LATAR BELAKANG Dewasa ini, akan meningkatnya populasi manusia, meningkatnya tingkat ekonomi serta kesadaran akan manfaat komoditi peternakan terhadap kesehatan maka skala usaha peternakan juga meningkat. Akibatnya hasil ikutan limbah pertanian, perkebunan dan agroindustri yang dihasilkan juga meningkat sehingga apabila tidak diambil tindakan untuk mengolah limbah, maka masalah yang di timbulkan semakin besar. Permasalahan hasil ikutan limbah sbb: 1. nutrisi rendah, 2. penyimpanan memerlukan ruang dan 3. cepat rusak. Manfaat dirasakan: (1). Jumlah ternak lebih banyak; (2). Kesulitan memperoleh pakan; (3). Kebutuhan Tenaga terbatas, (4). Populasi ternak semakin padat padat; dan (5). Lahan budidaya intensif. HIJAUAN IDENTIK DENGAN SERATTidak selalu hijau, tidak selalu berbentuk rumput yang sudah umum dikenal (RG, R. lapangan); namun dapat berupa jerami kering (jerami padi, kulit kedelai), daun-daunan (nangka, pisang, asam, dll), limbah industri (bagase tebu, kulit kacang, tumpi, kulit kopi), dll. KESERAGAMAN PEMAHAMAN YANG DIPERLUKANKebutuhan hijauan 10 % bobot badan dan rasio 60% hijauan dengan 40- % konsentrat : 50% konsentrat dan 40% telah banyak ditinggalkan dalam usaha komersial. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga keseimbangan nutrisi ransum untuk menghasilkan suatu output yang lebih ekonomis. Persyaratan pakan yang baik :1. Palatabilitas tinggi2. Nilai Gizi baik3. Harga Murah 4. Mudah Diperoleh5. Tidak Beracun6 Keragaman jenis Pakan7 Tersedia Sepanjang Waktu IMBANGAN BAHAN KERING PADA RANSUM TERNAK SAPI POTONG Sbb: 50 % Bahan Kering hijauan : 50 % konsentrat untuk sapi …………..40 % bahan kering hijauan : 60 % konsentrat untuk sapi …………20 % bahan kering hijauan : 80 % konsentrat untuk sapi perah.Nutrisi yang dibutuhkan yakni: Bahan kering ransum 2 – 4 % dari bobot badan. Jenis Teknologi Pengolahan Pakan antara lain : ? Teknologi peningkatan nilai gizi pakan dasar? Teknologi pengawetan hijauan? Teknologi Suplementasi? Teknologi perbaikan saluran pencernaan melalui inokulasi biakan mikroba atau prebiotik. Teknologi pengolahan Pakan terdiri dari 4 cara sbb:? Pengolahan secara fisik? Pengolahan Kimia? Pengolahan Biologi (fermentasi)? Pengolahan kombinasi a.l: 1. Amoniasi2. Fermentasi3. Pakan Lengkap4. UMB5. Hay6. Silase7. GabunganPengolahan Silase Berbasis Sampah Organik1. Sampah Organik 50% + Hijauan 50 %2. Dicampurkan dengan 4 % Molasses dan diaduk rata3. Diperam selama 21 hari dalam kondisi anaerob.4. Silase siap dimanfaatkan sebagai Pakan Ternak Ruminansia PEMBUATAN SILASE BERBASIS SAMPAH ORGANIK1. Berbagai Limbah (dikeringkan->dipotong ->digiling) 2. Di tambahkan Konsentrat Dedak,bungkil2an dsb.3. Dicampur secara homogen dengan dengan menggunakan larutan Urea, molasses mineral.4. Pakan lengkap siap untuk dimanfaatkan PENGOLAHAN KOMBINASI1. Onggok dan Kotoran Ayam Digiling2. Pembuatan Campuran 65 % Onggok dan Kotoran ayam giling 35 %3. Penambahan air dengan pengukusan4. Didinginkan5. Lakukan inokulasi dengan penambahan 0,6 % ragi Tempe6. Masukkan dalam kantong plastik dan di inkubasi 48 – 72 Jam7. Dikeringkan pada suhu 60°C selama 24 jam 8. Lakukan penggilingan9. Pakan siap untuk dimanfaatkan SILASE LIMBAH PAKAN1. Hitung sisa limbah hijauan pakan (tebon jagung) yang ada di kandang 2. Kumpulkan dan menchopper sampai potongan sekecil mungkin, kering anginkan dilayukan selama 1-2 hari 3. Selanjutnya membuat perlakuan menambahkan bahan (molasis, bekatul, empok) 4-5 % dari berat bahan 4. Buat perbandingan limbah jerami jagung 50% : jerami jagung 50%5. Masukkan kedalam kantong plastik selanjutnya ditutup rapat (an aerob) 6. Simpan secara baik ditempat yang tertutup tidak terkena hujan dan sinar matahari langsung.7. Silase limbah pakan siap dimanfaatkan. Penulis : Ir. Mariani (Penyuluh Pertanian Madya, Bakorluh P2K Sulteng)