Oleh : Khabib Harun, A.Md Ketika terdengar kalimat “ score = booster padi “ secara otomatis kita akan mengingat sebuah fungisida yang diproduksi PT Syngenta berbahan aktif difenokonazol, sebuah product yang mampu mencegah serangan jamur pada tanaman padi ( walaupun tidak semua jamur bisa diatasi dengan product tersebut ) akan tetapi efek positif penggunaan score tersebut dalam takaran yang disarankan adalah efek booster pada bulir padi yang diaplikasikan. Bulir padi terlihat lebih bening, kuning atau bersih sehingga disebut sebagai booster padi. Akan tetapi tahukah anda?, dari berbagai penelitian ternyata ada sebuah cara membuat fungisida secara organik dengan bahan-bahan yang ada disekitar kita yang jika diaplikasikan nantinya juga akan memberi efek booster pada bulir padi yang diaplikasikan. Bahan pembuatan booster padi/ score organik : 1/4 kg telor ayam atau bebek 1/2 kaleng susu kental manis 100 ml madu murni Cara membuat booster padi/ score organik : Campurkan semua bahan Blender hingga mengeluarkan busa Masukkan dalam botol yang tertutup rapat Cara menggunakan booster padi/ score organik : Semprotkan pada tanaman padi ketika umur 30, 45 dan hst Konsentrasi penggunaan adalah 6 - 7 sendok makan per tangki atau sekitar 2 ml/ liter air Sisa booster padi organik yang tidak habis jangan dibuang, tapi simpan saja dalam botol tersebut. Yang penting botol harus tertutup rapat dan jika terjadi fermentasi dicirikan dengan mengembangnya botol maka tiap pagi harus dibuka sebentar dan dikocok - kocok agar tekanan dalam botol keluar sehingga botol tidak meledak. Jika sudah tidak terjadi fermentasi lagi tidak perlu dibuka tiap hari. Walaupun score organik yang kita buat tersebut kurang mampu mengendalikan penyakit pada tanaman padi, tetapi lebih ke fungsi mensuplai kebutukan unsur hara. Dengan tercukupinya kebutuhan unsur hara pada tanaman akan membuat tanaman sehat dan tahan terhadap serangan penyakit. Selain itu, jika suplai unsur hara cukup maka pengisian bulir padi juga akan maksimal sehingga bulir-bulir padi akan terlihat montok dan mengkilap.Dan pastinya dari segi ekonomis, biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan score ini jauh lebih murah daripada kita membeli score kimia. Fungisida nabati dapat berupa produk langsung jadi yang dijual dipasaran misalnya Inokulan/starter Trichoderma sp dan Gliocladium sp yang digunakan sebagai tindakan preventif pada masa vegetatif padi. Fungisida nabati juga dapat dibuat secara sederhana dari bahan-bahan sederhana. Berikut ini adalah beberapa cara membuat Fungisida Nabati: Cara I Bahan-bahan yang diperlukan (masing-masing 1-2 kg) : 1. bawang putih 2. temu ireng 3. temu lawak 4. umbi gadung 5. kencur 6. kalau mau lebih mantap, bisa ditambah kunir putih Langkah pembuatan: Cuci semua bahan dan tumbuk hingga halus dan campurkan jadi satu, campuran tersebut direndam dalam air bersih ± 5 liter air dalam wadah tertutup dan biarkan 3-4 hari hingga terjadi proses fermentasi setelah itu larutan diperas dan disaring dan siap digunakan. Untuk aplikasi, larutkan biang fungisida ini dalam air bersih dengan perbandingan 1 bagian : 4/5 bagian. Cara aplikasi bisa dengan disemprotkan ke tanaman yang terserang penyakit/belum (untuk pencegahan) dan atau dikocorkan langsung ke pangkal tanaman. Fungisida organik ini sekaligus juga bisa berfungsi sebagai pupuk organik cair (POC). Cara II Bahan 1. Lenkuas/ laos 1 kg 2. Kunyit/kunir 1 kg 3. Jahe 1 kg Cara Pembuatan 1. Ketiga bahan ditumbuk atau diparut 2. Ambil sarinya dengan cara diperas 3. Bahan siap digunakan untuk 2 sendok makan dicampur dengan air 10 15 liter. Cara III Bahan : 1. Jahe 1 kg 2. Lengkuas 1 kg 3. Kunyit 1 kg 4. Labu siam 1kg Caranya : Keempat bahan tersebut diparut lalu diperas dan disaring diambil airnya. Masukkan air saringan tersebut ke dalam botol atau tempat air lainnya untuk persedian sewaktu-waktu. Untuk pemakaian campurlah setiap satu liter air dengan 20 cc larutan fungisida tersebut. Jika diperlukan untuk bahan perekat lain dan sekaligus sebagai protein bagi tanaman maka tambahkan 2 butir telur ayam untuk campuran fungisida alami. Cara IV Bahan Daun Sirih 300 Gram (± 30 lembar daun) Daun Jambu biji (± 30 lembar daun) Lengkuas 300 Gram Alat Blender Cara Pembuatan Bahan-bahan dihancurkan dengan blender dengan sedikit air. Kemudian diperas diambil airnya. 3-5 sendok dicampur 10-15 liter air untuk disemprotkan. Cara V Bahan : Air Kelapa 7 liter Susu segar 1 liter/ susu kaleng 1 buah Kuning telur 7 butir Madu 1 sendok makan Gula 1 sendok makan CIU (arak lokal) 1 liter bisa diganti dengan alkohol Bahan-bahan tersebut dicampur dan dapat diaplikasikan dengan dosis 250 ml dicampur dengan air 10-14 liter (1 tangki)