus disterilkan dengan menggunakan alcohol begitu, begitu juga dengan tangan kita.

-     Sendok tersebut didekatkan dengan api lilin secara sekilas saja, hal ini untuk bertujuan mensterilkan sendok dari bakteri bakteri di udara

-     Gunakan sendok tadi untuk mengambil bahan induk jamur Trichoderma

-     Setiap 1 kantong plastic yang berisis beras yang telah dikukus tadi akan kita isi dengan bahan induk jamur Trichoderma sebanyak 1/3 sendok

-     Kocokan agar jamur Trichoderma merata tercampur dengan media beras

-     Kemudian setelah itu tutup plastic agar tidak ada celah binatang kecil seperti semut dan sebagainya yang masuk

-     Simpan selama 14 hari

-     Jika proses yang kita lakukan baik dan benar maka setelah 14 hari media beras diatas akan berubah warna menjadi hijau yang merata

-     Trichoderma (F1) ini sudah siap untuk digunakan.

 

3.   Aplikasi jamur Trichoderma sp

Penggunaan biofungisida Trichoderma sp memang tidak memperlihatkan dampak manfaatnya secra langsung seperti fungisida kimia. Dengan rutin secra berkala biofungisida Trichoderma sp akan memberikan manfaat yang lebih baik daripada pupuk dan fungisida kimia. Pada lahan pertanaman yang sudah terkena jamur yang cukup parah, sebaiknya ditabur Trichoderma terlebih dahulu sebelum dilakukan pertanaman Kembali.

 

 

 

 

Penulis : Fitria Nurlaela, SP (Penyuluh Pertanian Muda). PPL di BPP Cikelet, Kecamatan Cikelet, Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

 

Sumber :

 

Hanudin, H., Budiarto, K. & Marwoto,B. (2019). Potensi MikrobaPemacu Pertumbuhan tanaman Sebagai Bahan aktif Pupuk dan Pestisida Hayati.

 

Novianti, D. 2018. Perbanyakan Jamur Trichoderma Sp.pada Beberapa Media. Saim Matika. Jurnal Ilmiah. Matematikadan Ilmu Pengetahuan alam. 15(1),35-41  .